
Dalam perjalanan pulang, Mikha menceritakan semua yang terjadi di acara tersebut, mengenai obat perangsang yang akan di berikan ke Axel dan kembali lagi pada Fiona, Mikha juga memperlihatkan rekaman vidio Fiona mulai dari lorong hotel sampai adegan panas yang Fio lakukan dengan pelayan pesta tersebut.
" Keren, putri om Rendra satu ini memang tidak ada duanya, terimakasih sayang, kalau tidak ada kamu entah apa yang terjadi padakau." Jawab Axel, dia tidak habis fikir kalau Fiona mampu berbuat hina seperti itu.
" Sebaiknya apa yang harus kita lakukan pada dia ya?" tanya Axel, dia semakin gemes dengan tingkah mantan tunangannya tersebut, karena pasti akan ada rencana rencana yanng lain, cinta atau hanya sekedear obsesi ingin memiliki dari diri Fiona memang besar, jadi dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.
" Kita lihat saja nanti, kalau dia sudah keterlaluan, kita harus buanng jauh jauh orang seperti Fiona ini, dia bisa menjadi duri dalam hubungan kita." jawab Mikha.
Axel setuju dengan apa yang Mikha katakan , semoga dengan kejadian ini Fio akan sadar diri. Axel mengantarkan Mikha ke rumahnya tanpa kurang seuatu apapaun.
Sememtara di dalam hotel, Fiona terbangun dari tidurnya, Dia tersenyum lebar, dan mengira pemuda yang sudah tidur dengannya adalah Axel. " AXel sebentar lagi kau akan menjadi milikku, dan wanita gila itu akan menangis di pojokan." senyum menyringai terbit dari bibir Fiona.
Dia kembali berbaring di kasurnya dan melihat sekeliling ruangan tersebut yang berbeda denngan kamar yang dia sewa untuk dirinya dan Axel. " ini bukan kamar yang gue pesan ya, kenapa bisa."
Fiona duduk dan menutup tubuh pollosnya dengan selimut, karena gaunnya masih berserakan di lantai. Fiona melihat senbuah kertas dan sebuah flash dish di nakas kamar tersebut.
__ADS_1
Dengan penasaran Fiona mendekati nakas dan meraih kertas tersebut, Fiona mulai membuka surat tersebut dengan hati hati, dan mengambil flashdisk di atasnya.
Hai nona cantik anda sungguh luar biasa dan membawaku terbang melayang ke langit ke tujuh, i love you.
Kira kira seperti itu tulisan dalam kertas putih tersebut. Fiona mengerutkan keningnya merasa penasaran dengan yang ada di flashdisk itu, karena tidak mungkin Axel yang menulisnya.
Fiona menemukan sebuah komputer di kamar hotel itu dan dia membukanya. Nampak sebuah lorong dalam vidio pertama, lalu selanjutnya menampilkan dirinya yang merayu pelayan pesta hingga sampai kejadian panas di kamar itu terekam dengan jelas.
Fiona sangat marah, dia melempar gelas yang ada di kamar itu dan berteriak kencang serta menjambak rambutnya dengan kuat. "Aaaaa, kenapa jadi begini, kenapa jadi pelayan itu yang tidur dengan gue, kenapa, kenapa bukan Axel yang di sini, kenapa bukan Axel yang meminum obat itu."
Fiona bangkit dari tempatnya lalu dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Fiona bertekad akan membalas semua perbuatan Mikha padanya.
Fio keluar kamar dan menuju ke ballroom hotel, ternyata pesta sudah usai, tinggal para pekerja yang membereskan tempat tersebut. Fiona mencari pelayan yang sudah bersamanya tadi, tapi tidak ketemu, ttemannya bilang kalau pemuda tersebut sudah pulang karena sejak tadi sakit perut.
π·π·π·
__ADS_1
Hari berganti, hari ini Mikha sudah siap untuk bekerja kembali, pagi ini Mikha berangkat dengan semangat apalagi akan bertemu dengan si bos tercintanya, seperti biasa, Mikha akan menyapa semua karyawan yang di kenalnya, tiba tiba saja baju Mikha ada yang menarik dari belakang.
" Eit siapasih pagi pagi sudah cari perkara saja." Mikha menoleh dan mendapati wajah Fiona yang sudah masam di belakangnya.
" Halo nona pelukis, apa kabar tambah cerah saja itu muka, baru dapat vitamin ya, oh ya kenapa hilang begitu saja di pesta semalam padahal seru bnaget lho, ada acara dansa pula." Mikha mulai menyindir Fiona.
" Tidak perlu banyak bicara, apa yang sudah lu berikan ke minuman gue?" tanya Fiona.
" Oh itu, aku tidak memberi apa apa cuma menukar saja dengan minuman Axel, karena Axel tidak begitu suka dengan jus orange, dia lebuh menyukai susu." jawab mikha dengan ngawur. Dan berhasil mebuat Fiona naik pitam.
Fina berusaha menyerang Mikha tapi jelas saja Mikha dengan mukah dapat menghindari gerakan Mikha. " Eit nona, jangan main jambak menjambak, tangan halusmu ini bisa patah lho kalau anda tetap ingin menyerang Mikha, lupa ya dengan kejadian di kafe, itu belum ada apa apanya, cuma pemanasan." Jawab Mikha tepat di depan muka Fiona.
" Sebaiknya anda menyerah saja nona, karena anda tidak akan bisa kembali lagi pada Axel, ibaratnyaair liur yag sudah di keluarkan tidak mungkin anda pungut lagi, seperti halnya Axel, anda sendiri yang lebih memilih membuang dia, lalu kenapa anda ingin mengambilnya kembali, dua tahun iyu bukan waktu yang singkat nona. Kalau saya jadi Axel, sudah ku kirim anda ke tengah lautan untuk di jadikan makanan hiu." gertas Mikha,
Mikha berharap Fiona mundur secara halus seperti cindy waktu itu sebelum terjadi apa apa padanya.
__ADS_1