
Jeny jadi mempunyai akal akan menjodohkan mereka, dengan kejadian ini usahanya akan lebih mudah lagi.
"Berarti kamu sudah tidak perawan lagi dong sayang, dan putra tante yang nakal ini harus bertanggungjawab?" jeny memastikan semuanya pada Mikha.
" Mulai ibu negara mulai beraksi." batin Alex.
" Iya tante, papa dan kakak saya paling menciumnya cuma bagian sini dan sini doang, eh dia malah nyosor saja." cemberut Mikha sambil menunjuk ke arah dahi dan pipinya.
" Terus pertanggungjawaban yang bagaimana yang kau inginkan nak? kalau mengembalikan keperawanan kamu tidak bisa, nasi sudah menjadi bubur, bagaimana kalau kalian menikah saja, itu konsekuensi yang terbaik serta hukuman yang terbaik untuk bos nakal seperti dia. Dan kebanyakan dari pemuda pemuda di sini, akan lebih memilih wanita yang masih gadis. Dulu tante juga begitu, om mengambil keperawanan tante, dan dia harus menikahi tante." Kata Jeny dengan halus dan tenang. Axel hanya bisa menelan salivanya dengan kasar, dan berharap Mikha akan menolak keputusan itu.
" Hiks hiks, hiks, dasar jahat. awas kalau bang Mike tahu, bos Axel pasti di hajarnya , papa Mikha pasti marah besar tante, namanya sudah tercemar oleh Mikha, hiks hiks." Mikha memukul mukul lengan Axel dengan brutal. Sementara Axel hanya diam dan menerima perlakuan Mikha.
" Sudah sayang sudah, om tante dan Axel akan menemui kedua orang tua kamu, dan akan mempertanggungjawabkan semuanya."Jeny juga berjanji akan menemui keluarga Mikha segera.
" Mikha takut tante, nanti papa marah besar, bagaimana kalau Axel di hajar, Axel bisa bela diri tidak? paling tidak dia harus mengelak, kalau nandi pukul." Kata Mikha berikutnya. Dia sudah tidak bisa berfikir jernih, karena panik, bahkan apa yang dikatakan ini reflek begitu saja tanpa di filter terlebih dulu.
" Tidak akan nak, masak mau tanggungjawab di pukuli, tante yakin mereka akan mengerti. " jawab Jeny.
" Tapi tante, bos Axel sukanya sama pelukis itu, Mikha tidak mau jika nanti sesudah menikah dia akan kembali padanya, kalau sampai itu terjadi aku akan pergi dan walaupun ke ujung dunia dia mencari Mikha, dia tidak akan berhasil menemukan Mikha, bagaimana? " Mikha melakukan penawaran pada Axel dan kedua orang tuanya.
" Fiona itu masa lalu saya, dan cinta itu sudah mati, kamu sudah dengar sendiri kan apa yang terjadi barusan, dan aku juga perlu kepercayaan darimu, dan membantuku untuk menyingkirkan dia dari hidup kita nanti. " Jawab Axel. Dia menyerah dengan keputusan orang tuanya, apalagi berhadapan dengan Mikha.
" Deal, tapi bos yang tadi bisa di ulang kembali tidak, belum terasa lho. " bisik Mikha.
Jeny dan Alex tertawa dengan keras mendengar kata kata yang tidak dibrem sama sekali dari calon menantu mereka.
__ADS_1
" Ma, nemu darimana putramu calon menantu unik ini, bisa bisa papa sakit perut setiap hari mendengar kekonyolan dia." Kata Alex dengan spontan.
" Di jalan "
" Di jalan " jawab kompak keduanya.
"Ha ha ha, lihat kompak banget ma." Alex merasa lucu dan terhibur dengan kekocakan Mikha.
" Om jangan tertawa, Mikha serius nih. " Mikha menghentikan tawa Alex dan Alex memulul kepala putranya yang oon juga.
" Aduh pa, hebat papa, pukul Axel, dia saja yang lebay begitu saja heboh." Jawab Axel yang sudah jengah dengan semua ini.
" Apa bos bilang? lebay, terus bagaimana nasib Mikha ha? " Bentak Mikha, dia lupa kalau di sini dia cuma bawahan Axel, tapi hari ini Mikha memang marah.
" Iya, aku tanggung jawab, sekarang kita ke rumah orang tua kamu." Jawab Axel. Dia pasrah saja, dan semoga saja Mikha memang jodohnya, dan bisa membuat gadis tersebut insyaf.
" Ma, mama yakin, dengan keputusan ini? " bisik Alex.
" papa tenang saja, mama yakin mereka akan segera bucin nanti, seperti papa dulu yang tidak menyukai mama, tak tahunya bucin. " Sindir Jeny.
Mikha menelpon Ayahnya, yang kebetulan dia baru balik dari Singapura, dan dalam perjalanan pulang dari bandara.
" Papa tolong Mikha pa, ini bos Axel pa, dia sudah membuat Putri papa yang paling cantik dan seksi ini tidak perawan pa. " lapor Mikha pada sang ayah. Terdengar suara teriakan Rendra dari seberang sana.
" Siapa kau bilang, Axel bos kamu itu? " tanya Rendra.
__ADS_1
" Iya pa." jawab Mikha.
" Wah berarti papa akan punya mantu orang kaya dong, apa papa bilang kalau Axel itu pasti akan jadi mantu papa, tidak percayasih." bukannya prihatin dengan nasib anaknya, Rendra malah terlihat bahagia dengan kabar tersebut.
" Papaaa, bukannya prihatin malah tertawa, dasar bapak edan." jawab Mikha dengan kesal.
" Iya, papa cuma bercanda, sekarang papa akan ke tempat kalian, jangan biarkan pria itu kabur, papa akan buat perhitungan dengan Axel." Jawab Rendra yang benar.
" Tapi jangan di pukuli ya pa, bisa bonyok nanti, kadar ketampanan bos Mikha bisa berkurang." Jawab Mikha ngelantur lagi.
Ketika Manusia yang masih duduk di ruangan Axel menutup muka mereka dengan kedua tangan mereka. Sebenernya keluarga maca apa ini, unik dan aneh. Alex semao yakin kalau itu memang Narendra, sebab tidak ada orang seunik Dia.
Mikha menutup Telponnya, dan mengatakan kalau ayahnya akan segera datang. Sementara itu, Rendra menghubungi Raisha untuk menyusul dia di Alexander grub dan menjelaskan semuanya. Raisha sangat panik, mendengar kabar kalau keperawan putrinya sudah diambil bosnya, dr cantik itu segera keluar dari rumah sakit menuju ke tempat yang Rendra tunjukkan tadi.
Narendra sudah sampai di Alexander grub dan masuk ke lobi perusahaan berlian terbesar di indonesia tersebut, dengan gayanya yang khas dan percaya diri Narendra memasuki lobi kantor Axel.
Semua pegawai yang tahu siapa orang besar yang datang tersebut langsung memunduk hormat, dan merasa aneh kenapa orang hebat ini datang ke perusahaan ini, karena bisnis mereka berbeda.
Brian yang baru saja sampai dari tugasnya, segera menghampiri Rendra. " Tuan Narendra, ada yang bisa saya bantu tuan, kami belum ada persiapan menyambut anda." Kata Brian. " Tidak perlu sambutan, antarkan saja saya ke ruangan Axel, dan tunggu istri saya datang di Lobi, itu saja." jawab Narendra dengan tegas.
Brian swgera mengantarkan Rendra ke ruang CEO.
Perasaan Brian sungguh tidak karuan, dia takut kalau mereka melakukan kesalahan dengan kerja sama mereka.
Sementara di dalam ruangan CEO, perasaan Axel Sungguh tidak karuan, bahkan dia sudah membayangkan kalau Seorang bodyguard itu pasti berbadan tinggi dan besar. bahkan dia sudah membayangkan, bagaimana rasanya pukulan seorang pengawal Narendra.
__ADS_1
Axel masih beranggapan kalau Mikha itu putri dari salah satu bodyguard guard Narendra Ibrahim.
Sementara Jeny malah tersenyum dengan puas. putra satu satunya akan mendapatkan salah satu berlian Narendra Ibrahim.