MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 55


__ADS_3

Mas mas pelayan tadi merasa terharu oleh curhatan Mikha, dia malah akan membantu Mikha dan memastikan kalau Fiona meminum obat tersebut.


'' Siap adik cantik, kakak akan patikan dia minum obat tersebut, bukan yang lain biar kapok, pelakor harus di beri pelajaran tuh supaya tidak keterlaluan.'' jawab pelayan.


" Kakak, baik banget, aku akan memberimu lima juta rupiah, tapi tidak itu saja tugas kamu bagaimana?" Mikha kembali memberi penawaran khusus pada pelayan tersebut.


" Tugas apa apagi adik cantik?" tanya pelayan dengan penasaran, apalagi di iming imingi uang sebesar itu, bisa untuk bayar kontrakan.


" Nanti setelah dia minum minumannya, kakak bawa dia ke kamar yang sudah di siapkan orang berbaju hitam hitam, dia bodyguard saya, kakak nanti bawa kak Fiona itu mengikuti dia, setelah itu kakak bisa bersenang senang dengan dia, kakak tahu tidak dia itu pelukis terkenal bahkan sudah melanglang buana ke perancis bagaimana? Kalau kakak tidak mau aku akan cari orang lain.''


Mikha bahkan menawarkan pekerjaan yang sangat memguntungkan pelayan tersebut, sudah enak dapat duit banyak pula, lelaki normal mana yang tidak tergiur dengan tawaran menarik tersebut kecuali yang imannya kuat.


''Setuju dong, ini mah rejeki nomplok nona, ibaratnya dapat harta karun, sudah dapat uang dapat kue apem lagi hehe, siapa sih yang tidak mau melayang ke surga dengan gadis secantik dia." jawab sang pelayan.


Mikha mengkode bodyguardnya dia meminta uang yang yang tadi sudah di chat Mikha. Pengawal bayangan tersebut menyerahkan amplop tebal pada Mikha, dan sekarang beralih di berikan pada pelayan tersebut.


''Di dalam amplop ini ada uang sepuluh juta rupiah, lakukan dengan bersih, dan tidak ada yang tahu oke.'' Mikha berpesan pada pelayan tadi untuk merahasiakan pada siapapun juga.


'' Siap, saya akan laksanakan tugas ini dengan rapi dan bersih.'' jawab pelayan dengan mantap dan optimis.

__ADS_1


Setelah menemui pelayan tersebut, Mikha langsung menuju ke stand makanan, mengambil beberapa menu yang mengugah seleranya. Axel menyusul Mikha di tempat pusat makanan, sementara Fiona mengkode pelayan tadi untuk melaksanakan tugasnya.


Dengan akting yang sangat bagus dan natural , pelayan tadi menghampiri Mikha dan Axel menawarkan minuman untuk mereka, setelah itu dia menuju ke arah Fiona menawarkan minum juga.'' Bagaimana?" tanya Fiona.


"Beres nona, masnya sudah menerima minumannya dan dia sudah meneguknya beberapa, sekarang ini buat nona cantik, kan tidak etis pelayan bicara dengan tamu." Pelayan tersebut menyodorkan segelas jus jeruk pada Fiona.


Tanpa curiga sedikitpun Fiona meneguk habis jusnya, lalu memberikan gelas kosong tersebut pada si pelayan. Fiona tersenyum miring, kini saatnya menjauhkan Mikha dari Axel.


Pucuk di cinta ulampun tiba, Mikha izin untuk ke toilet pada Axel. "Wau nasib bagus sudah menungguku, tidak perlu bersandiwara lagi, umpan sudah masuk duluan, gue akan kunci gadis gila itu ke kamar mandi sedangkan Axel akan bersenang senang dengan gue, hihi." batin Fiona.


Fiona seggera mengikuti Mikha dari belakang, pelayan laki laki itupun juga mengikuti mereka, tapi di tengah perjalanan Fiona merasakan panas tubuhnya, bahkan ketika ada laki laki yang berpapasan dengannnya, Fiona mulai nafsu, di sampai menggigit bibir bawahnya dengan genit. "Ah kenapa tubuhku jadi panas begini, auh." rancau Fiona.


Pelayan mengggendong tubuh Fiona karena Fio sudah mulai nakal, dan seorang Bodyguard Mikha mendekati dia lalu memberi petunjuk harus di bawa kemana Fiona ini.


Mereka sampai di sebuah kamar yang sudah di pesan pengawal, lalu meminta pelayan tersebut masuk ke dalam, dan silahkan bersenang senang, tak lupa Pengawal Mikha sudah memasang berbagai alat untuk merekam dan memvidio kegiatan panas dua insan tersebut.


Mikha kembali bergabung dengan Axel dan teman temannya menikmati pesta yang meriah itu, bahka di ujung acara ada acara dansa pula. Axel mengajak Mikha berdansa seperti yang lain.


" Sayang, kita dansa yuk!" ajak Axel.

__ADS_1


Mereka mulai berdansa dengan pasangan masing masing, tapi Mikha merasa lagunya ini kurang seru, dia menuju ke operator dan mengambil alih tugas operator tersebut, Mikha merubah ritme lagu slow menjadi lagu hit bahkan hip hop, bak DJ terkenal, Mikha memainkan control musik tersebut dengan keren dan menyambungkannya ke ponsel canggih dia.


Tamu tamu cowok dan genre muda langsung semangat ikut berdansda, sehingga suasana ballroom hotel tersebut menjadi seru dan ramai, tidak monoton seperti tadi, mereka sangat puas dengan musik yang mainkan Mikha.


Axel dan Brian tertawa sendiri melihat kekonyolan yang Mikha lakukan itu, lalu bergabung dengan kawula muda yang lainnya, menari bersama, layaknya dalam diskotik saja, sementara para orang tua mengambil tempat sendiri yang menurut mereka nyaman.


Di dalam kamar hotel, Fiona sudah tertidur karena kelelahan meladeni pelayan tersebut, dia sanagt puas hasratnya sudah tersalurkan, mungkin saja dia mengira kalau pemuda tadi adalah Axel.


" Dasar pelakor, ternyata kau sangat ahli urusan beginian, sudah bolong pula. Kasihan nona cantik tadi kalau suaminya benar benar meminum obat itu, bisa bisa pelakor yang menang, huh rasanya luar biasa gue terasa muda kembali, eh iya kenapa kejadian ini tidak di rekam ya tadi, sebagai bukti nanti kalau pelakor ini menagih tanggung jawab kepada suami nona cantik tadi. Ah itu urusan dia, yang penting tugas gue selesai." gumam Pelayan tersebut.


Pelayan tadi memakai kembali pakaian kerjanya dan kembali lagi ke pesta melanjutkan pekerjaannya, ketika temannya bertanya, dia beralasan sakit perut dan harus bolak balik ke toilet.


" Wau keren nona, Xel gila pacar lu memang keren badas, kemaren dia atasi Fiona dengan sekali jurus, ini lagi set set, mirip dj terkenal saja." puji Ronald di ikuti yang lain.


" Iya dong, pacar siapa dulu Axel." jawab Axel dengan narsis.


" Halah bos bos, siapa coba yang nangis nagis, mojok gagal move on, giliran dapat yang cantik dan multi talenta saja baru ngaku, pacar siapa dong." Ejek Brian.


" Betul pak Bi, siapa coba yang...!' belum selesai Mikha bicara Axel langsung membungkamnya dengan sebuah kecupan lembut. Cup. Dasar Axel sukanya main nyosor saja.

__ADS_1


Yang lain langsung tertawa terbahak bahak, melihat sahabatnya yang satu ini berubah drastis tambah santai dan lebih keren saja.


__ADS_2