MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 43


__ADS_3

Fiona kaget dengan apa yang dia lihat saat ini, Fio tidak menyangka, kalau Axel melacak identitasnya di sana, bahkan dengan siapa saja Fiona berhubungan.


" I ini semua tidak benar Axel, aku terpaksa melakukan ini, dan tolong aku supaya bisa lepas darinya, hanya kamu yang bisa xel. " Fiona memohon pada Axel dengan air mata berderai.


" Maaf, itu semua urusan kamu, kau yang memulai dan kau yang harus mengakhirinya, dan pintu keluar ada di depan sana, biarkan saya bekerja dengan tenang. " Ucap Axel.


" Hiks hiks, semua orang tidak adil padaku, todan ada yang mau peduli hiks hiks." tangis Fiona masih saja terdengar pilu, dan dia tidak mau keluar dari tempat itu.


" Kau keluar sendiri apa saya panggilkan satpam." Axel sudah geram dengan sandiwara yang Fiona lakukan hari ini.


Itu bukan sifat Fiona yang Axel tahu selama ini, atau memang dia seperti itu sejak dulu tapi Axel sudah dibutakan oleh cinta.


" Baik lah aku pulang, tapi jangan membenciku, aku juga korban mulut manis Seniman Seniman itu, mereka menjanjikan nama besar, masih bisakah kita temenan Axel? " Fiona memilih mengalah dulu, dan menggunakan status pertemanan mereka untuk membuat Axel jatuh ke tangannya.


Fiona keluar dari perusahaan Axel dengan lemas, semua yang sudah dia bayangkan buyar seketika, dan sepertinya Axel sjsah menutup hatinya untuk dia.


Fiona kembali dan akan menyusun rencana baru, sekarang targetnya Si sekretaris tersebut.


" Sekarang yang harus di singkirkan terlebih dulu Sekretaris gila itu, dia begitu licin seperti belut, selama ini aku sudah meremehkan dia, dan sekarang harus dengan cara yang lebih halus lagi.


Di ruangan Axel, Mikha beranjak dari tempatnya dan berjalan terseok menuju ke ruangan dia sendiri, tapi malah menabrak tubuh kejar Axel yang hendak membantunya.


Axel segera menopang tubuh Mikha. Mata keduanya saling bertemu, cukup lama dan dekat sekali. " siapa kau sebenarnya? " tanya Axel.


Pertanyaan Axel telah merubah suasana romantis tersebut. " Aku, siapa? aku Mikha bos." Jawab Mikha.


" kenapa identitas kamu di sembunyikan, dan tidak bisa di lacak, pasti ada yang kau sembunyikan hemm. " bisik Axel.

__ADS_1


" Identitas apa, maksud bos? nama saya memang Mikha, Mikhayla cahyani, kalau tentang orang tua saya, memang tidak saya elspos bos, saya tidak mau teman teman saya tahu keluarga saya, dan mereka pilih pilih teman hanya karena status sosial, itu saja bos, saya mau jika saya mendapatkan jodoh atau sahabat, itu benar benar karena saya, bukan orang tua saya." jawab Mikha.


" Apa hubunganmu dengan keluarga Ibrahim?" tanya Axel. Masih dengan posisi semula, kalau ada yang melihatnya pasti akan salah faham dan mengira mereka sedang berciuman.


" Saya dan keluarga Ibrahim? bos membuntuti saya? " tanya Mikha.


" Terus terang iya, aku penasaran denganmu, kemarin kau sangat berbeda, mulai dari fashion sampai kendaraan yang kau tumpangi, bahkan dengan mudah kau memberikan semua uang yang kau dapatkan kemarin untuk yayasan, kalau kau hanya gadis biasa, tanpa iidentitas spesial, tidak mungkin begitu mudah kau bagikan uang sebanyak itu, dan mobil itu milik siapa hem?" Axel mendekatkan wajahnya ke arah Mikha, sangat dekat dan dekat. Mikha mencoba memberontak, tapi tenaga Axel lebih besar, Axel merapatkan pelukannya.


" Kalau anda tahun siapa saya, anda mau apa? " tanya Mikha balik, dia malah menantang Axel dengan menempelkan dadanya sempurna di dada Axel.


Axel terdiam sejenak lalu dia mendekatkan bibirnya ke bibir Mikha, lalu menempel sempurna di bibir seksi Mikha.


Mikha segera mendorong tubuh Axel dan menamparnya. " Plaak. "


" Anda sudah kurang ajar bos, bibirku sudah benar benar tidak perawan lagi." ucap Mikha.


" Sekarang anda, eh bos harus tanggung jawab, main nyosor saja, kalau anda tahu siapa saya anda mau apa ha, marah benci atau memecat saya, identitas itu tidak penting buat saya, asalkan tidak merugikan anda, hiks hiks, papa tolong Mikha, bibir muka sudah kotor papaa." Mikha mengusap bibirnya dengan Tangan dia dan menangis seperti anak kecil.


Axel Panik dan dia memeluk Mikha dengan erat serta menenangkan hati gadis cantik ini. " Maafkan aku, aku khilaf, aku tidak bermaksud menyakiti kamu." Kata Axel.


Axel membiarkan Mikha menangis di dadanya, mode eror Mikha mulai kambuh sepertinya.


" Tapi bos, aku jadi tidak perawan lagi, si bks harus tanggung jawab, hiks hiks. " Mikha msih nangis saja.


Pintu ruang Axel terbuka lebar dari luar,untuk sepasang suami istri paruh baya, mereka tak lain orang Tua Axel. Jeny yang melihat kejadian itu langsung mengedipkan sebelah matanya mengkode pada suaminya.


" Axel, apa yang kamu lakukan, kenapa Mikha menangis seperti itu hak? " tanya Jeny dengan geram, dia melotor kearah Axel.

__ADS_1


Mikha seketika merosot dari pelukan Axel dan memburu Jeny, Mikha memeluk Jeny dan masih menangis.


" Tante bos Axel jahat, dia sudah menodai Mikha tante." ucap Mikha sambil menunjuk ke arah Axel.


Alex yang mendengar pernyataan Mikha langsung gelap mata dan memukul Axel degan keras. " Apa apaan ini Axel? Apa ini yang sudah kami ajarkan padamu ha." Bentak Alex, di sangat marah mendengar kalau putranya sudah menodai anak gadis orang.


" Pa dengar dulu, ini salah faham pa ma, Axel tidak menodai dia, tadi Axel cuma... " Belum selesai Axel bicara kembali Alex membentak nya.


" Cuma apa ha, lalu kenapa dia bisa nangis seperti itu, kau memaksa dia? " bentak Alex.


" Axel cuma mencium dia pa, tidak lebih." jawab Axel. Bola mata Alex dan juga Jeny terbuka lebar, mereka merasa tidak percaya dengan penuturan Axel.


" Benar itu sayang?" tanya Jeny pada Mikha.


Mikha mengangguk membenarkan perkataan Axel. " Iya tante. " jawab Mikha.


Alex menepuk dahinya sendiri, dia heran dengan sekretaris unik putranya tersebut, dia benar benar tidak mengerti atau apa. Demikian Juga dengan Jeny, dia menggelengu kepalanya, merasa geli dengan kejadian barusan.


Jeny memapah Mikha kw sofa, dan mereka duduk di sofa ruangan Axel.


" Sayang, benarkan kamu hanya di cium saja oleh bos nakal itu? " tanya Jeny.


" Benar tante, semua yang ada di badan Mikha ini masih Ori, dan masih perawan, enak saja si bos pakai nyosor saja seperti bebek, mana cuma seneni lagi, kan belum terasa, malah sudah tidak perawan saja." Jawab Polos Mikha.


" Alamak, Axel nemu dari mana kamu gadis yang unik ini? " Alex tertawa terkekeh mendengar penuturan Mikha, sebelas dua belas seperti istrinya.


" Benar benar keturunan Narendra Ibrahim, kelakuannya benar benar unik." batin Jeny.

__ADS_1


Sementara Axel punya fikiran sendiri " tahu begini, aku tambah tadi ciumannya, malah bilang ke mama lagi kalau cuma sebentar, Axel Axel, bisa bisanya kau menyukai gadis ub normal ini. " Batin axel.


__ADS_2