
Mikha mengajak Cecil mencari tempat yang agak jauh dari tempat Axel dan sahabatnya. Dia meruruki dirinya, kenapa harus ketemu di tempat seperti ini sih, makin malukan dia.
Axel tidak patah semangat, dia mengikuti Mikha dan Cecil di meja mereka.
" Mikha please jangan cuekin aku seperti ini, apa salahku Mikha, tolong beri kesempatan padaku, menyelesaikan semua ini, dan memang prosesnya tidak akan selesai hanya dalam waktu sehari saja." Axel meminta waktu untuk membereskan semuanya, tapi dia tidak mau kalau harus di cuekin atau tidak bertemu Mikha.
" Kamu tahu tidak, selama di kantor , hanya kamu yang aku fikirkan. " Kata Axel dengan jujur, tapi malah terlihat menggombal.
" Sudahlah bos, Mikha tidak apa apa kok, cuma Mikha malu saja, mengingat kejadian sore tadi, masak Mikha malah meminta Bos Axel tanggung jawab hehe. " jawab Mikha. pipinya mulai memerah.
" Cie cie yang lagi salting, ya sudah kak Axel, kakak kembali saja ke tempat kakak, biarkan kak Mikha begini dulu, kalau kalian memang sama sama punya perasaan, segera di sampaikan dan di perjuangkan. " Bisik Cecil pada Axel.
Axel tersenyum dan dia setuju dengan kata kata adik Mikha ini, dia harus buktikan dan perjuangkan.
" Oke Mikha, tunggu aku ya, aku akan buktikan padamu kalau aku serius, sekretaris unikku. " Axel beranjak dari tempat nya dia kembali bergabung dengan sahabatnya yang lain, tapi sebelum itu dia mengedipkan sebelah matanya pada Mikha.
Setelah kepergian Axel, Cecil mengompori kakaknya. " Kak kalau kak Mikha suka dengan kak Axel, gas maju terus jangan biarkan pelakor merusak semuanya, setiap hubungan pasti ada cobaannya, kalau cuma beginimah sikat saja, putri dari Narendra Ibrahim tidak akan kalah sebelum bertanding. " Kata Cecil.
Mikha mendengarkan dengan seksama kata bijak dari adiknya ini, dia beda dari ketiga kakaknya yang kebanyakan nurun hormon Narendra, kalau Cecil lebih lembut dan bijak seperti mama Raisha.
" Iya juga ya, gue gak boleh nyerah, lihat itu yang memakai baju pink salem yang paling lugu dan anggun itu mantan tunangan Axel, tapi aslinya wek, cari muka saja. " jawab Mikha.
" Begini saja, kita lihat saja dari sini, kalau dia sudah keterlaluan, kak Mikha datang ke sana, dan tunjukkan pesona putri Ibrahim." Kembali lagi gadis imut itu mengompori kakaknya.
Sementara Axel kembali ke tempat nya semula, tapi dia menggeser tempat duduknya, dengan pacarnya Soni.
__ADS_1
" Widih bro, itu gebetan baru lo, busyet cakep bener sumpah." Kata Doni.
"Elu tu, sapi saja lu bilang cantik. " sindir Fiona.
" Cemburu bilang bos, cewek yang bersama nya juga cantik, mereka sama sama luar biasa. " imbuh Valent.
" Benar bro itu kekasih baru lu, kenalin kita kita dong. " Ronald juga menimpali.
" Jangan tertipu oleh Axel, itu sekretaris Axel, orangnya juga rada rada oon, dia juga menjadi kekasih bayaran Axel, untuk memanas manasi aku, aku dengar dari para karyawan Axel, kalau dia menjebak Axel ke ranjang nya. "Fiona mulai membual yang tidak tidak tentang Mikha.
" Fiona cukup, kau selalu menghinanya, dan merasa diri kamu yang paling benar, kamu fikir setelah kejadian itu, akan terus menunggumu, maaf nona dua tahun bukan waktu yang singkat, dan semua susah berakhir, aku bukan lelaki bodoh yang mau saja di bodohi wanita seperti kamu. " Jawab Axel dengan tegas.
" Iya Axel benar, lagian lelaki bodoh mana yang rela menunggu wanita yang hanya mementingkan dirinya sendiri, gue dukung keputusan lu bro. " Doni setuju dengan Pemikiran Axel. masih banyak gadis lain yang lebih baik dan mengerti kita.
" Itu tidak benar, apa salahnya aku melebarkan sayapku, sebelum akhirnya akan terjun fokus pada keluarga nanti.
" Enggak, aku akan pertahankan cintaku, bahkan hubungan kami belum berakhir, aku masih memakai cincin tunangan kami. " jawab Fiona dengan kekeh.
"Lalu bagaimana dengan Robert, apakah kau akan menjadikan aku sampingan sepert mr Vincent? " tanya Axel to the point.
" Robert, kau salah faham Xel, dia itu sudah aki anggap kakak kandungku, di Perancis dia yang selalu membantuku, aku juga susah ceritakan semuanya tentang kita." Jawab Fiona.
Fiona berdiri dan mendekati Axel, bahkan memeluk lehernya dari belakang.
" Di depan teman teman kita aku akan buktikan cintaku padamu yang kuat Xel, aku siap memberi apa yang Sekretaris kamu itu berikan." Kata Fiona yang sungguh tidak tahu malu.
__ADS_1
Mikha yang melihat hal itu sungguh muak, bahkan dia sangat kesal, Axel sudah mengelak, tapi wanita itu sudah mirip seperti wanita murahan.
" Fio lepas!" sentak Axel, tapi Fil tidak gentar dia terus memeluk Axel dengan kuat.
" Biar semua orang mengatakan aku murahan, tapi aku sudah tahu lagi apa yang harus aku lakukan supaya kau percaya. " jawab Fiona.
Tiba tiba kepala Fiona terasa sakit seperti di tarik dari belakang.
"Lepaskan dia nona pelukis, atau gue buat rambut Lu ini lepas dari tempatnya" Ancam Mikha.
" Aaarghhh sakit, hiks hiks hiks, lihat semua apa wanita gila ini pantas untuk Axel, bisa bisa dia akan mempermalukan Axel, aargh. " Fiona teriak kesakitan.
Bukan hanya itu dengan mudah Mikha membanting tubuh Fiona ke lantai, sebenarnya tidak keras, tapi dasar Fiona saja yang lebay.
" Tolong, tolong, tulangku patah. ini wanita apa sapi hiks hiks Axel tolong aku. " Fiona minta tolong pada semuanya.
Sini dan kekasihnya membantu Fiona bangun, lalu memapahnya ke kursi.
" Makanya jadi perempuan jangan gatel, itu belum seberapa, kalau lu terus mengganggu Axel, gue bisa bikin lebih dari ini bahkan akan gue kirim lu ke Afrika, supaya melukis hewan hewan di sana. Atau bertemu dengan sesama spesies lu. " Mikha mengatakan apa yang menjadi uneg unegnya, dia muak dan jijik melihat wanita itu tidak memikirkan harga dirinya.
Para sahabat Axel melongo melihat aksi heroik Mikha. kalau pacarnya seperti ini auto tidak berani macam macam cowoknya.
Axel tersenyum melihat Mikha yang masih peduli padanya bahkan marah ketika ada wanita lain yang mendekati Axel.
" Thank you. " bisik Axel.
__ADS_1
Sementara Fiona menangis dan merasa di aniaya, serta mulai drama.