MY STUPID SEKRETARIS

MY STUPID SEKRETARIS
Episode 63


__ADS_3

Axel begitu semangat menuju ke Villa tersebut dengan satu tujuan dan satu harapan, yaitu bertemu dengan sang pujaan hati, satu bulan ini dia bagaikan robot yang tak punya hati, hatinya sudah di bawa Mikha serta.


Di sepanjang jalan Axel merasa tegang dan sekaligus senang, senangnya dia akan segera melihat wajah cantik dan ceria Mikha. sedih dan tegangnya, dia masih harus membujuk wanita itu, dan menjelaskan dengan sedetail detailnya semua yang terjadi, apakah Mikha akan memaafkan dia atau sebaliknya, seperti yang pernah dia ucapkan dulu, kalau sekali saja Axel berhianat maka dia akan pergi untuk selamanya ,meski ke ujung dunia Axel mencari tidak akan berhasil.


"Mikha aku sudah buktikan sendiri siapa dirimu, kau sudah membolak balikkan duniaku sayang, semoga kau memaafkan semua kebidohanku ini." Gumam Axel.


Itu sudah di buktikan oleh Mikha, dia menghilang tanpa kabar dan jejak, semua jejaknya bersih.


Tiga jam Aeel mengemudikan mobilnya fengan kencang hingga sampai di wilayah villa besar keluarga Ibrahim. Axel memarkirkan mobilnya di salah satu bangunan mewah yang bertuliskan Narendra.


Axel berjalan menuju ke pintu gerbang Villa untuk bertemu dengan penjaga.


"Ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya penjaga.


"Saya Axel, tunangan nona Mikhayla, saya kemari ingin bertemu dengan beliau dan menjemputnya." Jawab AXel.


Penjaga itu saling menoleh satu sama lain, tunangan? setahu mereka sudah tiga hari Mikha kembali ke jakarta, dan besok akan menikah, jadi mereka heran jika saat ini ada pemuda tampan datang mencari dia dan mengatakan kalau dia adalah tunangannya.


"Maaf tuan tapi nona Mikha tidak ada di sini, beliau sudah kembali ke Jakarta, kalau anda tunangan nona Mikha seharusnya anda tahu." Jawab penjaga, mereka untungnya tidak mengatakan kalau Mikha akan menikah besok.


AXel merasa heran, kalau Mikha sudah kembali, kenapa Narendra malah menyuruhnya kemari. Apa sebenernya yang terjadi.

__ADS_1


" Kembali? Tapi om Rendra yag menyuruh saya kemari, beliau bilang kalau Mikha berada di Villa ini." jawab Axel.


" Iya benar, nona Mikha sudah kembali tiga hari yang lalu, kalau anda tidak percaya anda bisa memeriksanya sendiri ke dalam." Jawab penjaga tersebut.


" Oh tidak pak, lebih baik saya kembali saja." Jawab Axel.


AXel merasa aneh dan merasa di permainkan oleh pria paruh baya itu, orang itu memang tidak bisa di tebak, bahkan sangat licik.


" Ada apa ini sebenarnya, kenapa semua terasa begitu aneh, pertama mereka menyembunyikan Mikha dariku, kedua om Rndra memberiku tugas yang mustahil, meski mereka yang lebih banyak bekerja daripada kami. Dan sekarang dia menyuruh ku kemari, sementara Mikha sudah pulang kembali." gumam Axel.


Axel menyugar rambutnya dan menghebuskan nafasnya dengan berat. Dia kembali ke mobil ingin istirahat sebentar di mobil sebelum kembali ke Jakarta.


"Taun sebaiknya anda istirahat dulu di dalam, mandi dan makan, perjalanan anda membutuhkan waktu yang cukup panjamg." kata penjaga.


AXel akhirnya setuju dan masuk ke Villa mewah keluarga Ibarahim, Axel makin penasaran juga, kenapa tiba tiba penjaga itu menyuruhnya masuk dan istirahat, apa mereka tidak takut Axel akan menipu mereka.


"Orang aneh, sebenarnya apa yang sudah mereka rencanakan padaku, ini juga tiba tiba penjaga ini meminta ku masuk, apa tidak takut kalau ternyata aku penipu." gumam Axel.


Salah satu pelayan mengantarkan Axel menuju ke kamar yang biasa di pakai oleh Mikha. Axel memperhatikan isi kamar itu, dan ini adalah kamar perempuan, Axel melihat banyak foto Mikha, baik sendiri maupun bersama keluarganya.


Axel mandi dan menuruti semua yang pelayan siapkan. Dia kan ikuti apa sebenarnya kemauan orang aneh tersebut. " Baiklah om aku akan lihat dan ikuti apa lagi permainan anda. " batin Axel. Dia berendam air hangat, merelaksasi otot otot tubuhnya yang tegang. axel memejamka matanya, menikmati aroma terapi yang menenangkan itu.

__ADS_1


"Dasar orang yang sangat aneh, aku malah di jamu dengan sangat baik disini, padahal tujuanku ke sini untuk Mikha, tapi ya sudahlah, mereka memang benar, kalau aku langsung kembali ke Jakarta, dengan rasa capek dan ngantuk pasti akan berbahaya, apalagi waktu sudah gelap.


Setelah makan malam Axel memutuskan untuk kembali ke Jakarta saja, dan besok dia kan menemui Rendra kembali untuk menanyakan apa sebenarnya maksud dari semua ini, tidak mungkin mereka akan mencari keuntungan sepihak dari keterpurukan Axel saat ini.


Di perjalanan Jeny ibunya menghubungi dia dan menanyakan kabar serta keberadaan Axel.


'Sayang sekarang kamu ada di mana?" tanya Jeny.


''Jalan ma, AXel baru saja dari bogor untuk menjemput Mikha tapi ternyata dia sudah pulang ke Jakarta." jawab AXel. Dia hanya menjawab seadanya saja, to the point apa yang Jeny jatakan.


"Ya sudah kamu hati hati ya di jalan, besok pagikeluarga Narendra mengundang kita semua ke rumahnya, katanya ada hal yang sangat penting yang akan mereka bicarakan , dan ini menyangkut hubungan kamu dengan Mikha." jawab Jeny.


"Ya." Axel hanya menjawab dengan singkat saja, rasa penasaran itu kembali muncul dalam benaknya, tapi segera dia tepis.


" Semoga besok adalah hari baiknya, dan Mikha mau memaafkan dia, kalau perlu aku akan menikahi dia besok, sesuai jadwal yang pernah kita rencanakan. " gumam Axel.


AXel pulang dengan santai, dia lega karena Mikha sudah berada di rumah kedua orang tuanya, dan mereka akan bertemu besok, bahkan kedua orang tua Axel juga di undang.


Kurang lebiimh jam sebelas malam Axel baru sampai di kediaman kedua orang tuanya, dia langsung menuju ke kamar dia dan membaringkan tubuhnya yang letih.


Axel langsung masuk ke alam mimpi hingga fajar menyingsing, matahari sudah mengintai dirinya yang masih malas malasan di Ranjang, apalagi hari ini adalah hari minggu, prnya juga hanya tinggal satu saja. Datang ke rumah Narendra Ibrahim.

__ADS_1


__ADS_2