
My two faces by Ayzani
Bel berbunyi, Erin marapikan buku-buku yang masih tergeletak di meja kelas.
"Erin!" panggilnya, erin menatap teman sebangkunya ini yang kerap mengajaknya ke galeri kak reno tetangganya yang jago melukis.
"Yuk berangkat sekarang dah telat nih, nantinya kak reno kagak liat kita soalnya fansnya kan bejibun."
"Jen, besok aja deh aku lagi males jalan nih, galeri kak reno jauh amatkan.
"Yaaah koq gitu siiih..aku udah bela-belain nungguin lo kerjain tugas dari pak rudi yang segunung ntu, pleeeasee ren..."
Sambil mikir bentar rena menghela napas, "Okey deh, tapi hari ini aja yah."
"Thanks so much ren, lo tau kan aku nggak mau ketinggalan dateng kesana, lukisan sich nomer dua tapi kak renonya bentar aja bisa-bisa raib."
"Busyet nih kak reno, buka galerinya nggak tanggung-tanggung jauh amat seperti orang pulang kampung aja." jeni tertawa sambil menawarkan minuman dingin.
"Itulah khas kak reno suka yang unik-unik inspirasinya TOP BGT.
"Sabar aja deh ren bentar lagi sampe koq."
Akhirnya sampai juga di galeri kak reno, sekarang sudah jam dua lewat sepuluh, nih perut Erin sudah melilit.
"Jen, lo masuk dulu deh aku mau ke toilet sono." Sambil menunjuk toilet umum, setelah keluar dari toilet erin sempat melirik mobil hitam mewah jenis mobil yang jarang markir daerah-daerah sini.
"Mana nih si jeni giliran udah ketemu kak reno aku dilupain deh..Busyet tuh anak nempel aja kayak prangko gitu." Sambil nungguin jeni yang ngekor kemana aja kak reno pergi, jadi Erin liat-liat aja lukisan-lukisan ini, sebenarnya sih erin nggak tertarik-tertarik amat ma tu lukisan.
__ADS_1
"lukisan apa nih kepala ampe miring gini." timpal erin dalam hati.
Tiba-tiba erin berhenti dan melihat seseorang, ia terus menatap sebuah lukisan dan tak bergerak dari lukisan itu sedikitpun, wajahnya mengisyaratkan kesedihan yang dalam...
Erin sedikit penasaran sebenarnya lukisan apa yah sampai segitu melankolisnya. Erin melangkah sedikit dan melirik lukisan yang sedang dipandanginya...
Tanpa sadar kepala erin dimiringkan dan sontak alisnya keriting, 'nih lukisan yang ngebuat wajah nih cowok seperti orang berduka.' Gumam Erin.
Ckckck sambil menggelengkan kepalanya, "Gak ngerti aku dengan lukisan yang satu ini, kalau aku liat sih seperti corat coret aja yang ditengahnya ada gambar mata yang lagi ngantuk." Ucapnya.
Sontak erin berbalik menatap wajah cowok berkaos hitam itu, tetapi tanpa disangka dia berbalik juga dan mata mereka bersibobrok.
Wajah erin so pastinya memerah karena tanpa dia sadari posisi tubuhnya yang miring dan tertarik kebelakang seperti maling yang kedapatan mencuri.
"Oh My God..." gumamnya.
Erin menggeser kakinya menjauh, karena penasaran erin mencoba melirik tapi cowok itu masih menatapnya dengan luar biasa terkejutnya.
"Apa ada yang salah nih dengan wajahku? bikin geer aja, emang sih kata mama aku itu super manis kecil and putih, tapi itukan kata mama aku gak tau apa pendapat orang ma tampang aku and sebodo' amat." gumam Erin.
Tapi tiba-tiba cowok itu melangkah kearah Erin. "Busyet nih cowok koq dia menatapku seperti melihat hantu?" bisik Erin.
Dia berjalan sambil menatap erin yang mulai mundur keheranan..."Ngapain nih cowok." bisiknya. Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil.
"Merin...Merin..!"
Suaranya Terdengar sedih dan pilu, sontak Erin kali ini memandangnya, pria itu tetap memanggil Erin dengan nama Merin.
__ADS_1
"Merin???" kata cowok itu lagi.
Kali ini dia berdiri di hadapannya, wajahnya terlihat sedih, ada setetes air yang jatuh dipipinya. "Kau..kau masih hidup?"
Erin membeku tak bisa melangkahkan kakinya..tapi dia menggumam protes.
'Tentu dong aku masih hidup kalau dah mati gak mungkin aku berdiri disini..tapi kenapa ya nih kaki gak mau kompromi tak mau beranjak.' bisiknya.
Tiba-tiba tangannya terangkat, gak tau ngapain tapinya tanpa ragu erin teriak...
"HI..HIDUNG BELAAAANG...."
Erin teriak sekencang-kencangnya tapi tangan yang sudah di luar kebiasaan turut memukul dengan tas bagian mana saja yang pastinya kena...cowok itu membungkuk melindungi dirinya dengan kedua tanganya.
"Merin ini aku." Teriaknya sambil melindungi dirinya dari sepak terjang Erin.
"Stop..stop...Merina STOP."
Orang-orang pada berbalik dan mulai berdatangan, tapi erin sontak aja berhenti tabokin tu cowok, Erin tidak salah dengarkan?Merina kali yang tadi di sebutin, ****** erin tu cowok moga-moga nggak apa-apa.
Jeni berlari dan menghampiri erin.
"Ada apa rin lo koq teriak? gue ampe kaget." Ucap jeni bingung.
****** deh erin sekarang jadi pusat perhatian orang-orang yang pada menatap kearah biang ribut. Kak reno menghampiri si cowok yang Erin timpuk pake tas.
"Gavin, lo gak apa-apa?" cowok yang di panggil gavin tiba-tiba aja berdiri tegak tapi tidak menjawab pertanyaan reno alhasil kontak matanya nembus kayak anak panah kemanik mata hitam erin...
__ADS_1