My Two Face

My Two Face
Ep 8


__ADS_3

Erin gak jadi nih kupas tuntas si gavin kalau bahas si merina wajahnya tiba-tiba berubah serem suer bentar-bentar aku yang kena tabok. Mobil gavin berhenti di tikungan dekat rumah erin.


"Erina sori ya, aku udah libatin kamu, gavin menatap lembut erin. "Santai aja paling-paling aku harus sediain stok jantung aja ngeliat tatapan benci kak irgi." Gavin lalu menaikkan alisnya sadar akan kata-kata erin.


Erin yang menyadari ucapanya langsung menatap ke arah jalan, "Eh udah jam segini, aku balik dulu ya kak."


"Erin, kalo kamu butuh something kamu hubungin aku ya." Erin kali ini melotot, Itu sih udah jelas!! kalo kaitannya tentang merina siapa lagi aku hubungin kalo bukan kak gavin, bisa-bisa semaput aku hadapin sendiri." ucap erin, kontan gavin terkekeh.


Erin keluar dari mobil dan memandang kak Gavin yang udah pergi dengan mobilnya.


Jam enam lewat seperempat menit erin keluar dari rumahnya dengan rapi, lebih cepat dari biasanya, erin gak mau aja tiap hari di antar jemput ma kak gavin kesannya seperti ada something diantara mereka, apalagi si kunyuk jeni penasaran sewot gitu, lalu sesuatu yang mengejutkan pun terjadi di dalam bus, terkejut dengan tatapan aneh di dalam bus yang penumpangnya gak rame seperti biasanya.


Cowok itu duduk di seberang kursi erin. Erina yang dari tadi melamun gak perhatiin something wrong dengan cowok di seberang kursinya ini.


Erin yang celingak celinguk menatap para penumpang yang tinggal beberapa orang saja lalu menangkap mata itu yang sedari tadi menatapnya dengan tajam.


Erin yang gak sanggup menatap lebih lama lalu balik kedepan, Siapa lagi ni cowok pikirnya cepat, gila ni merina emang berapa banyak sih cowoknya . Lama-lama gue bisa semaput.


Ketika halte yang di tuju udah nampak, erin turun dan gak di sangka si cowok indo itu juga turun. Erin berbalik dan menatap cowok itu. Lalu tiba-tiba tu cowok menghalangi jalan Erin, sontak erin berhenti dan menatap cowok tampan yang indo itu.


"Siapa kamu !!!" tanya si cowok itu ke erin.


Badan erin kini tegang, dia tahu ni cowok pasti kenal ma merina. Biasanya yang ketemu ma erin dan kenal ma serena pasti selalu nyangka erina itu merina, tapi ni cowok enggak.


"Kamu sendiri siapa," tantang erina juga dengan melotot.

__ADS_1


"kamu bukan merina." kata si cowok. erin terdiam kaku..."kamu siapa sih!! kalo bukan emang kenapa??" balas erin sok berani padahal erin kettar kettir mau kabur.


"kalo kamu bukan Merina, ngapain kamu kerumahnya nyamar jadi dia." Badan erin sontak tegang gak tau mau ngomong apa.


Cowok itu tersenyum, dia udah nyangka dia bukan merina karena dia sendiri yang menyaksikan ketika merina di makamkan, dan dia tak mau beranjak dari pusara cewek yang selama ini bersamanya.


wajah cowok indo itu menarik perhatian cewek-cewek yang mau masuk gerbang sekolah, secara ni cowok gila cakep banget rambutnya yang hitam kecoklatan dan matanya yang coklat karamel, tinggi menjulang pula, cuma sedikit lingkaran hitam di bawah matanya.


"Kalo mau reunian jangan di sini !!! Kalian halangin jalan tahu." Erin berbalik dan terbelalak ternyata kak irgi yang menatap tajam erin dan cowok indo ini.


Irgi tersenyum sinis, "Hebat!! hebat juga cara kamu bisa keluar dari tempat itu, berapa duit tuh sampai kamu bisa keluar dari rehab Raka??"


cowok yang dipanggil raka hanya mengatupkan rahangnya dan tetap memandang erin. "Bukan urusan kamu." Bentak Raka padanya.


"Kalo kamu gak mau bonyok, baiknya pergi deh dari sini, Paham!" dia menaikkan alisnya.


Erin yang ketakutan dan merasa seratus persen gak ada hubungan sama dua cowok ini, yang kayaknya bentar lagi mau berantem, lalu diam-diam erin berbalik mau kabur.


"Kamu mau kemana??" dua cowok itu berbalik ke erin dan kompak juga nanyanya.


"Eh, M...mau..mau ke kelas, bentar lagi bunyi bel."


"Aku belom selesai ngomong !" bentak raka. Erin melotot, ni cowok pak agus banget sukanya bentak-bentak aja.


"Aku tunggu kamu sepulang sekolah." katanya dia lalu balik dan pergi.

__ADS_1


Aku kabur duluan kali, bodo amat pikir erin jengkel. lalu ditatapnya kak irgi yang balik menatap erin. Sorot matanya seperti penasaran padanya.


Baru kali ini irgi mendengar suara erina dan sepertinya dia menangkap sesuatu yang berbeda dari ni cewek.


"Sebaiknya lo cari sekolah yang lain yang bisa elo rusak, Ngerti !" dia lalu ngelewatin erina yang ternganga saking takjubnya. Lama-lama gue kenyang bentakan nih. pikir erin


seabrek pelajaran lewat dari kepala erin gak ada yang singgah, lemas dan gak ada semangat untuk belajar. Erin menyandarkan kepalanya di meja.


"Napa lo ren kok lesu amit!" ke kantin yuk laper nih," erina hanya menaikkan tanganya menyuruh jeni pergi aja sendiri.


"Gak laper, pergi aja ma fari."


"yakin lo kita mau makan di kantin dekat kelas dua belas loh, nggak mau ikut???"


Erin melotot, dulu sih melotot saking senengnya sekarang melotot saking ngerinya ketemu ma kak irgi.


"Ogah ah, gak selera, aku mau nenangin jantung aku yang bentar lagi mau copot," kata erina sengsara.


"okay deh gak ada yang mau lo pesen?" tanya fari. erin geleng-geleng…"gak nafsu makan mpok….."


"Mm…fari, ubi goreng boleh deh ama teh anget”……Jeni mengerutkan alisnya plus bibir memble, ”katanya lo gak napsu makan ren." Erina menutup matanya sambil kembali menyandarkan kepalanya dimeja, "jangan lupa sambelnya ya,” kata erin cuek…


dua sohibnya udah pergi erina ngambil hp di sakunya mau nelpon gavin mau nyampein semua yang tadi pagi, tapi yang di telpon gak ngangkat-ngangkat.


"Ihhhh...katanya kalo ada apa-apa hubungin dia tapi hpnya gak diangkat-angkat, gimana dung tu cowok mau nungguin, kaburnya gimana??"

__ADS_1


__ADS_2