My Two Face

My Two Face
Ep 9


__ADS_3

Bel jam terakhir berbunyi, erin belum juga beranjak dari bangkunya. "Eh kamu kenapa ren gak pulang?" fari yang heran melihat erin yang rada nggak konsen.


"Apa?" oh..ini juga mau pulang bareng yuk." Ucapnya.


"Sori lagi ren aku ada eskul nih biasa." kekeh fari padanya, Rena mencibir..


"mau bikin cake lagi? heran deh lu berdua doyan amat sih masak."


"Iya donk buat masa depan," fari


cengengesan, "lo aja kaliii super cuek."


Erin celingak celinguk memandang gerbang sekolah yang lagi ramai di serbu oleh siswa siswi sma 45 Raya. Sepertinya aman deh erin ngintip di balik gerbang, aku harus nunggu, pas bis lewat aku kabur aja pikir erin sambil ngangguk-ngangguk, atau naik taksi aja kali ya??


Erin nggak menyadari sepasang mata di parkiran dari tadi menatapnya heran. Motor hitam menderu lewat di sampingnya, dia balik ke erin dan melepas helmnya.


"kamu lagi ngapain??" erin terkejut dan melotot, iih..kak irgi mati gue.


"Oh...lagi nungguin solmet kamu ya." ucap Irgi dengan sinis, kekaguman erin pada kak irgi tanpa disadarinya memudar sedikit demi sedikit tiap harinya.


"ih rese banget sih, "erin melotot.."Aku mau ngapain juga urusan aku, ngapain situ yang sibuk." timpal erin.


Erin tanpa sadar menutup mulutnya gak nyangka dia bisa ngelawan kak irgi yang diidolakanya. Erin takjub sendiri spontan kata-kata itu mengalir begitu saja.


irgi menatap erin semakin aneh, apa lagi tipu muslihat yang akan cewek ini keluarkan pikir irgi, cara dia ngomong sama sekali beda dengan merina yang dulu. Irgi sakit hati udah bertahun tahun tapi sakit hatinya nggak mau hilang.


dia udah terlanjur benci sama ni cewek yang pernah masuk dalam hidupnya.


"kamu mau pulang?" tanya Irgi padanya.


"Gak!! mau ngumpet." kata erin cuek yang masih ngawasin daerah TKP kali aja ada tuh cowok.


"Ngumpet?" irgi lalu mengikuti kemana mata erin memandang, dia masih celingak celinguk, Lalu dia ingat kejadian tadi pagi tentang raka yang mau nungguin merin.

__ADS_1


"Ngapain kamu ngumpet bukanya Lu ceweknya raka?" tanyanya tajam.


Nih cowok rese' banget sih, "Ceweknya? Boro-boro gue aja baru lihat." Erin baru nyadar inikan rahasia ***** banget sih.


"Aku lagi berantem sama raka, nggak pernah lihat orang pacaran berantem!!" ralat erin tapi dengan wajah memerah sambil melotot.


"Oooh, berantem??" ucapnya sinis, irgi perhatiin dia yang tiba-tiba melotot menatap sesuatu lalu dia ikutin kemana tatapan erin, tiba-tiba terbentuk senyum di wajahnya.


"Naik!" kata irgi.


Erin yang belum sadar dengan maksud irgi masih cemberut manyun sembunyi di samping pos satpam. irgi memutar matanya lalu menarik lengan erin.


"Eh..kak irgi mau ngapain???"


"nggak dengar ya!? ayo naik sebelum raka melihat ke sini."


Erin terkesiap, apa kupingku nggak salah dengar?


Irgi menuntun erin naik ke atas motornya, erin ngikutin aja nggak ada alternatif laen, tidak jauh dari seberang jalan raka yang lagi sedang bersandar di mobil birunya menangkap peristiwa itu, dia lalu berdiri tegang, dia hendak menyeberang jalan tapi arus lalu lintas pada saat itu lagi padat-padatnya.


Raka nggak tinggal diam, dia lalu masuk ke mobilnya dan mengejar motor irgi.


Irgi yang meskipun ketua osis gak ada yang tahu dia nih termasuk suka ngebut di jalanan, meskipun lalu lintas lagi padat-padatnya dengan lincahnya dia bisa melewati beberapa mobil dan motor.


Erin tunduk aja di belakang irgi, sumpah ! jantung erin mau copot saking cepetnya ni motor.


Erin sadar kemana irgi membawanya, inikan jalan menuju ke rumahnya merina, setibanya di depan rumah merina, erin turun tapi dengan wajah melotot memandang rumah mewah di depanya.


“Lo niat membunuh aku….!!!!” teriak erin yang turun dari motor. Erin mengerutkan dahinya lalu menatap tulisan yang ada di gerbang.


"Ngapain lo bawa aku ke sini?"


Irgi heran sendiri dengan pertanyaan erin.

__ADS_1


"Aneh!!" Sambil melipat tanganya diatas dada tapi masih di atas motornya,


"Ini kan rumah kamu."


Erin mau membalas tapi dilihatnya mobil biru yang berhenti di depan motor irgi, dia membanting pintu mobilnya keras-keras lalu nyamperin erin.


"Kamu nggak denger tadi pagi ya, aku mau ngomong sama kamu." Bentaknya sambil menarik tangan erin menuju ke mobilnya. Irgi spontan turun dari motornya langsung saja juga menarik erin.


Erin yang berdiri diantara mereka yang saling tarik menarik kayak magnet, jelas mengetahui kenapa irgi mempertahankan erin, jelas saja karena dendam sama cowok indo didepannya, bukan karena mau nolongin erin .


"Kalian berdua sinting ya lepasin tanganku, sakit tauuuu!!!" Teriakan erin seperti dianggap angin lalu sama dua cowok yang saling menatap dendam.


"APAAN TUH." Teriak erin menatap sesuatu di depannya, BERHASIL!!! Keduanya teralihkan mendengar teriakan erin, secepat kilat erin nginjak kaki irgi dan menggigit tangan raka yang masih memegangnya, erin lalu berlari sekencang-kencangnya dan dilihatnya mobil hitam gavin.


STOP...STOP." kedua tangan erin di rentangkan sadar bahwa itu mobil gavin. erin langsung saja kabur dan naik di mobil gavin yang terheran heran menatap erin yang ada disini lalu menatap kedua cowok yang mengejar erin, "irgi dan raka?"gumamnya.


Gavin lalu turun dari mobilnya. erin nggak mau turun biar juga di sogok erin bakal diam seperti tokek.


Raka lalu mendatangi mobil gavin tapi di dorong keras oleh gavin.


"Kamu ngapain ada disini?" teriak Gavin,


raka masih tetap menatap erin yang meringkuk nggak mau memandang tiga cowok yang sepertinya sebentar lagi bakal adu silat.


Gavin melotot memandang raka. "Sebaiknya kamu pergi," ancam Gavin intonasinya biasa saja tapi terdengar siap memukul Raka.


"Kamu nggak sadar ini dimana?? HAH!!!" raka menatap tajam Gavin.


"Aku mesti ngomong sama tuh cewek." Irgi mengerutkan alisnya, itu cewek? pikir irgi heran.


Sebelum raka selesai bicara tiba-tiba sebuah pukulan melayang di wajah raka, dia terjatuh di aspal, erin membelalakkan matanya menatap gavin.


"Nggak ada yang perlu kamu omongin sama merin, Jelas !"

__ADS_1


Gavin lalu balik ke mobil dan memutar mobilnya. "Sialan ! berani benar dia ke sini"!!! teriak Gavin di dalam mobilnya.


Erin diam saja, tapi bentar-bentar kaget mendengar caci maki gavin di sampingnya. erin mengelus dadanya, sabar-sabar…gavin lagi kumat.


__ADS_2