Nafkah Batin Untuk Sepupu Istriku

Nafkah Batin Untuk Sepupu Istriku
Nana Merasa Lega


__ADS_3

Bu Asih dan Pak Tanto saling pandang setelah mendengar keputusan dari menantunya barusan. Tak dipungkiri Nana ikut juga memandang suaminya dengan tatapan tak percaya. Ia mengira jika suaminya akan tetap dengan keputusannya yang ingin bercerai. Namun, setelah mendengar penuturan Dana barusan membuat perasaan Nana menjadi sangat lega.


"Apakah kamu serius, Nak?" tanya Pak Tanto.


"Iya, Pak. Dana sudah yakin dengan keputusan ini. Point terpenting yang menjadi alasan Dana tak menceraikan Nana adalah anak. Jadi untuk itu sebagai kepala rumah tangga Dana akan membawa anak-anak dan Nana untuk ikut bersama saya ke Kalimantan."


Pak Tanto dan Bu Asih menghela napas. Ada perasaan lega juga di hati mereka jika Dana mengambil keputusan tersebut. Namun, mereka memikirkan saat Nana dan cucu-cucunya harus berjauhan dengannya. Kedua orangtua Nana pasti akan merasa sedikit kesepian jika tak ada Nana dan ketiga cucunya itu. Walaupun ada dua anak dari kakaknya Nana yang dititipkan dan Riski, tak dipungkiri jika Nana dan ketiga anaknya membawa keramaian di rumah mereka. Jika mereka tak ada, apakah rumahnya akan terlihat sepi?


"Apakah semua anak-anak kamu bawa, Dan? Ibu rasa sepertinya mungkin kamu harus membawa salah satu diantara mereka saja supaya tak merepotkan disana. Dinda juga baru saja masuk di SMK favoritnya," celetuk Bu Asih.


Dinda memang dikabarkan baru saja masuk di salah satu SMK pelayaran yang menjadi tempat favorit gadis remaja tersebut. Tentunya Dinda tak sendirian ia bersekolah disana. Nadia dan beberapa teman lainnya juga ikut masuk disana. Jika Dana mengajak Dinda untuk ikut ke Kalimantan, apakah anak itu mau jika harus pindah sekolah dan memulai semuanya di tempat baru?


"Lalu bagaimana dengan rumah kalian ini. Lantai dua sudah dibangun untuk kamar anak-anak. Jika kalian semua pergi, rumah ini akan menjadi kosong. Tak mungkin 'kan kamu menyuruh Riski tinggal disini dan mengurus rumah ini," ujar Pak Tanto.


Dana termenung memikirkan perkataan dari kedua mertuanya. Ada benarnya juga jika ia membawa ketiga anaknya untuk ikut bersamanya. Rumah ini akan terlihat kosong jika ditinggalkan. Tak mungkin juga ia meminta mertuanya untuk mengurus rumah ini. Usia mereka sudah tua untuk melakukan pekerjaan berat seperti mengurus rumah ini.


"Sebaiknya kamu bawa saja Nizam untuk ikut bersama kalian. Anak itu 'kan masih manja dan tak bisa jauh dari ibunya. Sebaiknya kalian ajak anak itu ikut bersama kalian ke Kalimantan. Sedangkan Dinda dan Aras tinggal disini bersama kakek dan neneknya," usul Pak Tanto.


"Baiklah, biar Nizam saja yang ikut bersama kami. Nanti kita bicarakan keputusan ini dengan anak-anak," ucap Dana menyetujui saran dari mertuanya.


...~~~...


Sore ini Yani sedang membantu melayani pembeli di rumah Bu Desi karena pemilik toko sedang kerepotan menghitung barang. Selain karena ia tak memiliki aktivitas lainnya di rumah, sebaiknya ia datang ke rumah tantenya dan melihat kegiatan apa yang dilakukan Bu Desi dan menantu-menantunya.


"Tan, ini berapa harganya?" tanya Yani sambil mengangkat barang satu paket popok bayi ada Bu Desi yang sedang menghitung barang belanjaan dengan kalkulator.


"45 ribu!" sahut Bu Desi.

__ADS_1


Yani menyerahkan satu pack besar popok bayi tersebut kepada pembeli dan menerima uangnya. Yani menghampiri Bu Desi dan meletakkan uang tadi di dalam meja laci.


"Banyak banget, Tan, belanjaannya," celetuk Yani melihat barang-barang yang berserakan di lantai. Dari kemasan minuman, es krim, popok bayi, dan bahan-bahan pokok lainnya.


"Iya, alhamdulilah barang jualan banyak yang tinggal sedikit karena banyak yang beli."


Bu Desi mengambil uang di laci lalu menghitung jumlahnya. Kemudian ia menyerahkan uang tersebut kepada seorang laki-laki pengantar barang belanjaannya.


"Semuanya pas ya, Pak."


"Siip." Laki-laki tersebut berbalik dan keluar dari rumah Bu Desi. Kemudian mobil box besar tersebut berjalan meninggalkan pelataran rumah langganannya.


"Kaira kemana, Tan?" tanya Yani menanyakan keberadaan cucunya Bu Desi dari anak pertamanya.


"Lagi jalan-jalan ke kota sama orangtuanya. Anak itu mau berenang katanya."


"Kalau Sari, Wisnu, dan Zaskia kemana?" Wisnu dan Sari adalah anak kedua dan menantu Bu Desi. Zaskia anak yang baru berusia satu tahun merupakan anak mereka.


Yani berohria. Bu Desi memiliki dua anak yang sama-sama sudah menikah. Menantu Bu Desi juga pada ramah-ramah dan bagian dari desa tempat tinggal mereka. Istilahnya kedua menantu Bu Desi masih satu desa dengan mereka. Sehingga pihak keluarga dan keluarga menantu-menantu Bu Desi sudah terjalin cukup akrab sebelumnya.


"Yan, tante mau nanya soal masalah kamu."


"Masalah apa, Tan?"


"Masalah kamu sama Herman. Keputusanmu gimana?" tanya Bu Desi. "Maaf jika tante kepo dengan problematika rumah tangga kamu."


Yani menghela napas dan membantu mengatur barang belanjaan Bu Desi. "Ya begitulah tante, Yani masih bersikap acuh sama Bang Herman sampai sekarang."

__ADS_1


"Kamu sudah mengambil keputusan?"


Yani mengangguk. "Sudah, tapi tunggu aku menyembuhkan hati Yani dulu. Baru bilang keputusan Yani terhadap Bang Herman."


Bu Desi terdiam merasa kasihan dengan nasib anak dari sepupunya. Sejujurnya ia menginginkan Yani untuk tak berpisah dengan Herman. Dulu rumah tangga Bu Desi juga kandas dengan perceraian. Suaminya dulu menerapkan ilmu poligami. Bu Desi memang ikhlas menyetujui suaminya itu menikah lagi. Namun, karena suaminya orangnya kasar dan tak ada lagi kecocokan, ia memilih bercerai dari sang suami dan berusaha menghidupi ketiga putranya.


Dulu Bu Desi membangun usaha kecil-kecilan dan membantu lahan tetangga hanya untuk menghidupi kehidupannya dan ketiga putranya. Nafkah dari mantan suaminya masih berjalan baik pada saat itu. Akan tetapi ia memilih mencari uang sendiri karena nafkah dari suaminya hanya untuk anak-anaknya saja. Ia tak ingin mengandalkan uang dari mantan suaminya untuk menghidupi juga kehidupannya.


Alhamdulilah dengan bantuan dari kedua anak-anaknya yang sudah sukses dan dewasa, Bu Desi bisa menikmati hidupnya dengan tenang bersama dengan anak, menantu, dan cucu-cucunya.


Dulu Bu Desi memang memiliki tiga orang anak dan semuanya berjenis kelamin laki-laki. Namun, anak terakhirnya meninggal di umurnya 14 tahun karena sebuah insiden pengeroyokan di kawasan timur.


Maka dari hal itulah ia berharap Yani dan Herman tak bercerai. Yani harus menjalani kehidupannya yang akan menjadi seorang janda nantinya jika Yani memilih tetap bercerai. Disini tak sama seperti di kota. Bahkan untuk membuka usaha harus memakai kendaraan sendiri jika harus mengantarkan barang. Di sini tak ada gojek pesanan yang seperti di kota bisa mengantar barang dengan mudah, hanya dengan memesan menggunakan sebuah aplikasi.


"Dana sudah mengambil keputusan?" tanya Bu Desi.


"Aku kurang tahu, Tan. Waktu kami berdua berdiskusi di atas, ia merasa bimbang dengan keputusannya. Satu sisi ingin menceraikan Nana, tapi di sisi lain ia memikirkan anak-anaknya jika tak memiliki orang tua yang lengkap. Serba salah sih yang menjadi pihak korban perselingkuhan. Masih harus memikirkan keluarga dan anak-anak jika memilih jalan perceraian," jelas Yani mengingat pembicaraannya dengan Dana.


"Bukannya dia mau balik lagi ke Kalimantan?"


"Kapan dia kembali kerja?" tanya Yani.


"Kan dia disini cuma 3 Minggu atau sebulan masa cutinya. Terhitung saat ia kembali sebelum acara syukuran rumah dan masalah kalian, sudah berjalan hampir dua Minggu lebih," jelas Bu Desi.


Yani mengangguk. "Berarti dua atau tiga hari ia kembali ke Kalimantan jika mengambil cuti 3 Minggu."


"Entah." Bu Desi mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


Yani memikirkan Dana kali ini. Jika kepergiannya ke Kalimantan tinggal beberapa hari lagi, mungkin pria itu sudah mengambil keputusan tentang masalah rumah tangganya. Yani tak tahu apakah Dana akan tetap mempertahankannya atau memilih berpisah. Dilihat dari wajah Dana waktu tempo hari, masih ada keraguan di raut wajah laki-laki tersebut. Namun, Yani berharap jika Dana sudah mengambil keputusan, itu berarti Dana sudah yakin akan keputusannya yang dia ambil dan mungkin itu adalah jalan terbaik baginya.


Satu episode lagi bakalan tamat!!


__ADS_2