Nafkah Batin Untuk Sepupu Istriku

Nafkah Batin Untuk Sepupu Istriku
Jalan-jalan (S2)


__ADS_3

Just information : Cerita season 2 kali ini full karangan fiktif ya guys. Tidak ada campur tangan dari kisah nyatanya. Kecuali di season 1 karena eps 1-20 itu ada bagian dari kisah nyata yg diambil.


...~~~...


Hari libur pun tiba. Namun, para pekerja hanya mendapat hari istirahat full dalam sehari maksimal 3x dalam sebulan. Tidak ada pilihan lain bagi para pekerja karena memang dituntut harus menyelesaikan proyek tersebut dengan cepat, takut akan menggangu kemacetan di area-area pembangunan dekat jalan.


Herman dan regu timnya memilih untuk jalan-jalan di daerah Kalimantan Barat tersebut. Tidak jauh mencari tempat, hanya mengunjungi beberapa wisata yang ada di Singkawang, Kalimantan Barat.


Pertama-tama, mereka akan mengunjungi Taman Bukit Bougenville, Singkawang. Taman ini hanya berjarak enam kilometer dari pusat kota Singkawang dan membutuhkan waktu hanya 15 menit saja, jika tak ada kendala.


Hari Sabtu, Herman mengajak teman-temannya berlibur ke kawasan alam sejuk di pagi hari jam 9. Untuk kali ini Herman meminta izin kepada Pak Sanja untuk meminjamkan mobil kantornya ingin mengajak anak buahnya jalan-jalan di daerah Singkawang. Beruntungnya Pak Sanja ini orangnya baik. Beliau memberikan izin kepada Herman untuk meminjamkan mobilnya.


Sepuluh orang tersebut langsung naik kedalam mobil yang untungnya Herman mengambil mobil yang muatannya cukup besar. Walaupun Herman telah mengambil mobil yang cukub besar, tetapi, para teman-temannya tetap harus berdesakan saat duduk. Tidak leluasa banyak bergerak bagi penumpang. Namun, teman-temannya tak mempermasalahkan hal itu karena mereka semua sudah antusias dari kemarin ingin jalan-jalan ke beberapa tempat di Singkawang, Kalimantan Barat.


Taman Bukit Bougenville ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00 sampai 21.00 WITA. Harga tiket masuk ke kawasan wisata ini relatif terjangkau, yakni Rp 10.000 per orang. Dan kali ini Herman berbaik hati membayarkan tiket tersebut untuk semua orang.


Taman ini mempunyai area seluas 1,5 hektar. Sebagian besar area ini ditutupi dengan rumput dan dipercantik dengan berbagai tanaman hias dengan Bougenville adalah tanaman yang paling mendominasi. Ada lebih dari 46 jenis Bougenville tumbuh dan dikembangkan di taman ini. Taman ini juga didesain sealami mungkin untuk menghadirkan nuansa sejuk dan asri. Salah satu kelebihan taman ini adalah lokasinya yang sangat strategis, berlokasi di lembah dan menghadap ke Gunung Passi serta dikelilingi alam pedesaan yang asri. Tak lupa, disediakan juga track untuk pejalan kaki sehingga anda yang gemar berpetualang dapat merasakan suasana hutan yang menghadirkan sensasi tersendiri.


Pada bagian lain terlihat ada kolam. Diatas kolam ini terdapat jembatan yang memotong kolam dengan tulisan “Bukit Bougenville” pada sisi jembatan. Sementara itu ada patung naga yang meliuk-liuk pada bagian bawah kolam dengan kepala yang menjulang keatas jembatan. Bila dilihat dari bentuknya yang seperti ular, maka naga ini bisa dipastikan merupakan hewan mitologi yang berasal dari Tiongkok. Bukannya seperti bentuk naga yang umum ditemui pada mitologi yang berasal dari Eropa.


Taman ini dinamakan dengan nama Bukit Bougenville, dikarenakan ada banyak bunga Bougenville yang tumbuh di lokasi taman. Bougenville atau yang juga disebut dengan bunga kertas merupakan salah satu tanaman hias yang populer. Tanaman ini mempunyai batang yang kecil dimana arah tumbuhnya tidak bisa tegak. Daya tarik utama dari Bougenville adalah bunganya yang mempunyai warna yang cerah.


Namun, warna yang cerah itu bukan berasal dari kelopak bunga seperti pada kebanyakan bunga jenis lainnya. Bagian dengan warna yang menarik tersebut adalah daun pelindung bunga Bougenville yang disebut dengan seludang bunga. Sementara yang merupakan bunga dari tanaman Bougenville adalah bunga kecil yang berada ditengah-tengah seludang bunga.


Ketika bunga Bougenville sudah mekar, biasanya tanaman ini akan merontokkan sebagian daunnya. Ciri ini bisa digunakan sebagai pertanda bahwa bunga dari tanaman Bougenville telah mekar. Sementara bila bunganya sedang dalam perkembangan, makan seludang bunganya akan berbentuk kuncup menutupi keseluruhan bagian bunga. Seludang bunga dari Bougenville terlihat tipis sekali. Oleh karena itulah tanaman ini disebut juga dengan bunga kertas, untuk menunjukkan bentuk seludang bunga yang tipis seperti kertas.


Sementara kata Bougenville diberikan oleh seorang ahli botani bernama Philibert Commercon yang ikut ekspedisi mengelilingi dunia menggunakan kapal yang dipimpin Louis Antoine de Bougainville. Kata bougenville populer digunakan di Indonesia untuk merujuk kepada bunga kertas.


"Cok, fotoin gue dong disitu," titah Anto meminta tolong Badri memfotokannya. Badri pun menerimanya dan segera memfoto Anto yang latar belakangnya dipenuhi oleh tanaman hias.


Cekrek!


"Lagi!" Anto pun mulai berganti gaya dan meminta Badri memfotonya lagi.


Sebanyak lima foto dengan beda gaya Badri ambil. Ia segera memberikan ponsel itu kepada pemiliknya, memperlihatkan hasil jepretannya. Sedangkan yang lain pun juga sama ikut berfoto ria di lokasi tersebut. Mereka semua kompak memposting foto mereka ke akun aplikasi biru dan tak lupa juga mengirimkannya ke keluarga mereka masing-masing.

__ADS_1


"Ayo, kita jalan lagi!" titah Herman.


Selain dapat menikmati keindahan bunga Bougenville, di taman ini para wisatawan juga akan disuguhi berbagai macam tanaman hias lainnya seperti Anggrek, Anggrek Hitam Kalimantan, Anthurium, Sri Rejeki (Aglonema), dan lain sebagainya. Sri rejeki adalah tanaman yang biasanya tumbuh di kawasan hutan hujan tropis, yaitu jenis hutan yang berada disekitar khatulistiwa. Ciri khas tanaman ini adalah mempunyai akar serabut dengan batang yang tidak mempunyai kambium seperti pada pohon keras. Sementara daunnya terlihat menyirip dengan beberapa turunan yang telah dikembangan, sehingga menambah kecantikan dari tanaman sri rejeki.


"Sejuk juga ini tempat," ucap Anto menikmati alam yang tersaji disekitarnya.


"Ho'oh, sejuk dan asri. Kamu dapat wisata ini darimana, Her?" tanya Badri.


"Di internet. Cari tempat-tempat sejuk di daerah Singkawang ini," jawab Herman.


Selain dapat menikmati keindahan bunga Bougenville, kawasan wisata ini pun memiliki fasilitas yang sudah cukup lengkap. Mulai dari sarana umum yakni tempat parkir yang luas, mushola, pondokan-pondokan untuk tempat bersantai, rest room, kolam renang mini untuk pengunjung yang sengaja datang membawa putra-putri tercinta hingga hutan homogen yang dikenal dengan “Area Super Sejuk”.


Inilah salah satu tempat yang paling digemari para wisatawan saat berkunjung di Taman Bukit Bougenville, yakni hutan homogen. Kawasan ini disebut dengan Area Super Sejuk karena di kawasan ini dipenuhi dengan rerimbunan pohon gaharu. Jadi tidak salah apabila hutan homogen ini dijuluki Area Super Sejuk. Di lokasi ini selain bisa menikmati udara yang super sejuk, para wisatawan juga bisa memanfaatkan keindahan hutan homogen ini sebagai tempat untuk foto pre-weeding, foto bersama sanak keluarga, atau sahabat tercinta.


Selain dapat menikmati tanaman hias, di Taman Bukit Bougenville ini juga terdapat kebun buah. Tanaman buah yang berada di lokasi ini merupakan jenis buah-buahan yang sering dijual para pedagang di Singkawang. Saat berkeliling ke kebun buah ini, para wisatawan dapat menemui koleksi tanaman buah, seperti durian, rambutan, belimbing dan alpukat.


"Ini boleh kita panjat dan petik gak, buahnya?"


Herman mengedikkan bahu, tak tahu. "Entah, tapi kalo kena tegur jangan salahin aku ya?"


Nah, setelah berkeliling Taman Bukit Bougenville ini, bagi para wisatawan yang memiliki hobi menanam bunga atau sekedar mengkoleksi bunga, bisa membeli langsung bibit bunga yang tersedia di rumah kaca taman ini. Harga bibit bunga tersebut bervariasi tergantung jenis bunga yang ingin dibeli.


"Abis ini kita kemana lagi?" celetuk Muhlis.


"Kita akan ke tempat yang sama seperti ini. Namun, dengan pariwisata yang berbeda," jawab Herman setelah mereka keluar dari tempat pariwisata Taman Bukit Bougenville.


Setelah itu, Herman mengajak yang lain ke tempat wisata lain, yaitu Taman Gunung Sari. Namun, sebelum kesana mereka mampir terlebih kepada ke tempat makan terdekat mengisi perut mereka untuk makan siang.


Berlokasi di jalan Karya Pasiran, Singkawang Barat, Kota Singkawang, destinasi wisata Gunung Sari tersebut menyajikan berbagai macam wahana. Mulai dari fasilitas jogging track, jembatan selfie, sepeda gantung, rumah pohon, spot foto, toilet, serta halaman parkir.


Taman Gunung Sari ini dibuka untuk umum yang beroperasional setiap hari tanpa ada batasan waktu. Menariknya, pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk memasuki lokasi taman ini. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan, hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp.2000 untuk kendaraan roda dua dan Rp.5000 untuk kendaraan roda empat. Di depan lokasi taman, terdapat beberapa spot jajanan dan minuman yang dapat dibeli untuk dikonsumsi seraya menikmati suasana taman.


Memasuki lokasi taman, mereka langsung disambut dengan kesejukan yang akan membuat merasa betah untuk berlama lama disana. Tak mengherankan, sebab taman satu ini berlokasi di kaki Gunung Sari. Taman Gunung Sari ini termasuk salah satu destinasi wisata terbaru yang bisa dikunjungi saat berada di Singkawang.


"Kemana dulu kita nih?" tanya Anto.

__ADS_1


"Mau mencar apa bersama-sama?" tanya Herman.


"Sama-sama saja deh, nanti takut nyasar tau disini."


"Nggak mungkinlah kita nyasar. Nanti 'kan kita bisa minta tolong sama orang-orang atau penjaga disini jika kita mau keluar."


"Jadi gimana? Mau sama-sama atau pisah?" tanya Herman.


"Sama-sama saja deh!"


"Yasudah, kita jalan ke area sana dulu."


Pertama-tama mereka ingin mencoba sepeda gantung yang memiliki panjang 30 meter dengan ketinggian 4 meter. Herman dan yang lain bergiliran untuk mencobanya menikmati adrenalin bersepeda di udara tersebut didampingi oleh petugas.


Setelah menikmati fasilitas sepeda gantung, mereka kembali berkeliling melihat-lihat taman kawasan gunung sari tersebut sambil berfoto ria di tempat-tempat bagus disana.


"Kapan-kapan kita jalan-jalan lagi kesini. Sekalian ajak timnya Taryo supaya tambah ramai jalan-jalannya," celetuk Anto.


"Tim Taryo jalan-jalan kemana tadi?"


"Mereka mau ke tempat-tempat bukit gitu yang background-nya pegunungan. Aku nggak tahu apa namanya," jawab Herman.


"Kapan-kapan kita kesana, Her. Penasaran bagaimana pemandangan hutan dan pegunungan disana," celetuk Anto.


"Kau ini kek anak kecil saja yang belum menikmati jalan-jalan," cibir Muhlis.


"Kan mumpung kita lagi berada disini. Sekalian saja kita kunjungi wisata-wisata yang ada di Kalimantan sebagai petualangan kita selama disini," balas Anto membuat Muhlis memutar bola matanya.


"Dilihat nanti kalo kita diizinkan bawa mobil lagi sama Pak Sanja," jawab Herman.


Taryo beserta anak buahnya juga ikut berliburan ke wisata yang ada di Singkawang. Namun, mereka memilih spot-spot berlatar pegunungan yang indah diselimuti kabut awan. Sebenarnya Herman juga diajak kesana beramai-ramai mengunjungi lokasi tersebut. Namun, Herman sudah membuat rencana lain mengunjungi tempat wisata tadi dan menolak ajakan Taryo.


"Kalian mau gak jika kita jalan-jalan ke daerah Kalimantan Selatan?" celetuk Herman yang membuat teman-temannya terdiam menatapnya.


...~~~...

__ADS_1


Selamat menikmati hari-hari terakhir di bulan ramadhan ini guys. Semoga kita bisa dapat bertemu dengan bulan ramadhan berikutnya, amiin.


__ADS_2