Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Sikap aneh Nisa


__ADS_3

Gio yang akan ke ruangan atasannya tak sengaja melihat wanita yang sedang berjalan menuju ke lift. wajah wanita itu tidak jelas karena dia melihatnya dari kejauhan. tapi pakaiannya seperti yang di kenakan oleh Nisa tadi.


Setelah selesai dengan urusannya, Gio pergi ke ruangan Alvin untuk meminta tanda tangan di berkas penting.


Coba deh aku cek Nisa masih di dalam tidak." batin Gio yang kini sedang berdiri di depan pintu masuk ruangan itu.


Tok Tok


Kedua orang yang ada di dalam segera menjauhkan diri saat mendengar ketukan pintu.


"Masuk!" Teriak Alvin agar terdengar dari luar.


Gio sudah membuka pintu itu. dia segera masuk dan memberikan berkas kepada Alvin.


"Maaf Pak, ini semua yang harus di tanda tangani." ucap Gio sambil menaruh berkasnya di atas meja.


Alvin mulai membaca berkas itu. sedangkan Gio tampak menatap ke semua penjuru ruangan. namun tidak ada siapa-siapa disana kecuali Alvin dan Selena.


"Maaf Pak, ada yang ingin saya tanyakan." ucap Gio yang kini sedang berdiri di depan Alvin.


"Bicaralah!" pinta Alvin


Gio langsung mendekat ke arah Alvin dan membisikan sesuatu.


"Tadi Nisa datang kesini dan saya menyuruhnya untuk ke ruangan Bapak sendiri. tapi ternyata dia tidak disini. apa sudah pulang?" bisik Gio di telinga Alvin.


Alvin terkejut saat mengetahui Nisa datang ke kantor. keterkejutannya itu bukan karena dia seperti orang yang sedang terpergok selingkuh atau apa. namun dia terkejut Nisa datang itu untuk apa. tidak ada pembicaraan apapun darinya tadi pagi jika dia akan ke kantor siang ini.


Gio menatap raut wajah Alvin yang terlihat terkejut. namun dia tak berani berkomentar karena Alvin juga tidak menanggapi perkataannya.


"Kalau begitu saya permisi." Gio mengambil berkas yang sudah di tanda tangani. dan dia segera keluar dari ruangan itu.


"Sayang, Asistenmu itu bicara apa sih?" tanya Selena kepada Alvin setelah melihat Gio keluar dari sana.


"Cuma urusan kantor kok." jawab Alvin berbohong.


"Tapi kok pakai berbisik segala?"


"Oh, itu karena hal penting sayang. jadi kamu juga tidak boleh mendengarnya."


"Ya sudah, tapi aku sudah lapar nih. kita makan siang di luar yuk?" ajak Selena

__ADS_1


"Nanti sayang sebentar lagi yah." ucap Alvin yang masih sibuk berkutat dengan laptopnya.


"Iya deh" Selena memilih untuk beranjak dari kursi yang ada di depan Alvin. dia memilih untuk pindah ke sofa yang ada di ruangan itu.


Setelah selesai dengan pekerjaannya, Alvin segera keluar bersama Selena. semua karyawan tampak memberi hormat saat berpapasan dengan mereka. semua yang di kantor itu juga tahu jika Alvin dan Selena berpacaran. jadi mereka menghormati Selena sama seperti menghormati Alvin.


Nisa sudah kembali ke rumah. dia memilih untuk mengurung diri di kamar untuk merenungkan fikirannya. terutama perasaannya yang tak karuan.


Bu Siti tidak melihat anaknya keluar dari kamar setelah kepergian Nisa tadi siang.


"Pah, ini sudah sore loh. tapi kok Nisa tidak keluar juga yah dari kamar?"


"Mungkin sedang tidur Mah."


"Iya juga sih, oh iya Mamah mau keluar sebentar yah Pah." ucap Bu Siti meminta ijin.


"Kemana?" tanya Pak Ahmad


"Mau ke tempat teman, Mamah mau menengoknya karena sedang sakit."


"Ya sudah Papah ikut."


"Ayo Pah!" kini Bu Siti keluar dari rumah itu diikuti oleh Pak Ahmad yang berjalan di belakangnya.


Kemana mereka? batin Alvin lalu segera melangkah menuju ke kamar Nisa.


Alvin sudah berada di depan kamar Nisa. dia akan membuka pintu kamar itu namun terkunci.


Tok tok


Berulang kali dia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam.


Nisa dimana sih? apa dia tidak di rumah." batin Alvin


Nisa yang sedang tidur sedikit terusik karena mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya. dia segera beranjak dari tempat tidur untuk membukakan pintu.


Cklek


"Maaf aku ketiduran." ucap Nisa yang kini sudah membuka pintu. Nisa kembali masuk ke kamar dan berbaring di atas tempat tidur.


Alvin yang melihat itu merasa heran.

__ADS_1


Ada apa dengan dia? kenapa jadi doyan tidur gitu?" batin Alvin lalu segera menuju ke sofa dan duduk disana. setelah duduk sebentar, Alvin memilih untuk membersihkan diri.


°°


Malam harinya Bu Siti memanggil anak dan menantunya yang ada di dalam kamar untuk mengajaknya makan malam bersama.


Tok tok


"Nisa, Alvin, ayo kita makan malam." Bu Siti berdiri di depan pintu kamar anaknya.


Cklek


Ternyata Alvin yang membukakan pintu kamar.


"Iya Mah, tapi Nisa masih tidur Mah." kata Alvin


"Tidur? masa jam segini sudah tidur sih?" tanya Bu Siti yang merasa heran.


"Iya Mah, dari tadi siang kayaknya tidur terus."


"Kenapa dengan anak itu." gumam Bu Siti lalu segera masuk ke dalam kamar.


Bu Siti mendekati Nisa yang sedang tidur.


"Nis bangun dong, kamu kenapa sih mendadak aneh seperti ini?" Bu Siti menggoyang-goyangkan badan anaknya.


"Emm ada apa sih Mah?" kini Nisa sudah membuka kedua matanya.


"Kamu kenapa sih? jam segini itu tidak boleh tidur famali." ucap Bu Siti


"Maaf Mah" jawab Nisa lemes.


"Kamu kenapa lemes gitu kayak orang kekurangan makan."


"Memang Nisa tidak makan dari siang Mah." ucap Nisa jujur


"Astaga, cepat sholat dulu. setelah itu ke bawah makan malam bersama kita." ucap Bu Siti kepada anaknya. lalu Bu Siti beralih menatap Alvin. "Vin, tungguin Istrimu sampai dia selesai sholat. nanti kalian turun ke bawah bersama." pinta Bu Siti kepada Alvin.


"Baik Mah" jawab Alvin


Setelah Nisa selesai sholat Maghrib, keduanya memilih untuk bergabung dengan Bu Siti dan Pak Ahmad di ruang makan.

__ADS_1


°°°


__ADS_2