
Sudah lima hari ini Iqbal mengajar Alvin mengaji. Iqbal belum tahu jika Alvin itu suaminya Nisa. lebih tepatnya wanita yang dia kagumi. karena di rumah Alvin tidak ada foto mereka berdua yang di pajang. hanya di dalam kamar saja foto Alvin dan Nisa di pajang di dinding. itupun foto setengah badan. karena kalau foto full body di pajang hukumnya haram.
Alvin biasa belajar di ruang perpustakaan yang ada di rumahnya. tentu Iqbal yang merupakan seorang pelajar sangat senang saat melihat banyaknya buku. apalagi dia mahasiswa yang sangat pintar.
Terlihat Alvin dan Iqbal keluar dari ruang perpustakaan. Alvin baru selesai belajar ngaji.
"Sudah selesai ngajarnya Nak Iqbal?" tanya Bu Hilya yang melihat Iqbal sedang berjalan mendekatinya.
"Sudah Bu, kalau begitu saya pamit dulu." ucap Iqbal berpamitan. namun mereka tidak bersalaman karena bukan mahram.
"Iya Nak Iqbal, hati-hati yah di jalan."
"Siap Bu" jawab Iqbal
"Iqbal, tunggu dulu!" Alvin menghentikan langkah Iqbal.
Iqbal kembali membalikan badannya.
"Iya Mas Alvin, ada apa?" tanya Iqbal sambil menatap Alvin.
"Untuk besok tidak usah datang karena besok hari sabtu. hari sabtu sore sama minggu sore yah tidak usah datang." ucap Alvin kepada Iqbal.
"Baik Mas" jawab Iqbal tanpa bertanya apa alasannya.
Iqbal segera pergi meninggalkan rumah itu.
Setelah kepergian Iqbal, Bu Hilya dan Alvin saling mengobrol.
"Al, besok Nisa beneran pulang?" tanya Bu Hilya
"Iya Mah, tadi Nisa kirim pesan ingin di jemput." kata Alvin
"Syukurlah, Mamah juga kangen sama Nisa." ucap Bu Hilya
"Apalagi aku Mah, aku kangen banget tidur ada yang peluk."
__ADS_1
"Baru puasa beberapa hari juga sudah tidak kuat, dasar Alvin." goda Bu Hilya
"Puasa? aku tidak puasa?" Alvin belum mengerti dengan maksud dari perkataan Ibunya.
"Maksud Mamah itu puasa nyentuh Istrimu." kata Bu Hilya
"Oh itu, ah Mamah tahu saja." ucap Alvin sambil tersenyum.
"Tahu dong, itu sudah kebutuhan lelaki." ucap Bu Hilya lalu kembali bertanya.
" Oh iya Al, kamu masih berhubungan sama Selena tidak?" tanya Bu Hilya
"Tidak Mah, cuma Selena masih suka ke kantor. walaupun sudah beberapa kali di usir satpam." jawab Alvin jujur.
"Terus kamu membiarkan dia datang terus?"
" Tidak Mah, kemarin sempat Al kasih peringatan." kata Alvin
"Nah, harus tegas dong. jangan sampai kamu tergoda lagi sama wanita itu." ucap Bu Hilya memberikan peringatan.
"Semangat amat jawabnya. pasti ini karena Nisa."
"Iya dong Mah, Istri cantik gitu loh."
"Iya Mamah tahu, lagi cinta-cintanya nih kamu."
Alvin hanya tersenyum menanggapi perkataan Ibunya.
Keduanya masih asyik mengobrol. Bu Hilya terus menggoda Alvin. dia sebenarnya sempat ragu jika Alvin tidak bisa menerima Nisa sebagai Istrinya. tapi nyatanya Alvin sekarang terlihat sangat mencintai Nisa.
°°°
Alvin akan menjemput Nisa di pesantren. dia sekarang sedang bercermin sambil merapihkan rambutnya. Alvin menyemprotkan parfum di kemeja yang dia kenakan. Alvin langsung keluar dari kamar setelah dia merasa sudah rapih dengan penampilannya.
Bu Hilya melihat anaknya yang sedang melangkah ke arahnya.
__ADS_1
"Mah, Mamah coba cium aroma parfumku. ini sudah wangi atau belum yah. kalau belum nanti Alvin tambahin." ucap Alvin menyuruh Ibunya.
Bu Hilya langsung menghirup aroma parfum anaknya.
"Kalau menurut Mamah sih sudah pas. memangnya kenapa? tumben kamu tidak pede dengan penampikanmu? dan juga, tidak biasanya pulang kerja langsung sudah wangi dan rapih. biasanya kamu masih rebahan di kamar." ujar Bu Hilya menatap aneh tingkah anaknya.
"Masa Mamah lupa sih, Alvin mau menjemput Nisa." ucap Alvin
"Pantas saja kamu bertingkah seperti ini."
"Iya dong Mah, biar tidak malu-maluin.
ya sudah Alvin ijin pamit dulu Mah." ucap Alvin lalu menjabat tangan Bu Hilya.
"Hati-hati Nak" ucap Bu Hilya sambil menatap anaknya yang baru melangkah pergi.
Alvin hanya mengacungkan jempolnya. lalu dia kembali melanjutkan langkahnya.
Saat ini mobil Alvin sudah berada di dekat gerbang masuk pesantren. baru juga dia akan menelfon Nisa, ternyata Nisa sudah terlebih dahulu muncul di depan mobilnya. Nisa sudah paham sekali dengan mobil suaminya. jadi, tanpa Alvin keluar dari mobil juga Nisa sudah tahu jika itu suaminya.
Nisa membuka pintu mobil. di langsung masuk ke dalam. Nisa duduk di sebelah suaminya.
"Sayang, kita langsung pulang atau mau pergi kemana dulu?" Alvin bertanya kepada Istrinya.
"Langsung pulang saja Mas." ucap Nisa
Alvin segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.
Saat melewati jalanan yang sepi, Kevin memilih untuk menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Mas, kok kita berhenti sih?" Nisa bertanya karena merasa heran.
"Mas kangen sekali sama kamu sayang." ucap Alvin sambil melepaskan sabuk pengaman yang dia pakai.
Alvin menarik Nisa agar lebih dekat dengannya. Alvin mulai m*ncium Istrinya untuk menyalurkan rasa kerinduannya.
__ADS_1
°°