Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Part.53


__ADS_3

Alvin sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya di kantor. dia mendengar ketukan pintu dari luar ruang kerjanya.


Tok tok


"Masuk!" ucap Alvin


Cklek


Pintu ruangan terbuka dan masuklah Anita dengan membawa bekal makan siang.


"Kak Alvin, eh maksudnya Mas Alvin, ini Anita bawakan makan siang," ucap Anita lalu berjalan mendekati Alvin.


Anita duduk di kursi depan meja kerja Alvin.


"Ngapain kamu datang?" Alvin menatap tak suka dengan kehadiran Anita.


Anita tidak menjawab perkataan Alvin. dia malah membuka bekal makanan yang dia bawa.


Alvin kembali fokus mengerjakan pekerjaannya.


"Biar aku suapin Mas, Aa aaa...." Anita mengambil makanan dengan sendok lalu mencoba untuk menyuapkan ke Alvin.


"Kamu apa-apaan sih," Alvin menatap tajam Anita. menurutnya Anita sangatlah mengganggu.


Lihat saja Mas Alvin, aku pasti bisa mengambil hatimu," batin Anita lalu menutup kembali tempat bekal makan yang dia bawa.


"Aku tinggal di sini yah, nanti Mas Alvin makan. aku permisi dulu," Anita tersenyum menatap Alvin lalu dia beranjak dari duduknya. Anita pergi meninggalkan ruangan itu.


Setelah kepergian Anita, Alvin menghubungi Asistennya. lalu dia menyerahkan makanan itu kepada Asistennya.


Aku jadi keinget sama Nisa," gumam Alvin lalu dia mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja. Alvin langsung menghubungi Istrinya.


📞"Hallo ada apa?"


📞"Cuma mau telfon saja sayang, kamu sudah makan siang belum sayang?" tanya Alvin


📞"Belum nih, aku lagi ingin makan ayam penyet pinggir jalan, tapi tidak ada yang beliin," ucap Nisa dari balik telfon.


📞"Biar Mas yang beliin yah," ucap Alvin


📞"Memangnya Mas Alvin tidak sibuk?"


📞"Tidak kok sayang," ucap Alvin


Kini keduanya sudah selesai bertelfonan. sebenarnya Alvin sibuk namun demi Istrinya, dia rela melakukan apapun.


Alvin membereskan meja kerjanya. lalu dia segera pergi keluar.


Alvin akan mencari penjual ayam penyet di pinggir jalan.


Setelah cukup lama berkeliling, akhirnya dia menemukan penjual ayam penyet itu. dia membeli dua porsi ayam penyet untuk Nisa dan untuk dirinya.

__ADS_1


Kini Alvin langsung mengendarai mobilnya menuju ke rumah orang tua Nisa.


Akhirnya Alvin sampai juga di rumah orang tua Nisa. dia segera turun dari mobil setelah dia memarkirkan mobilnya.


Alvin melangkah mendekati pintu masuk.


Tok tok


Alvin mengetuk pintu rumah itu. kebetulan Bu Siti yang membukakan pintu rumahnya.


"Assalamu'alaikum Mah," ucap Alvin


"Waalaikum'salam Nak Alvin, tumben pulang cepat," ucap Bu Siti


"Iya nih Mah, tadi Alvin habis beliin Nisa ayam penyet," jawab Alvin


"Pantas saja dari tadi Nisa bolak balik buka pintu, ternyata dia nungguin kamu datang," ucap Bu Siti


"Benarkah?"


"Benar Nak, ayo masuk!" ajak Bu Siti


Alvin langsung masuk ke dalam rumah. Alvin melihat Nisa yang sedang duduk di ruang tengah sambil menonton televisi.


"Sayang, nih ayam penyet pesanan kamu sudah datang," Alvin berjalan mendekati Istrinya. lalu dia menaruh bungkusan ayam penyet itu di atas meja.


Nisa langsung menyambar bungkusan itu lalu membukanya.


"Tunggu! cuci tangan dulu," ucap Alvin saat melihat Nisa hendak memakannya.


Nisa buru-buru pergi saat melihat Alvin yang sudah ada di sampingnya dan ikut mencuci tangan.


Alvin melihat Nisa yang sedang makan tanpa ada sisi feminimnya sama sekali. Alvin tersenyum menatap Istrinya yang terlihat begitu lahap.


Alvin duduk di depan Nisa dan mengambil bungkusan makanan miliknya. namun Nisa menahan makanan itu.


"Kenapa?" Alvin menatap tangan Nisa yang sedang memegang bungkusan makanan yang masih tertutup.


"Ini buat aku," ucap Nisa


"Kamu masih kurang?"


"Iya, kasihan anakmu mau nambah," ucap Nisa


Alvin membiarkan Nisa mengambil makanannya.


Bu Siti menghampiri Nisa yang sedang makan.


"Nis, kok kamu makan dua bungkus, suamimu di kasih dong," pinta Bu Siti


"Jangan Mah, enak nih dedenya mau nambah," ucap Nisa sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Astaga kamu kok jadi jorok gitu Nis, kalau bicara jangan sambil ngunyah dong," ucap Bu Siti


"Biarkan saja Mah, yang penting Nisa dan bayinya senang," sahut Alvin


"Kamu tidak ilfil Nak?"


"Tidak juga si Mah," jawab Alvin


"Biar Mamah ambilkan makan untuk kamu yah, kebetulan Mamah juga sudah masak," ucap Bu Siti kepada Alvin.


"Tidak usah Mah, biar Alvin ambil sendiri saja. kebetulan nih Alvin juga sudah lapar," Alvin beranjak dari duduknya lalu dia segera pergi ke ruang makan.


Setelah selesai makan, Alvin memilih untuk melaksanakan sholat dzuhur terlebih dahulu sebelum dia kembali ke kantor.


Terlihat Alvin yang sedang melangkah menuruni tangga. Alvin menghampiri Nisa yang sedang duduk di depan televisi.


"Ekhm ekhm," Alvin berdehem namun Nisa tetap fokus menatap layar televisi.


"Ekhm ekhm," Alvin kembali berdehem sedikit keras.


Nisa menatap Alvin yang sedang berdiri tak jauh darinya.


"Mas, kalau batuk minum komik saja," kata Nisa


Astaga, punya Istri tidak pengertian sekali. mungkin karena masih ngambek sama aku." batin Alvin


"Sayang, Mas mau pamit pergi lagi yah," ucap Alvin


"Iya Mas," jawab Nisa


Alvin mendekati Nisa dan mengajaknya bersalaman.


"Ih cuek sekali sih," Alvin mencium punggung tangan Istrinya.


Cup


Alvin mengecup kening Istrinya.


"Ih Mas Alvin masih pegang-pegang sih," ucap Nisa sambil menatap suaminya.


"Maaf sayang maaf," ucap Alvin sambil mencubit gemas pipi Istrinya.


"Ishhhh Mas Alvin," Nisa memanyunkan bibirnya sambil menatap Alvin.


"Uluh uluh Istriku ini kalau lagi manyun gini makin cantik saja," goda Alvin


"Mas Alvin pergi deh," ucap Nisa mengusir suaminya.


"Iya deh Mas pergi, Assalamu'alaikum sayangnya Mas," ucap Alvin


"Waalaikum'salam," jawab Nisa

__ADS_1


Setelah berpamitan, Alvin segera pergi dari sana. Nisa senyum-senyum sendiri setelah suaminya tidak ada di sana. baginya, Alvin tidak menyerah untuk mendapatkan perhatian darinya walaupun Nisa sengaja cuek karena masih kesal.


°°°°


__ADS_2