Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Belum hamil juga


__ADS_3

☆Hy readers😊 alur cerita di percepat karena takut bosan bacanya kalau cerita datar-datar saja☆


°


°


°


Tiga tahun kemudian


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. kini Nisa sudah lulus kuliah. bahkan saat ini dirinya sudah bekerja di sebuah perusahaan besar bersama dengan Melda.


Pernikahan Nisa dan Alvin juga sudah empat tahun lamanya. namun Nisa belum juga di karuniai seorang anak. dia juga berusaha dan berdoa. bahkan selalu rutin meminum obat herbal yang di kasih oleh Bu Hilya. sudah satu tahun ini, dia juga memilih untuk tinggal di rumah bersama suaminya. dia tidak tinggal di pesantren lagi.


Saat ini Alvin, Nisa, dan orang tuanya sedang sarapan bersama.


"Uhuk uhuk," Pak Alex batuk di sela-sela sarapannya. karena memang akhir-akhir ini sering sakit-sakitan.


"Al, coba kamu ajak Istrimu periksa ke Dokter kandungan. Mamah ingin secepatnya punya cucu. lagian Papahmu juga sudah sakit-sakitan." ucap Bu Hilya kepada anaknya.


"Iya Mah, nanti Alvin ajak Nisa periksa ke Dokter." ucap Alvin


"Uhuk uhuk...tidak perlu terburu-buru Mah." kata Pak Alex


Perasaan Nisa saat ini tak karuan. Ibu mertuanya yang dulu sangat perhatian, kini sedikit cuek. mungkin karena dia belum juga memberinya seorang cucu.


"Harus cepat Pah, lagian Mamah juga ingin sekali punya cucu." ucap Bu Hilya


Alvin menatap Istrinya yang sedang fokus sarapan. Nisa terlihat tenang karena dia tidak mau terlihat sedih di depan suaminya. dia tidak mau suaminya jadi kefikiran. hubungan antara dia dan suaminya masih baik-baik saja. Alvin sangat mencintai Nisa dan perasaan itu tak akan berubah meskipun Nisa belum memberikannya keturunan.


Setelah selesai sarapan, Alvin mengajak Istrinya untuk bersiap-siap pergi ke Dokter kandungan.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" Alvin bertanya kepada Istrinya yang kini sedang berdiri di depan cermin sambil merapihkan jilbabnya.


"Memangnya aku kenapa Mas? aku baik-baik saja kok." jawab Nisa


"Maafin Mamah yah," ucap Alvin kepada Istrinya.


"Iya Mas, lagian semua Ibu juga sama kok pasti cemas jika anaknya belum hamil juga. seperti Mamah Siti, tapi dia tidak terlalu menekan Nisa." ucap Nisa


Alvin memeluk Istrinya dari belakang.


"Apapun keadaanmu aku tetap mencintaimu sayang." ucap Alvin

__ADS_1


"Aku juga mencintai kamu Mas." Nisa memegang tangan Alvin yang kini sedang memeluknya.


Semoga saja rasamu itu tidak akan berubah, Mas Alvin." batin Nisa


Setelah bersiap, kini Alvin dan Nisa segera pergi ke Rumah Sakit.


Sesampainya di Rumah Sakit mereka langsung mendaftar dan menunggu nomor antrian. Tak lama, akhirnya kini giliran Nisa yang masuk ke ruangan Dokter. dia mulai menceritakan keluhannya kepada Dokter. lalu Dokter langsung memeriksa.


Kata Dokter, memang Nisa susah untuk hamil tapi itu bukan berarti jika dia tidak bisa hamil. Alvin juga terus memberikan semangat kepada Nisa agar dia tidak sedih. karena rejeki bisa datang kapan saja termasuk kehamilan. walaupun kata Dokter dia susah hamil, tapi tidak ada yang tidak mungkin jika Allah Swt sudah berkehendak. sekarang mereka hanya bisa berusaha dan berdoa.


Saat ini Alvin dan Nisa sedang duduk bersantai di kantin Rumah Sakit. Alvin menatap Istrinya yang terus mengaduk-ngaduk minumannya.


"Sayang, kamu kenapa?"


"Tidak kok, aku tidak apa-apa," ucap Nisa sambil tersenyum menatap suaminya.


"Jangan terlalu di fikirkan sayang, yang sabar yah." ucap Alvin


"Iya Mas" jawab Nisa


Hanya sebentar mereka di kantin. saat ini keduanya memilih untuk pulang.


°°


"Wah sudah pada pulang, jadi bagaimana Nis? apa kata Dokter?" Bu Hilya menatap serius ke arah Nisa.


"Nisa susah hamil Mah, itu yang Dokter katakan." ucap Nisa sedikit lesu.


Nisa melihat kekecewaan di wajah Bu Hilya.


Bu Hilya pergi begitu saja dari hadapan mereka. Alvin mengusap punggung Istrinya agar Istrinya itu tenang.


"Sayang, kamu ke kamar saja yah. Mas mau bicara dulu sama Mamah."


"Iya Mas, tapi Mas Alvin janji yah jangan berantem sama Mamah gara-gara aku."


"Iya sayang, ya sudah lebih baik Mas antar kamu ke kamar." Alvin menuntun Nisa menuju ke kamar mereka.


Setelah mengantar Nisa, Alvin langsung menghampiri Ibunya yang saat ini sedang duduk di taman belakang rumah. ternyata ayahnya juga ada disana.


"Mah, Mamah sabar yah, kalau saatnya tiba pasti Nisa akan hamil kok." ucap Alvin yang kini duduk di salah satu bangku taman yang ada di depan ibunya.


"Mau nunggu sampai kapan Al? sampai Mamah sakit-sakitan seperti ayahmu?"

__ADS_1


Ternyata Nisa ada di balik pintu dan mendengar obrolan mereka. dia mengikuti kepergian suaminya. namun dia sengaja bersembunyi di balik pintu untuk mendengarkan obrolan mereka. jujur Nisa sangat sedih mendengar perkataan mertuanya.


Andai saja aku sudah hamil pasti aku tidak merasa tersisih seperti ini. Ibu mertua yang sangat baik kini berubah dari cuek dan terlihat tidak suka kepadaku." batin Nisa sambil menghapus air matanya yang menetes di sudut matanya. Nisa memilih untuk pergi dari sana. dia akan kembali ke kamarnya.


"Mah, dulu Mamah yang paksa Alvin untuk menikah dengan Nisa. sekarang Mamah terlihat tidak menerima Nisa karena dia belum hamil. Alvin bingung sama Mamah." setelah mengatakan itu Alvin pergi dari sana. dia ingin menghampiri Istrinya yang saat ini berada di dalam kamar.


"Mah, jangan terlalu menekan mereka. Papah tidak apa-apa kok kalau belum punya cucu." ucap Pak Alex kepada Istrinya.


"Mamah malu Pah, anak teman-teman Mamah yang baru nikah beberapa bulan saja langsung pada hamil."


"Sabar Mah, rezeki itu sudah ada yang mengatur."


Bu Hilya hanya diam saja tak menanggapi perkataan suaminya.


Tring


Terlihat ada panggilan masuk dari ponsel Bu Hilya. dia mengangkat panggilan telfon dari sahabatnya.


📞"Hallo Jeng, Assalamu'alaikum," ucap Bu Hilya


📞"Waalaikum'salam Jeng, saya boleh minta tolong tidak?" ucap Bu Lela


📞"Minta tolong apa?" tanya Bu Hilya


📞"Keluarga saya kena tipu oleh menantu saya, Jeng Hilya bisa bantu saya tidak? pinjamkan uang untuk kami mengontrak. karena uang keluarga kami di bawa pergi semua oleh menantu saya."


📞"Baiklah , saya akan temui Jeng Lela di tempat biasa. nanti waktunya saya infokan."


📞"Terima kasih Jeng,"


📞"Sama-sama," jawab Bu Hilya


Kini kedunya sudah selesai bertelfonan.


"Bu Lela kenapa Mah?" tanya Pak Alex kepada Istrinya.


"Kena tipu Pah sama menantunya sendiri." ucap Bu Hilya


"Kita harus membantunya Mah."


"Iya Pah, ini juga Mamah akan ketemuan sama Jeng Lela.


Setelah selesai mengobrol dengan suaminya, Bu Hilya memilih untuk kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


°°°°


__ADS_2