
Menjelang malam, Nisa dan Alvin baru pulang ke rumah. mereka benar-benar menghabiskan seharian ini dengan pergi berdua.
Bu Hilya melihat anak dan menantunya yang baru pulang.
"Nak, kalian kok lama sekali pulangnya?" tanya Bu Hilya kepada anak dan menantunya.
"Iya nih, kita habis pacaran seharian." jawab Alvin
"Wah pasti cape yah, kalian ke kamar dulu mandi, terus makan, istirahat." ucap Bu Hilya
"Paling mandi sama istirahat saja Mah. kalaiu makan sudah tadi di luar." kata Alvin kepada Ibunya.
"Ya sudah"
Alvin dan Nisa berlalu pergi menuju ke kamar mereka. sesampainya di kamar, keduanya memilih untuk mandi bersama. sebenarnya sih Nisa yang mandi duluan, tapi tiba-tiba Alvin ikut masuk ke dalam. karena pintu kamar mandinya lupa di kunci. akhirnya Nisa membiarkan suaminya untuk ikut mandi bersamanya. setelah selesai mandi, mereka memilih untuk sholat maghrib berjama'ah karena kebetulan adzan sudah berkumandang.
Keduanya memilih untuk mengaji bersama. itulah rutinitas mereka sekarang setelah sholat. Nisa juga sedang belajar membiasakan diri untuk mengaji setelah sholat. walaupun saat ini dia sedang tidak berada di pesantren. mereka mengaji sampai menjelang Isya. saat terdengar adzan Isya, barulah mereka menyudahinya. keduanya memilih untuk mengambil wudhu kembali. lalu mereka segera sholat berjama'ah lagi.
Alvin menatap Istrinya yang saat ini sedang melipat mukena yang tadi dia pakai.
"Sayang, kita di kamar saja yah. kita tidak usah keluar kamar." pinta Alvin kepada Istrinya.
"Tapi Nisa tidak enak sama Mamah kalau sama sekali tidak menyapa dan mengobrol bersama." ucap Nisa
"Tidak apa-apa sayang, Mamah juga pasti mengerti kok. apalagi waktu kepulangan kamu ini sangat singkat. ayolah, habiskan malam ini di kamar saja." Alvin mencoba untuk membujuk Istrinya.
"Baiklah kalau itu maunya Mas Alvin." akhirnya Nisa mengiyakan permintaan suaminya.
Alvin memilih untuk mengunci pintu kamar karena takut jika ada yang mengganggu. sedangkan Nisa sudah terlebih dahulu berbaring di atas tempat tidur. Alvin menghampiri Istrinya dan dia duduk di samping Istrinya yang sedang berbaring.
"Sayang, apa Mas boleh minta itu." ucap Alvin sambil membelai wajah cantik Istrinya.
"Boleh Mas, tapi Nisa masih sedikit cape." jawab Nisa
__ADS_1
"Kamu cukup menikmati saja sayang. biar Mas yang bekerja keras memanjakan si boy." kata Alvin kepada Istrinya.
"Siapa si boy?" tanya Nisa yang tak mengerti.
"Ini si boy" ucap Alvin sambil menunjuk bagian bawahnya yang masih tertutup rapat oleh celana.
"Mas Alvin ini aneh, masa pakai di kasih nama segala." gumam Nisa sedikit menertawakan suaminya.
"Jangan salah dong sayang, biar Mas makin semangat jadi Mas kasih nama." kata Alvin dengan penuh percaya diri.
"Iya deh terserah Mas Alvin." ucap Nisa
Kini Alvin mulai melancarkan aksinya. Nisa hanya menikmati kelakuan dari suaminya. karena jujur saja dia juga menyukai itu.
Alvin melakukannya hingga lewat tengah malam. bahkan dia melihat Nisa yang sudah lemas sejak tadi karena ulahnya. Alvin tak membiarkan Nisa istirahat lama. dia hanya memberikan waktu sebentar lalu dia melakukannya lagi dan lagi.
Alvin menyelimuti badan mereka berdua yang sedikit basah penuh keringat. dia memilih untuk memejamkan kedua matanya.
°°°
"Kenapa lihatin suamimu? apa aku tampan?" Alvin bertanya kepada Istrinya.
Nisa malah mendudukan dirinya di atas tempat tidur tanpa menjawab pertanyaan suminya.
"Kenapa tak menjawabku?" tanya Alvin
"Aku malu" jawab Nisa
"Kenapa harus malu sayang? bukannya kita sudah saling melihat. bahkan letak tahi lalat ditubuhmu juga aku tahu." ucap Alvin kepada Istrinya.
"Mas apa-apaan sih?" terlihat Nisa mengalihkan arah pandangnya karena merasa malu.
"Hehe, kamu lucu kalau malu-malu seperti itu." kata Alvin menggoda Istrinya.
__ADS_1
Nisa masih terlihat malu-malu menatap suaminya. dia hendak beranjak namun Alvin menahannya dan menarik tangannya. kini Nisa terjatuh ke atas tubuh suaminya.
"Besar" kata itu yang terlontar dari mulut Alvin.
"Apanya yang besar?" tanya Nisa yang kurang mengerti.
Alvin menatap dada Nisa yang menempel di dadanya.
"Iisshhh Mas Alvin kok m*sum sekali sih." Nisa langsung beranjak dari atas suaminya. dia berlari menuju ke kamar mandi.
Alvin terkekeh geli menatap tingkah Istrinya.
°°
Alvin merasa sedih karena harus berpisah lagi dengan Istrinya. baru kemarin dia bisa berduaan bersama, sekarang dia harus berpisah lagi dengan Istrinya. pagi ini Alvin akan mengantar Istrinya ke pesantren. saat ini Nisa sedang berpamitan kepada mertuanya.
"Mah, Pah, Nisa pergi dulu yah." ucap Nisa berpamitan.
"Hati-hati yah Nak" ucap Bu Hilya kepada menantunya.
"Iya Mah, kalau begitu kita pergi sekarang. Assalamu'alaikum" ucap Nisa sambil menatap keduanya.
"Waalaikum'salam" jawab Bu Hilya dan Pak Alex bersamaan.
Bu Hilya dan Pak Alex melihat kepergian Nisa dari depan rumahnya.
Mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di depan pesantren. ada rasa tak rela saat dia harus berpisah dengan Istrinya.
"Sayang, kalau Mas kangen, kita bisa menginap di hotel kan? kebetulan di depan pesantren ini ada hotel tuh." ucap Alvin kepada Istrinya.
"Memangnya kalau santri boleh menginap di luar yah? sepertinya tidak. " kata Nisa
Alvin tampak lesu, dia harus menunggu minggu depan lagi agar bisa bertemu dengan Istrinya.
__ADS_1
°°°