Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Pilih kasih


__ADS_3

Sore ini Alvin dan Nisa baru pulang kerja. mereka pulang bersama-sama karena tadi Alvin menjemput Nisa ke kantor.


"Assalamu'alaikum," ucap Alvin dan Nisa saat mereka memasuki rumah.


"Waalaikum'salam," jawab Bu Hilya yang saat ini sedang duduk bersama Anita.


Alvin hendak melangkah ke kamar bersama Istrinya. namun Bu Hilya menghentikan langkahnya.


"Al, kesini dulu Nak! kita ngobrol-ngobrol dulu sama Nak Anita," pinta Bu Hilya kepada anaknya.


"Alvin lelah, mau ke kamar dulu," ucap Alvin lalu dia menggandeng tangan Istrinya menuju ke kamarnya.


"Al,," Bu Hilya berteriak memanggil anaknya. namun Alvin tetap melanjutkan langkahnya dan tidak menoleh ke belakang.


"Sudah Tan, mungkin Kak Alvin mau istirahat. kasihan juga kecapean baru pulang kerja."


"Iya Nak, oh iya kamu nanti pulangnya malam saja yah, biar ikut makan malam di sini bareng kita. nanti biar Tante masakin yang enak-enak." Bu Hilya membujuk Anita biar mau makan malam bersama.


"Anita tidak enak Tan, lagian tadi pamitan sama Mamah cuma pergi sebentar," ucap Anita


"Biar Tante yang meminta ijin ke Jeng Lela, pasti mengijinkan kok."


"Terserah Tante saja," jawab Anita


Bu Hilya segera menghubungi Bu Lela dan meminta ijin agar Anita pulang agak lama. kebetulan Bu Lela juga mengijinkannya. setelah selesai bertelfonan dengan Bu Lela, Bu Hilya segera ke dapur untuk memasak. sebenarnya Anita ingin membantu, namun Bu Hilya melarangnya.


Nisa yang baru sampai ke dapur meihat Bu Hilya sedang memotong bawang.


"Mah, biar Nisa saja yang masak, lebih baik Mamah istirahat saja," ucap Nisa kepada mertuanya.


"Tidak usah biar saya saja," jawab Bu Hilya


"Biar Nisa bantu yah," Nisa menawarkan diri untuk membantu mertuanya.


"Tidak perlu, kamu pergi saja!" Bu Hilya mengusir Nisa. dia tidak mau di bantu oleh Nisa karena dia mau masak spesial untuk Anita.


Nisa pergi dari dapur. dia kembali ke kamarnya untuk menghampiri suaminya.


Alvin melihat Istrinya yang kembali ke kamar.


"Sayang, kok kamu kembali lagi? kamu tidak jadi masak?" Alvin bertanya kepada Istrinya.


"Iya Mas, Nisa tidak jadi masak. itu Mamah yang lagi masak. tadi juga Nisa sudah menawarkan diri untuk membantu tapi Mamah tidak mau." jawab Nisa

__ADS_1


"Ya sudah kamu istirahat saja sini," Alvin menepuk-nepuk sofa sebelahnya.


Nisa menghampiri suaminya lalu duduk di sebelahnya.


"Mas, kamu tidak menemui tamu kamu tuh," kata Nisa sambil menoleh menatap suaminya.


"Siapa?"


"Anita," jawab Nisa


"Malas ah, ngapain juga aku menemuinya," ucap Alvin


"Tapi nanti Mamah marah loh," ucap Nisa


"Sudahlah sayang, jangan bahas Anita lagi! mending sekarang kita menonton televisi saja," Alvin segera mengambil remot tv yang ada di atas meja. lalu dia mulai menyalakan tv yang ada di kamar itu.


Saat ini Bu Hilya sudah selesai memasak. dia menghampiri Anita sebentar lalu dia ke kamar untuk membersihkan diri.


°°


Terdengar suara adzan maghrib berkumandang. Bu Hilya menghampiri Alvin yang ada di kamar.


Tok tok


"Dimana Alvin?" tanya Bu Hilya


"Ada Mah, sedang wudhu," jawab Nisa


"Siapa sayang?" Alvin melihat Istrinya yang sedang berdiri di depan pintu masuk.


"Ini Mamah mencari Mas Alvin," jawab Nisa


Alvin menghampiri Ibunya yang saat ini sedang berdiri di depan istrinya.


"Ada apa Mah?"


"Kita sholat di ruang tengah saja berjama'ah," ucap Bu Hilya


"Baik Mah," Alvin tidak menolak ajakan Ibunya. karena sholat berjama'ah itu besar pahalanya.


Saat ini Alvin dan Nisa sudah berada di ruang tengah yang terletak di lantai bawah. Alvin memposisikan sebagai imam sholat. kebetulan Anita juga berada di sana. dia sangat kagum melihat Alvin terlihat tampan menggunakan baju koko dan sarung.


Setelah iqomah, Alvin segera memulai sholat. Anita menyimak setiap bacaan yang Alvin baca. dia begitu kagum mendengar suara Alvin yang begitu faseh melafadzkan suratan pendek.

__ADS_1


Setelah sholat maghrib berjama'ah, Bu Hilya mengajak semuanya untuk makan malam.


Nisa duduk di sebelah suaminya. sedangkan Anita duduk di depan Alvin.


"Nita, kamu makan yang banyak yah," Bu Hilya mulai memasukan nasi dan lauk ke piring milik Anita.


"Tidak usah repot-repot Tante, saya bisa sendiri kok," ucap Anita


Sejak tadi Nisa melihat Bu Hilya yang begitu perhatian kepada Anita. dia sangat merindukan perhatian seperti itu dari Bu Hilya. karena sudah lama dia tidak mendapatkannya.


"Sayang, di makan dong," ucap Alvin saat melihat Istrinya sama sekali belum menyentuh makanan yang ada di piring Istrinya.


"Iya Mas," jawab Nisa dan mulai menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya.


Setelah selesai makan malam, mereka segera meninggalkan ruang makan. kecuali Nisa yang membereskan piring kotor bekas mereka makan dan akan mencucinya.


Bu Hilya sudah mengajak Anita ke ruang keluarga. bahkan mereka saling mengobrol.


Bu Hilya melihat Nisa yang akan menaiki tangga menuju ke kamarnya.


"Nisa," Bu Hilya memanggil Nisa sehingga Nisa menghentikan langkahnya.


"Iya Mah," Nisa menoleh dan menatap mertuanya.


"Tolong bicara sama Alvin suruh megantarkan Anita pulang. sekarang yah, nggak pakai lama!" pinta Bu Hilya kepada menantunya.


"Baik Mah," setelah mengatakan itu Nisa melanjutkan lagi langkahnya.


Saat ini Nisa sudah berada di kamar.


"Mas Alvin, tadi Mamah menyuruh Mas Alvin untuk mengantar Kak Anita pulang," Nisa menyampaikan perkataan yang tadi di sampaikan oleh Bu Hilya.


"Ah malas, ngapain juga aku yang mengantar," tolak Alvin


"Jangan seperti itu Mas, mungkin karena sudah malam jadi Mamah meminta Mas Alvin untuk mengantarkannya," ucap Nisa memberikan pengertian kepada suaminya.


"Kamu tidak cemburu?"


"Ngapain aku cemburu, lagian aku tahu kalau cinta Mas Alvin hanya untuk aku," ucap Nisa


"Baiklah, demi Istriku aku mau mengantar Anita," ucap Alvin


Alvin berpamitan kepada Nisa untuk segera pergi. Nisa menyuruh suaminya pergi karena dia percaya jika suaminya tidak mungkin macam-macam.

__ADS_1


°°°


__ADS_2