
Sore harinya Alvin mengajak Nisa untuk menjemput ayah dan ibunya yang ada di rumah sakit.
Saat ini keduanya sudah sampai di rumah sakit. mereka segera melangkah menuju ke ruangan Pak Alex. kebetulan Pak Alex dan Bi Hilya juga akan pulang. mereka berpapasan dengan anak dan menantunya di lorong rumah sakit.
"Pah, maaf kami telat," ucap Nisa sambil menatap Pak alex.
"Tidak apa-apa Nak, harusnya kalian tidak perlu repot-repot, lagian Papah tidak apa-apa kok kalau pulang berdua saja," kata Pak Alex sambil menatap anak dan menantunya.
"Nah iya tuh harusnya kamu di rumah saja Al, temenin Anita di rumah sendirian," ucap Bu Hilya kepada anaknya.
"Memangnya Anita di rumah kita?" tanya Pak Alex
"Iya Pah, Mamah yang menyuruhnya," ucap Bu Hilya
Pak Alex hanya menghela nafasnya. dia tak habis fikir jika Istrinya masih tetap berambisi untuk mendekatkan Alvin dan Anita.
Hanya sebentar mereka mengobrol, kini Alvin membantu memapah Pak Alex hingga ke mobilnya. Alvin langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.
Sesampainya di depan rumah, Bu Hilya terlebih dahulu melangkah masuk. sedangkan Pak alex hanya di papah oleh Alvin. Bu Hilya yang sudah masuk ke rumah langsung mencari keberadaan Anita.
"Nit, Nita," Bu Hilya berteriak memanggil Anita.
__ADS_1
Anita yang berada di kamar tamu segera keluar saat dia mendengar ada yang memanggilnya.
"Iya Tante," ucap Anita sambil menutup pintunya.
"Syukurlah kamu masih di sini Nak."
"Iya Tan, tadi kan Tante sendiri yang menyuruh Anita tetap di sini," ucap Anita
"Ayo ikut Tante!" Bu Hilya menggandeng tangan Anita menuju ke ruang keluarga.
Kebetulan Alvin dan yang lainnya juga ada
disana.
"Om sudah sehat?" tanya Anita sambil tersenyum menatap Pak Alex.
"Alhamdulilah Nak," jawab Pak Alex
"Nita, Tante mau bicara penting loh sama kamu, kita ke taman belakang saja yuk," ajak Bu Hilya
"Iya Tan," Anita yang baru duduk langsung beranjak lagi dari duduknya.
__ADS_1
Bu Hilya menggandeng tangan Anita dan langsung pergi ke taman belakang rumah.
Saat ini keduanya sudah duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
"Nit, Tante ingin sekali jika kamu menikah sama Alvin," ucap Bu Hilya kepada Anita.
"Tapi Alvin sudah menikah Tan, dan kelihatannya sangat mencintai Istrinya," kata Anita
"Iya Tante tahu, tapi Tante ingin sekali punya cucu. kamu mau kan menikah dengan Alvin," Bu Hilya memegang kedua tangan Anita sambil menatapnya penuh harap.
"Bagaimana yah Tan," Anita tampak berfikir. dia memang mengagumi Alvin, namun dia tidak mau di bilang pelakor.
"Plis yah demi Tante," Bu Hilya masih tetap berharap agar Anita mau menerima tawarannya.
"Anita mau, tapi kan ada Kak Nisa," ucap Anita
"Kamu tenang saja, itu biar jadi urusan Tante. walaupun kamu jadi yang kedua tapi tetap jadi menantu yang paling Tante sayang."
"Makasih Tan, karena Tante sudah baik sama aku," kata Anita
"Harusnya Tante yang berterima kasih sama kamu karena kamu sudah mau menerima tawaran Tante," kata Bu Hilya
__ADS_1
Setelah selesai mengobrol, Bu Hilya mengajak Anita untuk masuk ke dalam rumah. Anita langsung berpamitan untuk pulang karena dia merasa sudah cukup lama berada di sana. dia juga merasa tidak enak kepada Alvin dan Nisa.
°°°