
Alvin menghampiri Istrinya yang saat ini masuk ke kamar. dia melihat Istrinya sedang duduk di pinggiran ranjang.
"Sayang," Alvin memanggil Istrinya. kebetulan Nisa duduk membelakanginya.
Nisa buru-buru menghapus air matanya. lalu dia menoleh menatap suaminya.
"Ada apa Mas?" tanya Nisa dengan sedikit tersenyum.
Alvin menghampiri Nisa dan duduk di sebelahnya.
"Sayang, mungkin sebaiknya kita pindah rumah saja. atau mungkin tinggal di rumah orang tua kamu dulu untuk sementara waktu," ucap Alvin kepada Istrinya.
"Tidak perlu Mas, aku ingin tetap di sini. apalagi Papah sedang sakit. kalau bukan kita sebagai anak yang merawatnya, lalu siapa?"
"Sayang, sungguh mulia sekali hatimu, walaupun Mamah selalu memojokan kamu, tapi kamu tetap kuat," ucap Alvin
Tok tok
Alvin dan Nisa mendengar pintu kamarnya di ketuk.
"Biar aku saja yang membukanya," ucap Alvin lalu dia beranjak dari duduknya.
Cklek
Alvin melihat Ibunya berdiri di depan pintu.
"Ada apa Mah?" Alvin bertanya kepada Ibunya.
"Itu pesanan kamu sudah datang," ucap Bu Hilya memberi tahu.
"Baik Mah, Alvin akan segera turun," kata Alvin
Bu Hilya segera pergi dari hadapan anaknya. Alvin mengambil ponsel miliknya lalu dia keluar kamar untuk mengambil pesanannya.
Alvin membawa empat bungkus makanan. yang dua dia kasihkan untuk orang tuanya dan yang dua bungkus lagi dia bawa ke kamar. niatnya dia akan makan malam di kamar bersama Istrinya.
__ADS_1
"Sayang, kita makan dulu yuk!" Alvin yang baru sampai di kamar mengajak Istrinya untuk makan bersama.
"Iya Mas," Nisa beranjak dari duduknya. kebetulan dia masih duduk di pinggiran ranjang. dia melangkah menuju ke sofa yang ada di kamar itu.
Alvin menghampiri Istrinya dan duduk di sebelahnya. Alvin mulai membuka bungkusan makanan yang dia bawa. lalu menggeser makanan itu sehingga kini ada di depan Istrinya.
"Terima kasih Mas," ucap Nisa sedikit memperlihatkan senyumannya.
"Sama-sama sayang, ayo di makan!"
"Iya Mas," ucap Nisa lalu mulai menyuapkan makanan itu ke dalam mulut.
Setelah selesai makan malam, keduanya memilih untuk beristirahat di dalam kamar.
°°°°°°
Pagi ini Nisa sedang bersiap untuk berangkat ke kantor. kebetulan semua urusan rumah sudah dia selesaikan semua. padahal Nisa sangat cape harus membersihkan rumah sebesar itu sendirian. namun dia harus melakukannya. karena memang Bu Hilya sudah lama tidak memakai jasa pembantu rumah tangga.
"Sayang, ayo kita turun!" ajak Alvin saat melihat Istrinya sedang merapihkan jilbab yang dia pakai.
"Sebentar Mas," Nisa menyambar tas miliknya yang tergeletak di pinggiran ranjang. lalu dia melangkah keluar dari kamar mengikuti suaminya yang sudah keluar duluan.
Bu Hilya melihat anak dan menantunya yang baru duduk di depannya.
"Al, nanti sore kamu pulang awal yah, Nak Anita mau main ke sini loh?" kata Bu Hilya memberitahu anaknya.
"Alvin pulang seperti biasa saja Mah, lagian Alvin ini Bos, jadi harus memberikan contoh yang baik dengan pulang kerja tepat waktu," kata Alvin yang memang takut Istrinya salah paham.
Nisa mulai mengambil nasi dan lauk tanpa menghiraukan mereka yang sedang mengobrol. Alvin juga mendadak diam tak lagi menimpali perkataan Ibunya yang terus membahas Anita di sela-sela kegiatan makannya.
Setelah selesai sarapan, Nisa mengambil piring bekas makan mereka lalu dia mencucinya. setelah selesai mencuci piring, dia langsung menghampiri suaminya yang sudah menunggunya.
Nisa dan Alvin berpamitan kepada Bu Hilya dan Pak Alex yang kebetulan sedang duduk di ruang keluarga. setelah berpamitan keduanya langsung pergi keluar rumah.
Nisa memasuki mobil suaminya. dia duduk di depan, di sebelah suaminya.
__ADS_1
Alvin mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumah itu. dia akan mengantar Istrinya terlebih dahulu. lalu, baru dia pergi ke kantornya.
Tak lama, mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di depan gerbang masuk kantor Istrinya bekerja.
"Mas aku turun dulu yah, sekalian mau bilang jika aku akan mengajukan resign," ucap Nisa sebelum dia turun dari mobil.
"Kamu jadi resign?"
"Iya Mas, mungkin ini yang terbaik untuk aku," jawab Nisa
"Mas hanya mendukungmu sayang, kamu hati-hati yah," Alvin mengecup sekilas kening Istrinya.
Nisa dan Alvin saling berjabat tangan. lalu dis mengecup singkat punggung tangan suaminya. setelah itu barulah dia keluar dari dalam mobil.
Alvin menatap Istrinya hingga masuk ke dalam kantornya. setelah memastikan Istrinya sudah masuk ke dalam, dia segera pergi meninggalkan tempat itu.
Nisa yang baru datang di sambut hangat oleh sahabatnya.
"Nisa, akhirnya kamu datang juga," ucap Melda yang terlihat senang.
"Iya Mel, tapi aku ada kabar buruk untuk kamu," kata Nisa
Melda melihat wajah serius Nisa.
"Apa Nis? aku penasaran nih?"
"Aku mau mengajukan resign, dan nanti kita tidak bertemu lagi," ucap Nisa
"Yah, tidak asyik dong kalau tidak ada kamu, lagian ngapain sih pakai resign segala?"
"Aku mau fokus mengurus keluarga, biar cepat hamil juga. mungkin karena kecapean jadi belum hamil juga sampai sekarang."
"Aku doakan semoga di sini cepat ada kehidupan, ucap Melda sambil mengusap perut Nisa.
"Amin," jawab Nisa penuh harap.
__ADS_1
Setelah melihat atasannya datang, Nisa segera pergi ke ruangan atasannya. dia membicarakan niatnya untuk resign. dia juga menyerahkan kertas yang merupakan surat resign. Nisa sedikit memaksa dan memohon agar pengajuan resignnya segera di proses. setelah selesai bicara dengan atasannya, Nisa segera pergi keluar ruangan itu. dia kembali ke meja kerjanya.
•••