Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Hotel


__ADS_3

Hanya satu minggu Nisa berada di rumah bersama suaminya. kini dia harus kembali ke pesantren. karena pasti ngajinya banyak ketinggalan.


Alvin belum rela jika harus LDR lagi dengan Istrinya. karena dia belum puas menghabiskan waktu berdua bersama Istrinya. namun dia tidak bisa egois. karena Nisa harus tetap kembali ke pesantren.


Nisa berpamitan kepada Bu Hilya karena akan pergi ke pesantren.


"Mah, Nisa pamit yah," ucap Nisa sambil memeluk Bu Hilya.


"Iya Nak, jangan lupa jamunya di minum terus yah," ucap Bu Hilya


"Baik Mah" jawab Nisa lalu dia langsung mengucapkan salam. "Assalamu'alaikum"


"Waalaikum'salam" jawab Bu Hilya


Setelah berpamitan, Nisa dan Alvin segera pergi. Bu Hilya menatap kepergian Nisa hingga mobil yang di naiki Nisa semakin menjauh dari pandangannya.


Alvin dan Nisa saling mengobrol di sepanjang perjalanan mereka.


"Sayang, kamu jaga diri baik-baik yah. dan jangan melirik cowok lain."


"Iya Mas, lagian aku tidak macam-macam kok. ngapain melirik cowok lain kalau suami sendiri juga setampan ini." kata Nisa


Mendengar perkataan Istrinya, Alvin menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kok berhenti?" Nisa bingung melihat Suaminya yang tiba-tiba menghentikan mobilnya.


"Mas mau minta sesuatu sayang." ucap Alvin lalu mendekatkan wajahnya dengan Istrinya. keduanya saling b*rciuman. bahkan tangan Alvin sudah menjalar kemana-mana.


"Mas, jangam disini!" ucap Nisa saat suaminya menyingkap gamis yang dia pakai.


"Kita mampir ke hotel depan pesantren kamu dulu yah sayang. Mas sudah tidak tahan."


"Iya Mas" Nisa hanya menurut perkataan suaminya.

__ADS_1


Kini keduanya sudah sampai di depan hotel. Alvin dan Nisa langsung masuk ke dalam. Alvin segera memesan kamar. setelah mendapat kunci kamar, dia mengajak Istrinya ke kamar itu.


Sesampainya di kamar, Alvin buru-buru membimbing Istrinya untuk tiduran di atas kasur. namun sebelum itu dia melepas dulu jilbab yang di pakai oleh Istriya.


Nisa hanya menurut dan menikmati semua yang di lakukan oleh suaminya. hingga dia tak sadar jika sekarang dia tidak memakai sehelai benangpun. cukup lama Alvin melakukan itu hingga Istrinya kelelahan.


Tring tring


Nisa mendengar ponselnya berdering.


"Mas berhenti dulu! itu ponselku bunyi," ucap Nisa kepada suaminya.


"Biar Mas yang ambilin sayang," ucap Alvin tanpa menghentikan aktivitasnya


Alvin memberikan ponsel itu kepada Nisa.


"Mas aku mau angkat telfon, kamu berhenti dulu!" pinta Nisa


Alvin menghentikan sejenak aktivitasnya saat Nisa hendak menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Hallo Nis, kamu lagi ngapain? kok seperti sedang--" Melda tak lagi melanjutkan perkataannya karena dia terkejut mendengar suara d*sahan sahabatnya.


Nisa berbicara kepada Alvin dan sedikit menjauhkan ponselnya. namun Melda tetap mendengar suara d*sahan dari balik telfon. kali ini dia mendengar suara d*sahan lelaki yang sangat nyaring.


"Nanggung sayang, Mas sudah selesai," ucap Alvin lalu segera melepaskan miliknya.


"Astaga" Nisa buru-buru mematikan panggilan telfonnya.


Kini keduanya segera bebersih setelah selesai dengan kegiatan mereka. namun hanya mencuci muka dan mencuci bagian tertentu. Nisa akan mandi di pesantren saja.


Alvin mengantar Istrinya ke pesantren. dia memandangi Istrinya yang kini sedang memasuki gerbang pesantren. Alvin kembali melajukan mobilnya setelah dia memastikan Istrinya sudah masuk.


Kini Nisa sudah sampai di kamarnya. kebetulan para santriwati juga baru selesai ngaji.

__ADS_1


"Nis, tadi aku telfon kok di matiin, terus kok kamu seperti sedang--" Melda tak melanjutkan perkataannya karena dia menatap dua senior yang sejak tadi mendengarkan pembicaraannya.


"Hehe iya Mel, memang tadi aku lagi itu,"


"Astaga parah kamu Nis, tapi kok cepet sekali sampai kesini?"


"Tadi itu di hotel depan," jawab Nisa


"Waduh pembahasan orang dewasa nih," sahut Aisha yang mendengar pembicaraan Nisa.


"Hehe maaf Kak," ucap Nisa malu-malu lalu dia kembali menatap Melda. "Sudah dulu Mel, jangan banyak tanya dulu! aku mau mandi," ucap Nisa lalu mengambil peralatan mandi miliknya.


"Memang kamu belum mandi?"


"Kalau dari rumah sih sudah, tapi tadi habis melakukan itu jadi harus mandi lagi," jawab Nisa


"Keramas jam segini dingin Nis," ucap Aisha


"Iya Kak, tapi bagaimana lagi, di sini tidak bisa bikin air hangat untuk mandi."


Setelah selesai mengobrol, Nisa segera pergi meninggalkan kamar.


"Kak Aisha, aku kok jadi pengen nikah yah," ucap Melda kepada Kakak seniornya.


"Ya nikah Mel kalau sudah siap," ucap Aisha


"Tapi belum ada calon," kata Melda sedikit cengengesan.


"Berdoa saja dulu biar di segerakan," ucap Aisha


"Siap Kak" jawab Melda


Selesai mengobrol, Melda memilih untuk bersantai sambil menunggu sahabatnya selesai mandi. karena ada banyak sekali yang ingin dia tanyakan kepada Nisa.

__ADS_1


°°°


__ADS_2