
Setelah melihat suaminya keluar dari kamar, Nisa juga ikut keluar. dia menghampiri Melda dan Ibunya yang ada di ruang keluarga.
"Nis, tadi Mamah lihat Alvin ke kamar atas. apa kalian akan pindah kesana lagi?" Bu Siti bertanya kepada Nisa.
"Mas Alvin doang Mah, Nisa tetap di kamar bawah," ucap Nisa
"Kok tidak satu kamar sih, bagaimana ceritanya?" sahut Melda ikut bertanya.
"Biarin saja, Nisa sengaja kasih hukuman," ucap Nisa lalu dia mendudukan dirinya di sebelah Melda.
"Palingan nanti kamu yang nangis guling-guling sambil peluk bantal," ucap Melda
"Kamu bicaranya lebay banget sih Mel."
"Nah iya tuh, mana boleh orang hamil guling-guling di atas kasur, nanti kasihan bayinya," sahut Bu Siti
"Itu cuma perumpamaan Tan," kata Melda
"Iya Tante tahu Mel, cuma bercanda doang kok," ucap Bu Siti
Ketiganya berhenti mengobrol saat melihat Alvin melangkah mendekati mereka.
"Mas Alvin, kan Nisa sudah bilang jangan dekat-dekat," ucap Nisa saat melihat suaminya sudah mendudukan dirinya di sofa yang tak jauh darinya.
"Siapa juga yang dekatin kamu, lagian kita duduk ada jaraknya," jawab Alvin
Bu Siti dan Melda saling pandang. keduanya memilih untuk pergi dari sana. dari pada mereka mendengar keributan romantis antara pasangan muda itu.
"Kok pada pergi sih," gumam Nisa sambil menatap kepergian Bu Siti dan Melda.
"Kamu bawel sih jadi pada pergi tuh," kata Alvin
"Kok aku sih? ih Mas Alvin ngeselin," Nisa memukul-mukul dada Alvin.
"Katanya tidak boleh dekat-dekat, tapi siapa sekarang yang pegang duluan hm," Alvin menahan kedua tangan Nisa agar tidak memukulnya.
"Iihhh Mas Alvin," Nisa beranjak dari duduknya. lalu dia pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Apa semua orang hamil aneh seperti itu," gumam Alvin sambil menatap kepergian Nisa.
Ternyata Bu Siti dan Melda menyaksikan semua itu. karena mereka mengintip dari kejauhan.
"Tan, kok Nisa kayak anak kecil sih, ngambekan sekarang," ucap Melda kepada Bu Siti.
"Itu efek hormon, dia kan lagi hamil, sudahlah biarkan saja. sekarang mereka terlihat marah-marahan. nanti juga pasti peluk-pelukan." ucap Bu Siti
"Tante kayak peramal saja bisa tahu."
"Iya dong, Tante kan pernah hamil juga," ucap Bu Siti
Mereka segera keluar dari tempat persembunyiannya.
••
Pagi ini Alvin terbangun karena terusik. dia mendengar ponselnya terus berbunyi.
Siapa sih ganggu orang tidur saja," gumam Alvin lalu dia mengambil ponselnya di atas meja kecil yang ada dekat ranjang.
Alvin menghampiri Bu Siti yang sedang sibuk di dapur.
"Mah," ucap Alvin dari arah belakang.
Bu Siti segera menoleh ke belakang.
"Ada apa Nak?"
"Alvin mau ijin pulang Mah, tadi Mamah Hilya telfon katanya sedang sakit," ucap Alvin berpamitan.
"Sakit apa Nak?"
"Alvin juga tidak tahu Mah," jawab Alvin
"Kamu sudah pamitan sama Nisa?"
"Belum Mah, lagian jam segini pasti Nisa masih tidur," kata Alvin
__ADS_1
"Kamu hati-hati yah Nak," ucap Bu Siti
"Iya Mah, Alvin pergi dulu, Assalamu'alaikum," ucap Alvin
"Waalaikum'salam," jawab Bu Siti
Alvin segera keluar rumah setelah dia berpamitan dengan Bu Siti.
Alvin masuk ke dalam mobilnya. dia langsung mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumah itu.
Cukup lama mengemudi, akhirnya Alvin sampai di rumah orang tuanya. dia segera turun dari mobil setelah dia memarkirkan mobilnya.
Tok tok
"Assalamu'alaikum" ucap Alvin yang kini sudah ada di depan pintu.
Kebetulan Bu Hilya sedang menunggu anaknya. Bu Hilya segera membukakan pintu rumah itu.
"Alvin, akhirnya kamu pulang juga," Bu Hilya terlihat senang melihat kedatangan anaknya.
"Mamah sakit apa? kok kelihatannya Mamah baik-baik saja," Alvin memperhatikan Bu Hilya seperti sedang tidak sakit.
"Mamah hanya beralasan saja biar kamu mau datang," ucap Bu Hilya
"Astaga Mamah kayak anak kecil saja sih," gumam Alvin lalu hedak berbalik lagi.
"Mau kemana?" Bu Hilya menahan tangan Alvin saat Alvin hendak kembali keluar rumah.
"Mau pulang Mah, lagian Mamah juga tidak apa-apa kan," ucap Alvin
Baru juga akan berkata, kini mereka mendengar adzan subuh.
"Masuk dulu Al, kita sholat subuh bersama," ucap Bu Hilya agar Alvin tak pergi.
Akhirnya Alvin memilih untuk masuk ke dalam rumah. dia akan sholat subuh sekaligus bersiap-siap juga. Alvin akan pergi ke kantor dari sana. karena kebetulan pakaiannya tidak dia bawa semua ke rumah orang tua Nisa.
°°°
__ADS_1