Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Iqbal mengetahuinya


__ADS_3

Setelah melihat Istrinya sudah memasuki gerbang pesantren, Alvin segera pergi dari sana. dia mengemudikan mobilnya menuju ke kantor.


Sesampainya di kantor, Alvin hanya fokus bekerja. dia tak merasa galau lagi seperti hari-hari yang lalu. mungkin karena saking banyaknya pekerjaan yang harus dia lakukan dan dia harus benar-benar fokus.


Hingga siang haripun Alvin masih sibuk dengan laptop miliknya. bahkan Alvin melewatkan makan siangnya.


Kruyuk kruyuk


Alvin merasa sangat lapar. dia melirik jam tangan yang dia pakai. ternyata sudah pukul satu siang.


Aku sampai melupakan makan siangku." gumam Alvin lalu dia segera menelfon Asistennya dan memintanya untuk memesankan makanan.


Tak lama, seorang kurir pengantar makanan datang ke ruangannya. Alvin segera membayar pesanannya. Alvin mulai makan siang sambil bekerja. kedua matanya tak lepas dari laptop miliknya. tangan kirinya sibuk mengetik dan tangan kanan sibuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Ekhm" Asisten Gio melihat atasannya tampak sibuk dengan kedua tangannya.


Alvin hanya menatap sekilas Asistennya lalu dia kembali fokus bekerja.


"Sibuk amat Bos" ucap Asisten Gio lalu langsung duduk di kursi yang ada di depan Alvin.


"Ada apa?" Alvin langsung bertanya maksud dari kedatangan Gio ke ruangannya.


"Mau ijin pulang lebih cepat." ucap Gio


"Mau ngapain?" tanya Alvin


"Ada acara pertemuan dua keluarga." jawab Gio


"Baiklah aku ijinin, tapi jangan sering-sering ijin." ucap Alvin sambil menatap Asistennya.


"Baik Pak, kalau begitu saya permisi." setelah mengatakan itu Alvin segera pergi.


Setelah kepergian Asisten Gio, Alvin sejenak menghentikan pekerjaannya. dia memilih untuk menghabiskan terlebih dahulu makanannya.

__ADS_1


Setelah selesai makan, dia langsung melakukan sholat dzuhur di ruangan itu.


Alvin merasa lebih tenang saat dia habis selesai sholat. sebelum kembali bekerja, Alvin melihat ponselnya. dia mencoba mengirim pesan kepada Istrinya. dia menaruh lagi ponselnya sambil menunggu balasan.


°°°


Alvin melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. ternyata sudah pukul tiga sore. dia harus bersiap pulang karena harus belajar mengaji bersama Iqbal.


Alvin sudah sampai di depan rumahnya. dia melihat pintu depan rumahnya terbuka.


"Assalamu'alaikum" ucap Alvin dari depan pintu.


"Waalaikum'salam" jawab seseorang dari dalam rumah.


"Sudah lama?" tanya Alvin yang melihat Iqbal sudah berada di rumahnya.


"Belum Mas, ini baru sampai kok." jawab Iqbal


"Kita langsung saja yah." ucap Alvin


Alvin serius menghafal beberapa hafalan.


Iqbal melihat isi spidol miliknya habis.


"Mas Alvin, apa Mas Alvin punya tinta spidol?" tanya Iqbal kepada Alvin.


"Sebentar saya cari" ucap Alvin lalu membuka laci meja yang ada di depannya. namun tinta spidol tidak ada disana.


"Tidak ada, tapi di kamar saya ada. coba kamu ambil saja sendiri." ucapnya lagi


"Tapi saya tidak enak kalau masuk kamar orang." kata Iqbal


"Tidak apa-apa, lagian tidak ada barang berharga di kamar saya."

__ADS_1


"Baiklah, tapi tintanya ada dimana?"


"Ada di laci dekat ranjang." jawab Alvin


Iqbal segera keluar dari ruangan itu. dia menuju ke kamar Alvin.


Cklek


Iqbal membuka pintu yang tidak terkunci itu. hal pertama yang dia lihat yaitu sebuah foto pernikahan yang di pajang di dinding.


"Itu kan Nisa, apa aku salah lihat? apa memang hanya mirip saja?" gumam Iqbal yang masih menatap foto pernikahan yang di pajang di dinding.


Iqbal langsung membuka laci meja dekat ranjang. dia mengambil tinta lalu setelah itu dia langsung keluar kamar.


Iqbal sudah kembali ke tempat semula. dia langsung duduk di depan Alvin yang sedang sibuk menghafal.


Apa aku bertanya saja yah sama Mas Alvin. tapi nanti di kira kepo." batin Iqbal yang merasa gelisah.


Ah dari pada penasaran mending aku tanya saja." batin Iqbal


"Mas Alvin, maaf nih saya mau tanya " ucap Iqbal sambil menatap Alvin.


"Silahkan!" jawab Alvin


"Tadi saya lihat foto pernikahan di dinding. tapi wanita di foto itu mirip Nisa." ucap Iqbal


"Oh iya, itu memang Nisa Istri saya." jawab Alvin


Iqbal mendadak lesu saat mengetahui ternyata foto wanita itu memang Nisa.


Pantas saja Nisa sering keluar masuk pesantren. ternyata dia Istri dari anaknya Pak Alex." batin Iqbal


Iqbal kembali mengajar Alvin. namun dia sedikit tak fokus. karena dia hanya memikirkan Nisa yang ternyata sudah menjadi Istri orang.

__ADS_1


°°


__ADS_2