Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Rencana Bu Hilya


__ADS_3

Saat ini Bu Hilya sedang di dalam perjalanan untuk menemui Bu Lela. kebetulan mereka akan bertemu di sebuah cafe.


Taxi yang di naiki Bu Hilya sudah sampai di tempat tujuan. Bu Hilya segera turun dari taxi. dia berjalan memasuki cafe. dia menengok ke segala arah. dia melihat sahabatnya duduk di pojok bersama seorang perempuan muda. Bu Hilya memilih untuk menghampirinya.


"Selamat sore Jeng Lela," ucap Bu Hilya yang baru datang.


"Sore Jeng, silahkan duduk!" ucap Bu Lela kepada Bu Hilya.


"Iya Jeng," jawab Bu Hilya lalu duduk di hadapan Bu Lela.


Bu Hilya menatap perempuan cantik yang duduk di sebelah Bu Lela.


"Ini anaknya Jeng Lela?" tanya Bu Hilya


"Iya Jeng, sebelumnya menginap di luar kota bersama suaminya tapi sekarang ikut saya. karena suaminya kabur begitu saja." ucap Bu Lela


"Lalu bagaimana pernikahannya?"


"Saya akan menggugat cerai Tan, karena ternyata suami saya itu licik. dan sudah merampas harta orang tua saya." ucap Anita yang merupakan anak Bu Lela.


"Tante turut prihatin Nak, tapi Tante pangling loh sama kamu. terakhir kali kita ketemu saat kamu masih SMA. dulu kamu tidak secantik ini. sekarang kamu luar biasa." Bu Hilya memuji kecantikan Anita.


"Tante kalau memuji berlebihan," Anita terlihat malu-malu di puji seperti itu oleh Bu Hilya.


"Tapi itu nyata loh," ucap Bu Hilya


Cukup lama mereka mengobrol. Bu Hilya juga meminjamkan sejumlah uang kepada Bu Lela. saat merasa sudah cukup lama berada di sana, kini mereka memilih untuk pulang. tadi Bu Hilya juga meminta foto bertiga dengan Bu Lela dan Anita.


Pak Alex melihat Istrinya yang baru memasuki rumah.


"Assalamu'alaikum," ucap Bu Hilya sambil menutup pintu rumah.


"Waalaikum'salam," jawab Pak Alex yang sedang duduk bersantai.


Bu Hilya menghampiri suaminya lalu dia duduk di dekatnya.

__ADS_1


"Bagaimana Mah tadi pertemuannya?" Pak Alex bertanya kepada Istrinya.


"Mamah cukup senang karena ketemu Bu Lela dan bisa membantunya di saat masa sulit. Mamah juga sempat berfoto loh." Bu Hilya mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. lalu dia memperlihatkan foto yang ada di layar ponselnya kepada suaminya.


"Wah cantik sekali anak Bu Lela," ucap Pak Alex


"Iya Pah cantik sekali, cocok loh sama Alvin, ucap Bu Hilya


Kebetulan Nisa hendak ke dapur. dia mendengar percakapan kedua orang tua Alvin. Nisa memilih untuk menghentikan langkahnya dan mendengarkan obrolan mereka. namun Nisa bersembunyi agar tidak ketahuan.


"Mamah ini bagaimana sih? mereka itu sudah sama-sama berkeluarga," ucap Pak Alex


"Tapi Anita ini sudah mau cerai Pah karena suaminya tidak bener," jawab Bu Hilya


"Terus kalau cerai, Mamah mau apa? mau menjodohkannya dengan Alvin?" tanya Pak Alex


"Ya siapa tahu kalau Anita nikah sama Alvin, kita cepat punya cucu," jawab Bu Hilya


Nisa yang mendengar obrolan mertuanya merasa sangat sedih. bisa-bisanya Bu Hilya bicara seperti itu. Nisa buru-buru pergi dari sana. dia menghampus air matanya yang menetes begitu saja.


"Ah sudahlah Mamah pusing," Bu Hilya segera pergi dari sana. dia memilih pergi ke kamar karena tidak mau berdebat dengan suaminya.


Sesampainya di kamar, Bu Hilya langsung mengirim pesan kepada Bu Lela untuk meminta nomor Anita.


°°


Semalaman Bu Hilya asyik dengan ponselnya. ternyata dia chattingan dengan Anita. Bu Hilya menawarkan Anita sejmlah uang asalkan Anita mau bekerja sama dengannya. sebenarnya Anita kurang suka ajakan kerja sama ini. namun karena dia sangat membutuhkan uang, dia terpaksa mengiyakan ajakan kerja sama itu.


Pak Alex melihat Istrinya yang sedang senyum-senyum.


"Mamah kenapa?" Pak Alex bertanya kepada Istrinya.


"Tidak Pah, tadi hanya sedang chattingan sama Anita. anaknya asyik loh Pah." ucap Bu Hilya


"Mamah jangan macam-macam yah," Pak Alex merasa was-was karena Istrinya sepertinya sengaja mendekati Anita.

__ADS_1


"Macam-macam apa sih Pah, tidak kok," Bu Hilya memilih untuk pergi dari kamar karena takut jika suaminya bertanya yang tidak-tidak.


Bu Hilya melihat Nisa yang sedang menghidangkan makanan di atas meja. memang akhir-akhir ini Nisa yang selalu memasak untuk mereka. karena sekarang dia sudah pintar memasak.


Bu Hilya duduk di salah satu kursi yang ada di depan meja makan. dia asyik memainkan ponselnya sambil menunggu balasan pesan dari Anita.


Alvin yang baru sampai di ruang makan melihat Ibunya sudah duduk di sana.


"Mah, tumben Mamah sudah ada disini?" Alvin bertanya kepada Ibunya. lalu dia menarik kursi yang ada di sebelah Ibunya. Alvin duduk di sana.


"Iya dong Nak, oh iya Mamah mau tunjukin kamu sesuatu nih," Bu Hilya langsung membuka galeri dan memperlihatkan fotonya bersama Anita dan Bu Lela.


"Ini Bu Lela teman Mamah kan? terus ini sebelahnya siapa?" Alvin bertanya sambil menatap foto di layar ponsel Ibunya.


"Ini Anita anaknya Bu Lela. cantik loh, menurut kamu bagaimana?"


"Iya cantik," jawab Alvin


Nisa yang berada di dapur mendengar obrolan mereka.


"Dia baru saja kena musibah, Mamah kasihan sekali. apalagi sekarang dia calon janda." ucap Bu Hilya


"Kok bisa Mah?"


"Suaminya itu sudah menipu keluarganya. sekarang Bu Lela tidak punya apa-apa." ucap Bu Hilya kepada anaknya.


"Kasihan sekali yah," Alvin merasa prihatin dengan musibah yang menimpa Bu Lela dan keluarganya.


"Iya Nak, nanti kamu antar Mamah ke kontrakan mereka yah," Bu Hilya meminta tolong untuk di antar oleh anaknya.


"Iya Mah, nanti Alvin antar Mamah pergi," ucap Alvin


Kok aku merasa tidak enak yah, sepertinya Mamah Hilya sangat antusias sekali membahas wanita yang bernama Anita itu." batin Nisa yang mendengar obrolan Bu Hilya dan Alvin.


°°°

__ADS_1


__ADS_2