Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Part.55


__ADS_3

Bu Hilya sudah memikirkan ini sebelumnya. dia akan meminta maaf demi kebaikan semuanya. namun dia malu kepada diri sendiri karena sudah membuat semua orang terluka. belum lagi dia harus menghadapi orang tua Nisa.


"Mamah mau kemana?" Pak Alex yang baru masuk kamar melihat Istrinya sedang bercermin sambil merapihkan penampilannya.


"Mau ke rumah Jeng Lela, mau minta maaf sama keluarganya," jawab Bu Hilya


"Ke rumah Ahmad juga?"


"Iya Pah, tapi Mamah sedikit takut," ucap Bu Hilya


"Apa yang di takutkan? lagian dari pada hubungan keluarga kita renggang seperti ini lebih baik Mamah minta maaf sama mereka. lagian mereka bukan keluarga pendendam." kata Pak Alex


"Iya Pah, Papah mau ikut?"


"Tidak Mah, Papah ini masih batuk-batuk loh, nanti kalau nular ke orang malah bahaya," ucap Pak Alex


"Ya sudah kalau begitu Mamah pergi dulu," setelah berpamitan dengan suaminya, kini Bu Hilya segera pergi.


Bu Hilya pergi dengan menaiki taxi. alamat yang pertama dia tuju yaitu kontrakan Bu Lela.


Saat ini Bu Hilya sudah ada di depan pintu kontrakan. baru juga akan mengetuk pintu, namun pintu itu sudah terbuka lebih dahulu. Anita yang baru membuka pintu melihat Bu Hilya sedang berdiri di sana.


"Tante Hilya, silahkan masuk!" ucap Anita ramah mempersilahkan Bu Hilya untuk masuk ke dalam.


Memang Anita masih punya harapan untuk bisa menjadi Istri Alvin. sehingga dia tidak marah kepada Bu Hilya. namun beda dengan Bu Lela yang merasa tidak bisa memaafkan Bu Hilya begitu saja.


"Siapa yang datang?" terlihat Bu Lela menghampiri Anita.


"Tante Hilya Mah," jawab Aninta


Bu Lela menatap malas ke arah Bu Hilya.


"Mau ngapain kesini?"

__ADS_1


"Jeng Lela, saya kesini mau minta maaf sama Jeng Lela dan Anita. maaf karena rencana pernikahan yang sudah saya atur malah berantakan."


"Anita sudah memafkannya kok Tante," ucap Anita menjawab perkataan Bu Hilya.


"Saya sebenarnya masih marah sama Jeng Hilya, tapi karena semuanya sudah terjadi saya bisa apa," ucap Bu Lela


"Sekali lagi saya minta maaf Jeng," Bu Hilya merasa tak enak kepada Bu Lela dan Anita. khususnya kepada Bu Lela yang sepertinya masih berat untuk menerima kenyataan itu.


Bu Lela langsung masuk ke dalam begitu saja. Anita dan Bu Hilya menatap kepergian Bu Lela.


"Tante, maafin Mamah yah, nanti Anita bujuk Mamah deh biar Mamah jangan seperti itu kepada Tante."


"Makasih Nak, tapi jika Tante yang ada di posisi Ibumu pasti akan melakukan hal yang sama." ucap Bu Hilya lalu sejenak menghentikan perkataannya.


"Kalau begitu saya langsung permisi saja yah," ucap Bu Hilya berpamitan.


"Hati-hati Tante," ucap Anita


"Iya Nak," Bu Hilya tersenyum menatap Anita. lalu dia langsung pergi.


Bu Hilya pergi menaiki taxi menuju ke rumah orang tua Nisa.


Sekitar 30 menit, Bu Hilya baru sampai di rumah orang tua Nisa. Bu Hilya menghirup nafas dalam-dalam saat melangkah memasuki pintu gerbang depan rumah orang tua Nisa.


Semoga akan baik-baik saja," batin Bu Hilya


Kini Bu Hilya sudah berdiri di depan pintu masuk.


Tok tok


Bu Hilya mengetuk pintu rumah itu. kebetulan Bu Siti yang membukakan pintu rumahnya.


"Assalamu'alaikum," ucap Bu Hilya di depan Bu Siti.

__ADS_1


"Waalaikum'salam, silahkan masuk Bu," Bu Siti mempersilahkan Bu Hilya untuk masuk ke dalam rumah.


Bu Hilya mengikuti Bu Siti masuk ke dalam rumah. saat ini Bu Hilya sudah duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.


"Bu Hilya mau ketemu Alvin yah, sebentar saya panggilkan dulu," ucap Bu Siti


"Saya mau ketemu semuanya Bu, termasuk Nisa dan Pak ahmad," kata Bu Hilya


"Seperti itu yah, baiklah saya panggilkan mereka dulu," Bu Siti berlalu pergi untuk memanggil keluarganya.


Kebetulan Pak Ahmad hari ini berangkat agak siang ke pesantren. jadinya masih ada di rumah.


Bu Hilya sudah kembali bersama Nisa dan Alvin. tak lama Pak Ahmad juga menyusul mereka.


"Maaf jika kedatangan saya mengganggu. tapi saya datang untuk meminta maaf kepada Pak Ahmad sekeluarga, khususnya kepada Nisa karena saya sudah jahat. saya menyesal dan mengakui jika selama ini saya banyak salah. saya minta maaf Nisa, Pak Ahmad, Bu Siti," ucap Bu Hilya sambil menatap mereka satu persatu.


"Saya dan suami saya sudah memaafkan Bu Hilya kok," kata Bu Siti sambil menatap Bu Hilya.


"Benar Bu, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. dan kita sebagai umat islam harus saling memaafkan. masalah dalam hidup itu pastilah ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya." sahut Pak Ahmad


"Nisa juga sudah memaafkan Mamah Hilya, permasalahan yang telah lalu, Nisa jadikan sebagai pelajaran hidup. sekarang Nisa jadi lebih dewasa dan mandiri. bahkan sekarang Nisa juga sudah bisa masak." ucap Nisa


"Terima kasih, sekali lagi saya ucapkan minta maaf yang sebesar-besarnya," ucap Bu Hilya


"Iya Mah," jawab Nisa


"Tapi maaf Bu Hilya, biarkan Nisa dan Alvin tinggal di sini dulu untuk beberapa waktu. mungkin sampai Nisa melahirkan." ucap Bu Siti


"Baik Bu Siti, saya tidak mempermasalahkan itu, nanti saya dan suami saya bisa sering-sering berkunjung kesini."


Bu Hilya tak menyangka jika Nisa dan keluarganya bisa memaafkannya begitu saja. padahal kesalahan yang di lakukan Bu Hilya sudah menyakiti hati mereka.


Hanya sebentar Bu Hilya bertamu, saat ini Bu Hilya memilih untuk pulang.

__ADS_1


°°°°


__ADS_2