
Jam tiga pagi Nisa terbangun karena memang biasanya jam segitu sudah pada bangun. Nisa memilih untuk ngantri mandi.
Setelah selesai mandi, Nisa mengecek ponselnya. mumpung masih ada waktu untuk dia main ponsel. setelah ponselnya nyala, Nisa membuka pesan. kebetulan langsung ada notif pesan masuk dari suaminya. Nisa membalas pesan itu. dia tahu pasti suaminya belum bangun. namun dia balas dari pada tidak dia balas sama sekali. nanti juga Alvin akan membacanya jika sudah bangun.
Pukul 04.30 Nisa dan yang lainnya segera ke Masjid untuk persiapan sholat subuh dan tadarus pagi. mereka mengaji hingga pukul enam pagi.
Selesai mengaji mereka kembali ke Asrama.
"Ah, capeknya" ucap Melda sambil merebahkan dirinya di atas kasur.
"Mel, ayo kita ambil makan!" ajak Nisa
"Malas ah, ngantrinya lama. mending nanti saja di kampus." ucap Melda
"Aku juga deh" Nisa memilih untuk rebahan juga di atas kasur.
Nisa mengambil ponselnya dan melihat banyak pesan dari Alvin. Nisa hanya senyum-senyum sendiri membaca pesan itu. Nisa langsung membalas pesan itu.
❤Mas Alvin
Rasa rinduku padamu lebih besar dari rasa rindumu kepadaku✔
Nisa melihat pesannya langsung di read.
❤Mas Alvin
Sedang mengetik
Nisa penasaran dengan balasan pesan dari suaminya.
❤Mas Alvin
Aku ingin kita disini sama-sama✔
Nisa membaca pesan itu. dan balasan dari suaminya tidak ada romantis-romantisnya.
Alvin masih menggeser layar ponselnya sambil menunggu balasan dari Istrinya. namun ternyata Nisa belum membalas pesannya.
Bu Hilya melihat Alvin sibuk memainkan ponsel. padahal saat ini mereka sedang sarapan bersama.
__ADS_1
"Al, kalau makan itu jangan sambil mainin ponsel." Bu Hilya menegur anaknya.
"Ini Mah, tadi Nisa kirim pesan. aku sudah balas tapi Nisa tidak balas lagi." ucap Alvin
"Kalau jam segini di pesantren sedang antri ambil makan. kalau tidak ya sedang siap-siap ke kampus." sahut Pak Alex
"Susah sekali sih hubungin Nisa. semalam saja balas pesanku jam 9 malam." gumam Alvin sambil menaruh ponselnya ke atas meja.
"Susah kontekan juga pastinya. kamu disini baik-baik ya Al, jangan malah cari wanita lain." ujar Pak Alex menasehati anaknya.
"Nah benar tuh kata Papahmu. kamu jangan main serong sama Selena yang tidak jelas itu. Mamah tidak suka sama wanita itu." sahut Bu Hilya yang sependapat dengan suaminya.
"Entahlah, lihat saja nanti. aku kuat tidak terus sendirian seperti ini." ucap Alvin sambil beranjak dari duduknya. Alvin memilih untuk menyudahi sarapan paginya.
"Mah, lihatlah anak kita. dia pergi begitu saja."
"Biarkan saja Pah, sekarang Alvin galau dan mungkin nanti dia nangis guling-guling."
"Hahaha Mamah ada-ada saja." Pak Alex menertawakan perkataan Istrinya.
"Namanya juga sedang jatuh cinta. dulu Papah juga seperti itu."
"Ih, kapan Papah gegana gitu?"
"Masa Mamah tidak tahu gegana sih. itu loh gelisah galau merana. kalau di singkat jadi gegana." jawab Pak Alex
"Papah bahasanya kayak anak muda saja."
"Harus dong, biarlah umur yang sudah tua tapi jiwa tetap muda."
"Sudahlah jangan ngobrol terus, mending Papah habisin tuh makanan masih utuh." ucap Bu Hilya sambil menatap piring suaminya.
Keduanya memilih untuk diam tak lagi mengobrol.
°°°
Alvin sudah sampai di kantornya. Asisten Gio melihat atasannya sudah berangkat ke kantor. dia langsung menghadap atasannya untuk menyampaikan sesuatu.
Tok tok
__ADS_1
Asisten Gio mengetuk pintu ruangan Alvin.
"Masuk!" ucap Alvin saat mendengar ada ketukan pintu dari arah luar.
Asisten Gio langsung masuk ke dalam.
"Maaf Pak, nanti ada meeting pagi pukul delapan." ucap Asisten Gio
"Iya, siapkan saja semua keperluannya." pinta Alvin
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu." setelah mengatakan itu Gio segera pergi meninggalkan ruangan Alvin.
Kini Alvin sudah bersiap untuk meeting. dia meninggalkan ruangannya dengan membawa berkas-berkas yang di perlukan. sesampainya di ruang meeting terlihat semuanya sudah hadir disana.
"Pagi Pak" ucap mereka menyapa Alvin yang baru datang.
"Pagi" jawab Alvin dan dia langsung duduk di kursinya.
Meeting sudah di mulai. salah satu dari mereka maju ke depan untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Alvin tak bisa serius memperhatikan presentasi dari salah satu karyawannya. dia terus memikirkan Nisa. bahkan dia beberapa kali mengecek ponselnya dan menunggu balasan pesan dari Istrinya.
"Bagaimana Pak Alvin?" tanya karyawan yang sedang berdiri di depan layar proyektor.
Alvin manatap Gio dan berbisik kepadanya.
"Dia presentasi apaan?" tanya Alvin
"Pak Alvin tidak memperhatikan?" tanya Gio yang juga berbisik di telinga Alvin.
"Tidak, aku sedang tidak fokus." jawab Kevin
"Biar saya yang tangani." ucap Asisten Gio
Alvin hanya menurut dan membiarkan Gio yang mengurus meeting kali ini.
Sampai meeting selesai juga Alvin masih saja tidak fokus. dari tadi dia hanya memainkan ponselnya.
"Pak, sudah selesai." ucap Asisten Gio berbisik di telinga Alvin.
"Ya sudah, akhiri saja!" pinta Alvin dan Asisten Gio langsung menutup acara meeting.
__ADS_1
Semuanya segera keluar dari ruangan setelah selesai meeting.
°°°°