Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Romantis


__ADS_3

Nisa mengerjapkan matanya. yang pertama dia lihat adalah suami yang sangat dia cintai. sejenak Nisa menatap ketampanan suaminya.


Alvin terusik saat merasakan ada tangan yang menempel di pipinya. dia mengerjapkan matanya dan melihat Istrinya yang sedang memandanginya.


"Kenapa melihatku seperti itu? apa mau minta itu lagi?" tanya Alvin


"Mas apaan sih, ini juga masih lelah," ucap Nisa yang kini sudah menjauhkan wajahnya dari suaminya.


Alvin tersenyum geli melihat Istrinya yang terlihat malu-malu. Alvin beranjak dari tempat tidur. dia menggendong Istrinya menuju ke kamar mandi.


"Mas, bikin kaget saja sih," Nisa mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


"Tapi kamu suka kan?"


"Malu tahu" Nisa menelusupkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Jangan malu-malu sayang, masa sama suami sendiri kok malu. tapi anehnya tadi Malam kok kamu tidak malu-malu. malah bikin Mas bersemangat sekali dengar suara kamu." ucap Alvin menggoda Istrinya.


"Jangan godain Nisa terus ih," wajah Nisa tampak memerah dan itu membuat Alvin gemas.


Kini keduanya sudah berada di dalam kamar mandi.


"Kamu mau mandi sendiri atau Mas mandiin?"


"Mandi sendiri saja Mas" jawab Nisa


Alvin dan Nisa segera mandi. di antara keduanya tidak terjadi apa-apa. mereka hanya mandi saja tanpa melakukan apapun.


Setelah selesai mandi, keduanya memilih untuk keluar dan memakai pakaian mereka.


"Sayang, Mas pesankan makanan dulu yah untuk kita. Kamu mau pesankan apa? harus banyak loh kalau makan biar tenaga kamu kembali lagi. semalam itu menguras tenaga." ucap Alvin kepada Istrinya.


"Ih Mas kok ingatnya itu terus sih?"

__ADS_1


"Haha..iya dong sayang, itu sudah kewajiban kita." jawab Alvin


"Taoi Nisa malu loh," ucap Nisa


"Kamu ngomongnya malu-malu terus sih, yang ada juga malu-malu tapi mau."


"Dari pada godain Nisa, mending Mas bantuin mengeringkan rambut nih."


"Bantuin yang lain juga Mas pasti mau." Alvin berjalan mendekati Istrinya. dia mulai membantu Istrinya untuk mengeringkan rambut.


Setelah mengeringkan rambut Istrinya, Alvin langsung menghubungi layanan hotel untuk memesan makanan.


Saat ini makanan yang di pesan Alvin sudah datang. dia langsung mengajak Istrinya makan bersama. Alvin melihat sisa makanan ada di sudut bibir Istrinya. lalu dia mengelapnya dengan tisu. Nisa merasa jika suaminya begitu perhatian. bahkan untuk hal sekecil ini.


"Mas, kok aku merasa kita ini pasangan kekasih yang masih pacaran. Mas itu perhatiannya berlebihan seperti itu."


"Harus dong sayang, kita itu pacar halal loh."


Keduanya kembali fokus menghabiskan makanan mereka.


°°°


Sepanjang perjalanan mereka saling bercerita. hingga keduanya tak menyadari jika saat ini mobil itu sudah memasuki perumahan elit.


"Kita sampai? kok cepat sekali?" Nisa bertanya kepada suaminya.


"Iya sayang kita sudah sampai. dari tadi kita ngobrol terus sih jadi tidak terasa kalau kita sudah sampai. ucap Alvin


Mereka berdua memilih untuk turun dari dalam mobil.


Bu Hilya membuka pintu rumahnya saat dia mendengar suara mobil berhenti di depan rumah. Bu Hilya berdiri di depan pintu menyambut kedatangan anak dan menantunya.


"Assalamu'alaikum" ucap Nisa dan Alvin bersama-sama.

__ADS_1


"Waalaikum'salam" jawab Bu Hilya


"Wah kalian terlihat bahagia sekali." ucap Bu Hilya sambil menatap raut wajah anak dan menantunya.


"Harus dong, kita habis malam pertama jadi bahagia." ucap Alvin dan Nisa yang mendengar langsung mencubit lengan suaminya.


"Sakit tahu" ringis Alvin sambil memegang lengan yang tadi di cubit oleh Istrinya.


"Salah siapa coba?"


"Salah kamu sayang" jawab Alvin


"Kok jadi aku sih?


"Sttt, kalian ini baru pulang jangan berantem. lebih baik sekarang kita masuk ke dalam. Mamah mau memberikan Nisa sesuatu." ucap Bu Hilya sambil menatap mereka berdua.


Kini mereka bertiga sudah masuk ke dalam rumah. Bu Hilya menuntun Nisa dan mengajaknya ke ruang makan. karena sesuatu yang mau di berikan untuk Nisa berada di sana.


"Nis, ini untuk kamu Nak," Bu Hilya mengambil botol jamu yang ada di atas meja lalu dia perlihatkan ke Nisa.


"Ini apa Mah?" Nisa tidak tahu botol apa yang sedang di pegang oleh Bu Hilya.


"Ini jamu kesuburan Nak, Mamah dapat dari teman Mamah. anak teman Mamah itu baru nikah dua bulan langsung hamil loh. katanya sih rutin mengkonsumsi jamu herbal ini." ucap Bu Hilya kepada menantunya.


"Nisa harus minum jamu ini Mah?"


"Iya Nak, apa kamu keberatan?"


"Tidak Mah" jawab Nisa, padahal dia sama sekali tidak menyukai semua jenis jamu karena rasanya pahit. tapi demi Ibu mertuanya, dia akan menerima jamu itu.


"Nanti di minum yah, ada petunjuk penggunaannya kok. Mamah tinggal dulu mau ke kamar." ucap Bu Hilya


"Baik Mah" jawab Nisa

__ADS_1


Bu Hilya segera pergi dari sana. hanya Nisa yang sedang duduk sendirian sambil membaca tulisan yang ada di botol jamu itu. Nisa memilih untuk membawa jamu itu ke kamarnya.


°°°


__ADS_2