
Beberapa hari kemudian, Bu Hilya mengajak suaminya untuk mnegunjungi Nisa. karena Pak Alex terus berkata ingin bertemu dengan Nisa dan calon cucunya.
Kebetulan saat mereka berjalan mendekati pintu masuk, Bu Siti keluar dari rumahnya. Bu Siti melihat kedatangan Bu Hilya dan Pak Alex.
"Wah Bu Hilya, Pak Alex, ayo silahkan masuk!" ucap Bu Siti ramah
Sebenarnya Bu Siti hendak pergi, namun saat melihat besannya datang, dia tak jadi pergi.
"Bu Siti sepertinya mau pergi yah," ucap Bu Hilya
"Bisa nanti kok Bu, lagian hanya keluar beli keperluan dapur saja kok," jawab Bu Siti
"Kami jadi tidak enak Bu," kata Bu Hilya
"Tidak usah sungkan Bu, ayo masuk!" ajak Bu Siti
Kini Bu Hilya dan Pak Alex mengikuti Bu Siti masuk ke dalam rumah. Bu Siti mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Maaf Bu Siti, suami saya katanya mau ketemu Nisa. dia kangen sama Nisa dan calon cucunya." kata Bu Hilya
"Sebentar Bu! saya panggilkan Nisa dulu," Bu Siti berlalu pergi untuk memanggil anaknya yang sedang berada di dalam kamar.
Kini Bu Siti dan Nisa sudah berada di ruang keluarga.
"Nak Nisa, bagaimana kabarmu Nak?" tanya Pak Alex saat Nisa baru duduk di hadapannya.
"Alhamdulilah baik Pah, Papah sendiri bagaimana?"
"Alhamdulilah semenjak rawat jalan, Papah agak mendingan," ucap Pak Alex
"Syukurlah, mudah-mudahan secepatnya Papah sembuh," ucap Nisa
"Amin Nak," jawab Pak Alex
Mereka masih asyik mengobrol. sejak tadi Pak Alex bertanya ini itu kepada Nisa. bahkan dia sudah tak sabar menunggu Nisa kembali tinggal di rumahnya. dia sangat ingin dekat dengan cucunya.
"Oh iya, dimana Ahmad?" Pak Alex bertanya kepada Bu Siti.
"Masih di pesantren, akhir-akhir ini suami saya sibuk," jawab Bu Siti
"Wah sayang sekali, padahal saya ingin ketemu," kata Pak Alex
"Lain kali juga bisa Pah," sahut Bu Hilya ikut bicara.
__ADS_1
"Lebih baik Pak Alex dan Bu Hilya jangan buru-buru pulang dulu. tunggu suami saya pulang, pasti ketemu."
"Ah, kami masih ada urusan Bu," jawab Bu Hilya
Cukup lama mereka mengobrol, kini keduanya berpamitan untuk pulang. Bu Siti dan Nisa mengantar mereka hingga ke depan rumah.
°°°
Sore ini Alvin baru pulang dari kantor. dia sangat lelah dan ingin langsung istirahat. namun hal yang ingin dia cepat-cepat pulang yaitu bertemu dengan Istrinya. secape apapun, jika dia sudah melihat senyuman Istrinya, rasa cape itu seakan sirna begitu saja.
Alvin melangkah masuk ke dalam rumah. dia mengetuk pintu sebelum masuk. namun tidak ada yang membukakan. mungkin penghuni rumah sedang sibuk. namun karena kebetulan pintunya tidak di kunci, jadi Alvin langsung saja masuk ke dalam rumah.
Alvin melangkah dengan menenteng bungkusan yang tadi dia beli. sengaja Alvin membelikan mie goreng spesial untuk Istrinya.
"Nak Alvin sudah pulang?" tanya Bu Siti yang berjalan dari arah dapur. kebetulan tadi dia mendengar ketukan pintu.
"Iya Bu, ya sudah Bu saya mau ke kamar dulu," ucap Alvin ramah
Alvin meninggalkan bungkusan yang dia bawa di atas meja yang ada di ruang tamu. lalu dia segera pergi menuju ke kamarnya.
Alvin membuka pintu kamar yang sekarang dia tempati bersama Istrinya.
"Sayang, Mas sudah pulang nih," Alvin mendekati Istrinya yang sedang rebahan di atas tempat tidur.
"Tidak apa-apa kok sayang," jawab Alvin lalu Alvin menatap pakaian Istrinya masih sama seperti tadi pagi. "Kamu belum mandi?" tanya Alvin
"Hehe malas sekali Mas," jawab Nisa sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Alvin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ibu hamil yang satu ini kok jorok sih."
"Maaf Mas, Nisa hanya sedikit malas," jawab Nisa
"Ya sudah, jika kamu malas mending Mas mandiin saja," Alvin menggendong Nisa lalu membawanya ke dalam kamar mandi.
"Ih Mas Alvin, turunin!" Nisa merengek saat dia sudah ada di gendongan Alvin.
"Nanti sayang, kita belum sampai ke kamar mandi," ucap Alvin lalu dia membuka pintu kamar mandi.
Alvin menurunkan Nisa saat dia sudah sampai di dalam kamar mandi.
"Mas Alvin kok tidak keluar?"
__ADS_1
"Tidak, Mas mau ikut mandi," jawab Alvin
"Ih jangan! Nisa bisa sendiri kok," kata Nisa
"No no, kamu harus di mandiin Mas," kata Alvin
"Nisa bukan anak kecil loh," ucap Nisa
"Memang bukan anak kecil sayang, kamu itu Istri Mas," ucap Alvin
Akhirnya Nisa membiarkan suaminya membantunya mandi. namun beberapa kali Nisa berekspresi merajuk karena suaminya mengganggu terus saat membantu Nisa mandi.
Kini keduanya sudah selesai mandi.
"Sayang, itu kenapa bibirmu?" Alvin menatap ekspresi Nisa.
"Au ah, malas bicara sama Mas Alvin," jawab Nisa
"Ayolah sayang, masa di pegang dikit saja manyun gitu sih," ucap Alvin
Nisa hanya diam tak menanggapi lagi perkataan suaminya.
Alvin menatap Nisa hingga Nisa selesai berpakaian.
"Sayang, kamu mau mie goreng spesial tidak?"
"Mana? Nisa mau dong," kata Nisa
"Kebetulan tadi Mas sudah belikan untuk kamu," kata Alvin
Nisa berjalan mendekati suaminya.
Cup
Nisa mengecup singkat pipi suaminya.
"Makasih Mas," ucap Nisa dengan ekspresi senang.
"Sama-sama sayang," jawab Alvin
Dasar Ibu hamil, sebentar senang sebentar ngambek," batin Alvin
Kini keduanya segera keluar dari rumah setelah selesai berpakaian. Nisa sudah tidak sabar untuk melahap mie yang di belikan oleh suaminya.
__ADS_1
°°°