Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Kemarahan Pak Alex


__ADS_3

Sekarang Nisa dan Melda sudah berada di kamar mereka. Bu Finda menempatkan mereka di kamar senior. sengaja menempatkan Nisa dan melda disana karena di kamar itu tidak rame. dan agar keduanya lebih nyaman. Bu Finda langsung pergi setelah mengantarkan mereka.


"Namanya siapa Dek?" tanya Aisha yang merupakan senior di pesantren itu.


"Saya Nisa Kak dan ini teman saya Melda."


"Hallo Nisa, Melda, saya Aisha." ucap Aisha memperkenalkan diri.


"Saya Nur rohmah, panggil saja Nur." ucap perempuan yang sedang duduk di samping Aisha.


"Mohon bimbingannya kak." kata Nisa


"Siap Dek, kalau ada yang mau di tanya, tanya saja sama kita." kata Aisha


"Siap" ucap keduanya


"Nis, aku ngantuk nih mau tidur dulu." kata Melda lalu langsung naik ke atas kasur. sedangkan Nisa memilih untuk membereskan barang-barangnya dan memasukannya ke dalam lemari plastik yang tersedia disana.


Nisa juga memberikan cemilan yang dia bawa kepada Aisha dan Nur.


Tak terasa waktu bejalan begitu cepat. sekarang sudah menunjukan pukul enam. bahkan adzan maghrib sudah berkumandang. santriwati yang lain sudah sejak tadi pergi ke Masjid. namun tidak dengan Nisa yang masih saja membangukan Melda yang tak kunjung bangun.


"Mel, bangun Mel! ayo kita ke Masjid." ajak Nisa sambil menggoyang-goyangkan badan Melda.


"Emm enak emm nyam-nyam." gumam Melda mengigau.


"Haiiss dasar kebo, di bangunin tidak bangun-bangun." gerutu Nisa lalu memilih meninggalkan Melda yang masih tidur.


Nisa berjalan tergesa-gesa menuju ke Masjid. namun dia lewat jalan pintas. dia tak tahu jika Santriwati di larang melewati jalan itu.


Bruk


Nisa bertabrakan dengan seseorang yang sedang berjalan dari arah sampingnya.


"Eh" Lelaki itu spontan menangkap Nisa agar tidak terjatuh ke tanah. lalu dia melepaskan Nisa setelah Nisa berdiri normal.


"Maaf Kak" ucap Nisa sambil menatap lelaki itu.


Cantik sekali wanita ini, aku baru tahu jika di pesantren ini ada wanita secantik ini." batin Lelaki itu


"Hey, sedang apa kalian?" tanya Pak Ustad yang baru datang.


"Maaf Pak" ucap Nisa sambil menatap Pak Ustad lalu beberapa saat langsung menundukan wajahnya.


"Ngaapain Santriwati lewat sini? ini kawasan Santri putra. dan juga jika sedang berbicara dengan lawan jenis hendaknya menundukan pandangan. karena bukan mahramnya dan takutnya terjadi zinah mata." ujar Pak Ustad menasehati Nisa.


"Maaf Pak, kalau begitu saya permisi." kata Nisa lalu langsung pergi buru-buru dari sana.


Sumpah demi apa, malu sekali aku sama dua lelaki itu." batin Nisa mengoceh dalam hati.


Setelah kepergian Nisa, Pak Ustad menatap Iqbal yang merupakan Asisten Ustad. sekaligus senior di pesantren itu.


"Naksir? kalau naksir halalkan? jangan di pandang terus dosa loh." kata Pak Ustad


"Hehehe cantik sekali Pak, serasa ingin memiliki." ucap Iqbal

__ADS_1


"Nanti saya bantu tanya ke Bu Finda. sepertinya itu Santriwati baru yang di khususkan oleh pihak pesantren."


"Di khususkan gimana yah?" tanya Iqbal


"Saya dengar sih anak dari temannya pemilik pesantren ini." kata Pak Ustad


"Oh" kata Iqbal sambil mengangguk-nganggukan kepalanya.


"Ya sudah ayo ke Masjid keburu ikhomat." ajak Pak Ustad


"Ayo Pak" kata Iqbal lalu berjalan mengikuti Pak Ustad menuju ke Masjid.


°°


Pak Alex sudah sampai di rumahnya. buru-buru dia menghampiri Istrinya.


"Mah, Mamah" teriak Pak Alex memanggil Istrinya. kebetulan Istrinya berada di kamar dan akan sholat Maghrib.


Cklek


"Mamah" panggilnya lagi


"Apa sih Pah, Mamah mau sholat nih." kata Bu Hilya


"Papah sudah menemukan jodoh untuk anak kita." ucap Pak Alex


"Siapa Pah?" tanya Bu Hilya


"Itu loh anaknya Ahmad teman Papah dulu."


"Ahmad sekarang menjadi seorang ustad yang mengajar di pesantrennya sendiri begitupun dengan Istrinya." jelas Pak Alex


"Kok Mamah ragu yah kalau anak mereka mau sama anak kita."


"Papah juga sempat ragu Mah, tapi mudah-mudahan mereka berjodoh." kata Pak Alex


"Amin Pah, ah sudahlah Mamah mau ambil wudhu lagi. batal nih gara-gara Papah ngajak ngobrol." ucap Bu Hilya lalu melepas mukena yang dia pakai. Bu Hilya segera ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Pak Alex dan Bu Hilya sedang makan malam berdua. karena anaknya belum pulang.


"Sepertinya itu Alvin pah." ucap Bu Hilya saat mendengar suara mobil berhenti di depan rumah.


"Iya Mah, sudah biarkan saja." kata Pak Alex lalu melanjutkan lagi makan malamnya.


Terlihat Alvin masuk ke dalam tanpa mengucapkan salam. bahkan dia datang tidak sendirian. Alvin menggandeng wanita cantik yang berprofesi sebagai model di perusahaannya.


"Mah, Pah, kenalin ini Selena pacar Alvin." kata Alvin memperkenalkan pacar barunya.


Uhuk uhuk


Bu Hilya tersedak melihat wanita modelan seperti itu. pakaian terbuka, ketat, sangat menggoda iman.


"Pah, tutup mata!" pinta Bu Hilya kepada Pak Alex.


"Mamah tenang saja, Papah tidak tergoda melihat gituan." ucap Pak Alex

__ADS_1


"Ya sudah Mah, Pah, Alvin mau ke kamar dulu." pamit Alvin lalu melangkah menuju ke kamarnya. sedangkan Selena menunggu Alvin di ruang keluarga.


Pak Alex dan Bu Hilya sudah selesai makan malam. mereka melihat Selena yang duduk di ruang keluarga.


"Pah, ayo kita samperin wanita itu." ajak Bu Hilya


"Sebentar Mah, kita berunding dulu yuk di kamar. sekalian Mamah ambilkan pakaian Mamah yang layak pakai. Papah sakit mata lihat baju wanita itu."


"Baik Pah" jawab Bu Hilya lalu menuju ke kamar diikuti suaminya.


Selena yang melihat kedua orang tua Alvin masuk kamar tersenyum senang. dia berjalan menuju ke lantai atas menuju ke kamar Alvin.


Cklek


Selena membuka begitu saja pintu kamar yang tidak terkunci itu.


"Sayang" Selena langsung memeluk Alvin dari belakang. dia juga meraba-raba dada bidang Alvin.


"Stt" sebagai seorang lelaki tentu Alvin tergoda di sentuh seperti itu. apalagi sekarang Alvin bertelanjang dada. Alvin hanya memakai celana boxer saja.


Selina menggesek-gesekan paha atas yang terekspos ke kaki Alvin.


"Emm, jangan menggoda sayang." ucap Alvin menahan hasrat.


"Aku sudah tak sabar untuk ti*dur denganmu sayang." kata Selena lalu langsung menaruh tangannya di leher Alvin. dia mendekatkan wajahnya. dan mulai men*cium Alvin dengan rakus.


Di lantai bawah Pak Alex dan Bu Hilya tidak melihat keberadaan Selena.


"Kemana wanita itu Pah?" tanya Bu Hilya


"Entahlah Mah, mungkin sudah pulang."


"Tidak mungkin kalau sudah pulang." kata Bu Hilya


"Jangan-jangan--" ucap keduanya sambil saling tatap.


Mereka langsung naik ke lantai atas menuju ke kamar Alvin.


Cklek


Bu Hilya membuka pintu kamar yang tak terkunci. keduanya terkejut melihat adegan senonoh yang di lihatnya.


"Alvin, apa-apan ini!" teriak Pak Alex dengan suara tegasnya.


Spontan Alvin langsung menghentikan aksinya. Selena juga menurunkan dres ketatnya karena tadi sempat dia naikan sedikit untuk memancing Alvin.


Sial, belum juga apa-apa sudah ada gangguan." batin Selena


"Dan kau--" Pak Alex menunjuk Selena. "Pergi dari sini!" ucapnya lagi mengusir Selena.


"Tapi Pah dia pacarku." kata Alvin


"Jadi kamu bela pacarmu yang tidak punya akhlak ini. baik! tinggalkan rumah ini dan Papah coret dari daftar keluarga." ancam Pak Alex


Akhirnya Alvin diam dan membiarkan Selena pergi.

__ADS_1


°°°


__ADS_2