Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Makan siang di kantor


__ADS_3

Nisa sudah sampai di kantor Alvin. dia segera melangkah masuk ke dalam. kedua resepsionis tidak lagi mencegatnya. karena mereka mengira jika Nisa itu temannya Gio.


Nisa masuk ke dalam lift menuju ke lantai paling atas. kini lift itu sudah berhenti dan Nisa segera keluar. Nisa berjalan menuju ke ruangan Alvin. dia memegang dadanya sambil menarik nafas. dia harus siap-siap dengan apa saja yang mungkin di lihatnya saat dia masuk ke dalam ruangan itu.


Tok tok


Nisa mengetuk pintu ruangan Alvin.


"Masuk" ucap Alvin dari dalam dan Nisa segera masuk.


"Assalamu'alaikum, Mas Alvin." ucap Nisa sambil melangkah masuk.


Tumben sekali Nisa panggil aku Mas." batin Alvin yang pertama kalinya di panggil seperti itu oleh Nisa.


"Waalaikum'salam" jawab Alvin


Syukur tidak ada adegan yang aneh-aneh lagi." batin Nisa yang merasa lega.


Nisa segera mendekati Alvin dan mengajaknya makan siang bersama.


"Mas Alvin, ini aku bawakan ayam kecap untuk makan siang. ayo kita makan bareng!" ajak Nisa sambil tersenyum menatap suaminya.


Alvin segera beranjak dari duduknya. dia berjalan mendekati Nisa yang masih berdiri di depan meja kerjanya. Alvin menyentuh kening Nisa dan terasa baik-baik saja.


"Kamu kira aku sakit?"


"Kamu aneh sih, tidak biasanya memanggil Mas." ucap Alvin dan langsung menggandeng tangan Nisa. mereka duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Nisa segera menaruh rantang yang di pakai untuk tempat makanan itu ke atas meja. dia membuka satu persatu rantang itu. tutupnya dia pakai sebagai alas untuk makan.


"Ini makanlah!" Nisa memberikan makanan yang sudah dia siapkan kepada Alvin.

__ADS_1


"Cuma satu yah? kamu gimana dong makannya?"


"Nanti bisa gantian saja."


Sebenarnya sih bisa saja pinjam piring di dapur kantor. tapi kayaknya ini cara tersendiri agar aku bisa makan sepiring berdua dengan Nisa. lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk menaklukanmu Nis. enak saja kamu minta aku nurut sama kamu. " batin Alvin memikirkan rencananya untuk membuat Nisa jatuh ke pelukannya.


"Kita makan berdua saja."


"Tapi aku---" Nisa tak lagi melanjutkan perkataannya saat Alvin menempelkan jari telunjuk di bibirnya.


"Stt jangan menolak!"


"Baiklah aku mau."


Mereka makan berdua menggunakan tangan. terasa ada nikmat tersendiri saat makan langsung menggunakan tangan. apalagi jika makannya sepiring berdua. Nisa terlihat gerogi berdekatan seperti itu dengan Alvin.


Alvin melihat sisa makanan menempel di sudut bibir Nisa.


Nisa hendak mengelap sudut bibirnya. namun Alvin menahan tangannya.


"Biar aku saja" ucap Alvin lalu mendekatkan diri dengan Nisa dan menjilat sisa makanan yang menempel di sudut bibirnya.


"Kok pakai lidah?" Nisa langsung menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


"Tangan aku kotor jadi pakai lidah saja." ucap Alvin yang sedikit nyengir menatap Nisa.


"Kan ada tangan kirimu."


"Tidak mau pakai tangan kiri." ucap Alvin sambil terus melahap makanannya.

__ADS_1


Nisa menghentikan makan siangnya dan beranjak dari duduknya.


"Mau kemana Nis?" tanya Alvin kepada Nisa.


"Aku sudah, Mas Alvin lanjutin saja." jawab Nisa


"Tidak tidak, kamu tidak boleh pergi!" Alvin menarik tangan Nisa sehingga Nisa kembali duduk.


Alvin langsung menyupkan makanan ke mulut Nisa.


"Buka dong mulutnya." pinta Alvin dan Nisa menurutinya.


Lihat saja Nis, pasti sebentar lagi kamu jatuh hati kepadaku." batin Alvin


Mereka sudah selesai makan. dan Nisa terlebih dahulu beranjak dari duduknya. dia menuju ke toilet yang ada di ruangan itu. namun dia tidak menyadari jika ternyata Alvin mengikutinya masuk ke dalam. Alvin berdiri di belakang Nisa dan dia langsung menyerobot untuk cuci tangan di wastafel.


"Mas, lagi ngapain?" Nisa merasa tak nyaman di posisi seperti itu.


"Lagi cuci tangan."


Nisa hanya diam lalu menyelesaikan membilas tangan yang masih berbusa. setelah selesai dia masih tetap disana. dia menunggu Alvin selesai.


"Sudah" Alvin menurunkan tangannya sehingga kini tak menghalangi Nisa.


Nisa segera keluar dari kamar mandi disusul oleh Alvin di belakangnya.


Nisa segera berpamitan untuk pulang. setelah kepergian Nisa, terlihat seseorang mendatangi Alvin. Selena masuk ke dalam ruangan itu.


Enak bener Bos, istri sah sudah pulang. sekarang giliran pacar yang datang." batin Gio yang tadi mengetahui kedatangan Nisa dan sekarang melihat sendiri kedatangan Selena yang baru masuk ke ruangan Alvin.

__ADS_1


°°°


__ADS_2