
Nisa terbangun dari tidurnya. hal pertama yang dia lihat yaitu suaminya. Nisa hendak beranjak dari tempat tidur. namun Alvin menahan tangannya, lalu menariknya sehingga kini Nisa kembali merebahkan dirinya di kasur. Alvin langsung merengkuhnya ke dalam pelukannya.
"Biarkan seperti ini dulu sayang." ucap Alvin sambil membelai rambut panjang Istrinya.
"Mas, aku harus sholat loh." ucap Nisa yang kini sudah merubah posisinya sehingga dia saling berhadapan dengan suaminya.
"Tapi Mas masih kangen sama kamu. kalau Mas lepasin nanti kamu pergi lagi ke pesantren."
"Mas, Nisa cuma mau mandi sama sholat saja loh. kalau ke pesantren besok pagi saja." ucap Nisa agar suaminya mau melepaskannya.
"Baiklah aku lepaskan,tapi habis mandi dan sholat kita pergi yah."
"Kemana Mas? Nisa cape ih, masa Mas ajak perginya pagi sekali sih."
"Tapi Mas mau jalan-jalan sama kamu."
"Agak siangan saja yah, lagian Nisa mau bantu beres-beres rumah."
"Tidak boleh! lebih baik kamu ngurus suami saja. lagian besok kita LDR lagi." Alvin melarang Nisa yang berniat untuk membereskan rumah.
"Baiklah Nisa tidak akan beres-beres, tapi Mas lepasin dulu." pinta Nisa menyingkirkan tangan suaminya yang sedang memeluknya erat.
"Oke sayang" Alvin langsung melepaskan pelukannya.
Nisa langsung turun dari atas kasur. dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Nisa yang sudah selesai mandi menyuruh suaminya untuk segera mandi.
"Mas, cepat mandi dulu! katanya mau ajakin jalan."
"Iya sayang, tapi kamu jangan sholat dulu yah. nanti kita berjama'ah sholatnya." pinta Alvin kepada Istrinya.
Nisa sedikit terkejut mendengar perkataan suaminya. namun dia segera mengiyakan.
"Baik Mas" jawab Nisa
Nisa menatap suaminya hingga masuk ke dalam kamar mandi.
Bukannya hafalan Mas Alvin belum lancar, tapi, ah sudahlah aku tungguin saja." guman Nisa lalu dia memilih untuk mencari pakaian untuk dia kenakan.
Kini Alvin dan Nisa sudah siap dengan Alat sholat mereka. keduanya segera sholat subuh berjama'ah. Nisa begitu kagum sekaligus heran karena ternyata suaminya sudah bisa menjadi imam sholatnya. padahal satu minggu yang lalu suaminya ini untuk menghafal niat sholat saja masih kesusahan.
Setelah selesai sholat subuh, keduanya memilih untuk mengaji. Nisa membaca Al_Qur'an, namun Alvin membaca Iqra. karena memang dia belajar baru sampai Iqra.
Nisa juga kembali kagum dengan suaminya. dia tinggal suaminya selama satu minggu, namun ternyata banyak yang berubah.
Setelah selesai mengaji, keduanya segera melepas alat sholat mereka.
__ADS_1
"Mas, Nisa kagum deh sama Mas Alvin." Nisa memuji suaminya.
"Kagum kenapa sayang?" tanya Alvin
"Mas sudah bisa bacaan sholat, terus baca Iqranya juga sudah lancar. sepertinya Mas Alvin rajin belajarnya."
"Iya dong sayang, Mas mau memantaskan diri menjadi suami yang baik untuk kamu." ucap Alvin dan Nisa langsung memeluknya.
"Nisa cinta sama Mas Alvin." ucap Nisa sambil memeluk Alvin.
Yes misiku berhasil, dengan begini jatahku akan lebih lama nih." batin Alvin
"Mas juga cinta sama kamu sayang."
Nisa dan Alvin sudah melepaskan pelukan mereka.
"Ya sudah ayo kita siap-siap. habis sarapan kita langsung pergi."
"Baik Mas" Nisa segera duduk di kursi depan meja rias. lalu dia mulai memoleskan sedikit make up ke wajah cantiknya.
Setelah siap, keduanya segera keluar dari kamar. mereka menuju ke ruang makan. kebetulan Bu Hilya sedang menata masakan yang baru matang ke atas meja makan.
"Mah, sudah matang yah? kita makan sekarang saja yuk." ucap Alvin sambil menarik kursi untuk dia duduki.
"Tumben sakali nih sarapan jam segini. memangnya kalian mau kemana?" tanya Bu Hilya kepada anaknya.
"Kita mau jalan-jalan keluar Mah." jawab Alvin
"Tidak dong, masa Mamah ikut sama orang mau pacaran sih." kata Kevin
"Iishhh, kalian pacaran terus."
"Baru kali ini loh Mah." ucap Alvin sambil menatap Ibunya.
"Iya deh iya, cepat kalau mau sarapan, jangan ngobrol terus." pinta Bu Hilya
Keduanya memulai untuk sarapan terlebih dahulu.
Setelah selesai sarapan, mereka berpamitan untuk segera pergi.
°°
Kevin mengajak Nisa pergi ke taman. mereka menghirup udara pagi sambil menatap beberapa orang yang sedang lari pagi dan olahraga di taman.
"Mas, aku mau beli minum yah. Mas mau di belikan apa?" tanya Nisa
"Mas belikan minum yang sama kayak kamu saja yah."
__ADS_1
"Baik Mas" Nisa segera beranjak dari duduknya. dia memilih untuk membeli minum di penjual kaki lima.
Setelah kepergian Nisa, terlihat seseorang menghampiri Alvin yang sedang duduk.
"Ekhm, sendirian saja nih." ucap Selena yang baru datang.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Alvin sedikit tak suka melihat keberadaan Selena. karena takut jika Nisa melihat mereka malah akan salah faham.
"Santuy kali, lagian aku pergi sama pacar baruku." jawab Selena
"Terus dimana dia?"
"Ada tuh di belakang, ya sudah yah aku mau pergi dulu." Selena segera pergi menghampiri pacarnya.
Dari kejauhan, Nisa sempat melihat suaminya sedang berbicara dengan seorang wanita. namun dia melihat wanita itu sudah pergi.
"Siapa tadi yang datang?" tanya Nisa yang kini sudah sampai di dekat suaminya.
"Tadi Selena kesini menyapaku. lagian dia sama pacarnya." jawab Alvin
"Syukurlah" gumam Nisa yang masih terdengar oleh suaminya.
"Kamu cemburu yah sayang?"
"Biasa saja" jawab Nisa lalu dia mendudukan dirinya di samping suaminya.
"Bilang saja kamu cemburu." ucap Alvin kepada Nisa.
"Tidak, siapa yang bilang aku cemburu?"
"Itu dari wajahmu terlihat sekali kalau kamu sedang cemburu loh." ucap Alvin yang kini sedang menatap Istrinya.
"Kalau cemburu memangnya salah?" kini keduanya saling tatap.
"Tidak dong sayang, justru aku senang kalau lihat kamu cemburu. itu artinya kamu sayang sama aku."
"Tadi pagi Nisa sudah bilang loh kalau Nisa ini cinta sama Mas Alvin, bukan sayang."
"Lalu, apa bedanya?"
"Beda dong, kalau sayang itu belum tentu cinta tapi kalau cinta sudah pasti sayang." jawab Nisa
"Wah, Mas jadi makin cinta nih." Alvin tersenyum sambil memperhatikan Istrinya.
"Makasih Mas" Nisa memeluk Alvin dan Alvin langsung membalasnya.
Sekeliling mereka menatap kemesraan mereka berdua. Nisa buru-buru melepaskan pelukannya karena malu di tatap oleh orang sekitarnya.
__ADS_1
Cukup lama mereka berada di taman kota. setelah cuaca agak panas, Alvin memilih untuk mengajak Istrinya pergi ke taman hiburan. mereka menikmati hari libur mereka dengan menaiki berbagai macam permainan yang ada di taman hiburan.
••••