Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Part.61


__ADS_3

Satu bulan kemudian,


Hari ini Alvin mengajak Istrinya untuk mencari baju coupel untuk di pakai besok. karena besok hari pernikahan Melda dan Iqbal. sengaja Alvin ingin membeli baju coupel dengan Istrinya. sebenarnya mereka masih punya beberapa baju coupel. namun karena perut Nisa yang semakin membesar, baju yang Nisa punya sudah kekecilan.


"Sayang, ayo!" Alvin mengajak Nisa untuk segera pergi. kebetulan Nisa sedang bercermin sambil menatap penampilannya.


"Mas, aku gemukan yah sekarang," ucap Nisa sambil menoleh menatap suaminya.


"Tidak apa-apa sayang, mau kamu gemuk atau tidak, Mas akan tetap cinta sama kamu," ucap Alvin lalu berjalan mendekati Istrinya.


Alvin memeluk Istrinya dari belakang.


"Terima kasih Mas," ucap Nisa sambil menatap suaminya dari pantulan cermin.


"Sama-sama sayang, ayo cepat kita pergi!"


Alvin melepaskan pelukan tangannya.


"Iya Mas," jawab Nisa


Mereka segera keluar dari kamar itu. keduanya akan segera pergi karena nanti Alvin masih ada urusan lain di luar.


Alvin membukakan pintu mobil untuk Istrinya.


"Silahkan masuk tuan putri!" ucap Alvin sambil tersenyum menatap Istrinya.


"Mas apaan sih," Nisa tersipu malu di panggil tuan putri oleh suaminya.


Alvin menutup pintu mobil itu setelah Istrinya masuk ke dalam. lalu dia berputar dan membuka pintu mobil sebelahnya. dia masuk dan duduk di kursi kemudi. Alvin langsung mengemudikan mobilnya menuju ke butik langganan Nisa.


Tak lama, mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di tempat tujuan. Alvin dan Nisa segera keluar dari dalam mobil. keduanya masuk ke dalam butik. Alvin membiarkan Istrinya yang memilih pakaian untuk mereka. Nisa terpesona dengan baju couple batik berwarna pink.


"Mas, ini bagus loh," ucap Nisa sambil memperlihatkan gamis motif batik yang dia pegang.


"Ih jelek itu warnanya masa pink," ucap Alvin yang merasa tak suka dengan warnanya.


"Nisa tetap mau beli yang ini," ucap Nisa tanpa penolakan.


"Ya sudah, Mas nurut saja sama kamu," Alvin hanya menurut karena takut jika Istrinya ngambek. apalagi keinginan Ibu hamil itu harus di penuhi.


Nisa mengambil gamis yang masih di gantung itu. lalu dia mengambil juga kemeja batik warna pink yang di gantung di sebelah gamis itu.


"Ini Mas, ayo kita coba dulu!" Nisa memberikan kemeja yang dia pegang.


"Iya sayang," Alvin mengambil kemeja yang ada di tangan Nisa.


Kini keduanya sudah keluar dari ruang ganti. Nisa terkekeh geli melihat penampilan suaminya yang memakai kemeja berwarna pink.


"Kenapa kamu ketawa sayang? kamu menertawai Mas?"


"Hehe Mas Alvin lucu, tapi cakep kok," ucap Nisa

__ADS_1


"Kamu juga cantik sayang," Alvin juga memuji Istrinya.


"Kita serasi dong," ucap Nisa dan langsung memeluk suaminya. kini keduanya saling berpelukan.


Mereka kembali berganti pakaian. lalu segera membayar pakaian yang mereka beli. setelah membayar, Alvin dan Nisa langsung pulang.


"Sayang, kamu di rumah saja yah. Mas juga cuma pergi sebentar kok," ucap Alvin sambil fokus mengemudi.


"Iya Mas, jangan lama-lama loh perginya," ucap Nisa


"Iya sayang," jawab Alvin


Kini mobil yang di kendarai oleh Alvin sudah sampai di depan rumah. Nisa segera turun dari mobil dengan menenteng paper bag berisi baju yang tadi dia beli. sedangkan Alvin langsung mengemudikan mobilnya kembali. karena dia harus ketemu dengan klien di luar.


°°°


Keesokan harinya Nisa dan keluarganya sedang bersiap untuk pergi. mereka akan pergi ke masjid terbesar di kota itu. karena pernikahan Melda dan Iqbal di laksanakan di Masjid. dan resepsi pernikahan mereka di sebuah gedung yang kebetulan dekat dengan Masjid itu.


"Al, cepat panggil Nisa! dia kok lama sekali," pinta Pak Ahmad kepada menantunya.


"Iya Pah," Alvin langsung berlalu pergi dari sana.


"Sabar kali Pah, namanya juga sedang hamil," ucap Bu Siti kepada suaminya.


"Papah cuma khawatir saja kok Mah," ucap Pak ahmad


Alvin sudah sampai di kamarnya. dia melihat Istrinya yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil memegangi perutnya.


"Tadi perutku sedikit sakit Mas, tapi sekarang sudah tidak apa-apa kok," jawab Nisa


"Sebaiknya kita ke Rumah Sakit saja sayang," ucap Alvin yang merasa khawatir dengan Istrinya.


"Tidak usah Mas, ini juga sudah tidak apa-apa kok," ucap Nisa


"Ya sudah, tapi kalau nanti sakit lagi kamu bilang yah, biar kita langsung periksa," pinta Alvin kepada Istrinya.


"Iya Mas," jawab Nisa


Kini keduanya keluar dari kamar. mereka menghampiri Pak Ahmad dan Bu Siti yang sedang menunggu mereka.


Mereka langsung berangkat menuju ke Masjid tempat resepsi. mereka hanya menaiki satu mobil. dan Alvin yang mengemudikan mobil itu.


Kini mobil yang di kendarai Alvin sudah sampai di parkiran Masjid. mereka segera turun dari mobil. mereka berjalan menuju ke dalam Masjid.


Di dalam Masjid sangat rame. semuanya sudah datang. tinggal menunggu kedatangan penghulu saja.


"Melda dimana yah? kok aku tidak melihatnya?" Nisa menengok kanan kiri mencari keberadaan Melda. namun dia tidak melihatnya.


"Biasanya sih masih di belakang, karena tidak boleh ketemu dulu sama calon suaminya," ucap Bu Siti


10 menit kemudian Pak penghulu sudah datang. pihak keluarga Melda langsung memanggil Melda yang memang belum muncul disana.

__ADS_1


Tak lama Melda datang bersama orang tuanya yang berjalan di sampingnya. kedua orang tua Melda mengantarkannya hingga Melda duduk di sebelah Iqbal. semua yang datang terpana dengan kecantikan Melda. begitupun Iqbal yang sejak tadi tak berkedip melihat wajah calon Istrinya.


"Untuk kedua mempelai, apakah sudah siap?" Pak penghulu bertanya kepada Iqbal dan Melda.


"Siap," jawab keduanya.


Pak penghulu mempersilahkan ayah Melda untuk menikahkan putrinya.


Semua yang datang merasa senang saat mendengar Iqbal mengucapkan ijab qabul dengan lantang dan benar. senyum kebahagiaan terpancar dari raut wajah Iqbal dan Melda.


Setelah selesai ijab qabul, Pak penghulu langsung membaca do'a. semua yang hadir ikut mengaminkan. semuanya memberikan selamat untuk Iqbal dan Melda. termasuk Nisa, Alvin, dan keluarganya.


"Selamat Mel, akhirnya kamu menikah juga sama lelaki idaman kamu," ucap Nisa sambil memeluk Melda.


"Terima kasih Nis, karena kamu sudah datang," ucap Melda


"Sudah seharusnya aku datang Mel, aku kan sahabat kamu," ucap Nisa


Kini kedua mempelai langsung pergi ke tempat resepsi. begitupun dengan tamu yang datang ikut pergi ke tempat resepsi.


Nisa dan Alvin baru melangkahkan kakinya di gedung resepsi. namun Nisa merasakan sakit pada perutnya.


"Kamu kenapa sayang?" Alvin bertanya kepada Istrinya.


"Perutku sakit Mas," jawab Nisa sedikit meringis.


"Ayo kita ke Rumah Sakit saja!" ajak Alvin


"Tapi kita baru sampai disini Mas," ucap Nisa yang merasa tak enak sama Melda.


"Kita pamitan dulu sama Iqbal dan Melda, setelah itu kita langsung pergi," ucap Alvin


"Baiklah," jawab Nisa


Kini keduanya menghampiri Melda dan Iqbal yang sedang berdiri di pelaminan.


"Mel, Iqbal, kita pulang dulu yah. mau ke Rumah Sakit karena tiba-tiba Nisa merasa sakit perut." kata Alvin berpamitan.


"Nis, kamu kenapa?" Melda terlihat panik saat tahu Nisa sakit perut.


"Hanya sedikit sakit kok, nanti juga sembuh sendiri,"jawab Nisa


"Ya sudah yah, kita pergi dulu, selamat untuk kalian," kata Alvin lalu dia memapah Istrinya keluar dari gedung.


Melda masih menatap kepergian sahabatnya.


"Sudah, jangan khawatir! nanti kita susul mereka setelah acaranya selesai," ucap Iqbal sambil menatap Melda.


"Iya Mas," jawab Melda


Alvin menghubungi orang tuanya karena jarak mereka berjauhan. dan juga Alvin harus segera pergi ke Rumah Sakit. setelah dia menghubungi orang tuanya dan mertuanya, kini Alvin langsung masuk ke dalam mobil bersama Nisa. dia langsung mengemudikan mobilnya menuju ke Rumah Sakit terdekat.

__ADS_1


°°°


__ADS_2