Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Ikut menginap


__ADS_3

Melda sudah menemui Nisa dan mengajaknya pulang. kini mereka sudah sampai di rumah Nisa.


Bu Siti menghampiri Nisa yang baru datang.


"Nis, kamu baik-baik saja Nak?"


"Iya Mah, Nisa tidak apa-apa kok," jawab Nisa


"Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa Nak, ayo kita masuk ke dalam!" Bu Siti menuntun tangan anaknya. lalu Bu Siti beralih menatap Melda. "Ayo Mel ikut masuk juga! makasih yah sudah mengantarkan Nisa," ucap Bu Siti


"Sama-sama Tan, itu sudah kewajiban saya sebagai teman untuk menjaga Nisa," ucap Melda lalu dia mengikuti langkah Bu Siti dan Nisa.


Bu Siti menyuruh Nisa ke kamar. setelah Nisa pergi ke kamar, Bu Siti sedikit bertanya kepada Melda.


Melda mengatakan jika Nisa pergi ke danau karena kesal dia menyaksikan suaminya yang sedang melafadzkan ijab qabul. jika Nisa tidak datang mungkin sekarang Alvin sudah sah menjadi suami orang.


"Jadi seperti itu permasalahannya?"


"Iya Tan, Nisa juga tidak bicara banyak," jawab Melda


"Makasih yah Mel, kamu sangat berjasa di keluarga kami."


"Itulah gunanya sahabat, Melda membantu Nisa itu tulus kok. lagian Melda tidak ingin Nisa kenapa-napa." ucap Melda ramah


"Assalamu'alaikum," ucap seseorang dari balik pintu.


"Waalaikum'salam," jawab Bu Siti dan Melda.


Ternyata yang datang Pak Ahmad dan Iqbal.


Melda terlihat malu-malu saat ada Iqbal disana.


"Tan, aku mau ke kamar Nisa dulu yah," ucap Melda sedikit berbisik.


"Kamu gerogi yah ada Nak Iqbal," Bu Siti menggoda Melda. karena kebetulan Nisa sudah pernah cerita jika Melda naksir kepada Iqbal.


"Tante apaan sih," setelah mengatakan itu Melda segera pergi dari sana.


Kini Pak Ahmad dan Iqbal duduk di sofa. Bu Siti juga ikut duduk bersama mereka.


"Mah, bagaimana Nisa?" tanya Pak Ahmad


"Nisa baik-baik saja Pah, tadi sempat pergi tidak ijin tapi Melda sudah mengajaknya pulang," ucap Bu Siti


"Syukurlah, Papah khawatir sama anak itu," ucap Pak Ahmad


"Tan, saya boleh lihat Nisa tidak, saya belum pernah menjenguknya," sahut Iqbal yang memang datang berniat untuk menjenguk Nisa.

__ADS_1


"Sebentar, saya panggilkan Nisa dulu," Bu Siti beranjak dari duduknya lalu pergi untuk memanggil Nisa.


Kini Bu Siti kembali dengan Nisa. namun Melda tidak ikut keluar kamar.


°°°


Alvin sudah mencari Nisa kemanapun. namun dia tidak menemukan Nisa. Alvin memilih pulang dengan sedikit lesu.


Bu Hilya melihat anaknya yang baru pulang.


"Kamu dari mana saja Al? Mamah pusing di rumah harus menangani tamu sendirian, Mamah malu karena acara pernikahan kamu gagal," ucap Bu Hilya saat melihat anaknya melangkah memasuki rumah.


"Mah, aku tidak mau rumah tanggaku berantakan. sudahlah Mamah jangan suruh Alvin nikah lagi. sekarang Nisa juga sudah hamil cucu Mamah."


Bagaimana ini, aku malu kalau ketemu Nisa karena sudah menperlakukannya seperti itu." batin Bu Hilya


"Terserah kamu," setelah mengatakan itu Bu Hilya pergi dari hadapan Alvin.


Alvin melangkah menuju ke kamarnya. dia langsung mengambil koper besar dan membuka lemarinya. Alvin mengambil beberapa pakaian santai dan pakaian kerja lalu dia masukan ke dalam koper. Alvin berniat untuk menginap di rumah mertuanya. siapa tahu saat ini Nisa sudah pulang ke rumah.


Alvin keluar kamar dengan menarik koper miliknya. kebetulan Pak Alex yang sedang duduk di ruang keluarga melihat anaknya keluar kamar dengan menarik koper miliknya.


"Al, kamu mau kemana?"


"Aku mau menginap di rumah orang tua Nisa, sepertinya lebih baik aku menginap disana dulu," ucap Alvin sambil berjalan mendekati ayahnya.


"Iya Pah, ini hanya sementara kok," jawab Alvin lalu dia kembali berkata." Alvin mau pamit dulu sama Mamah," Alvin meninggalkan kopernya di dekat sofa lalu dia berlalu pergi menghampiri Bu Hilya.


Alvin melihat Bu Hilya sedang berada di dapur.


"Mah, Alvin mau pamit," ucap Alvin


Mendengar perkataan anaknya, spontan Bu Hilya menoleh ke belakang.


"Mau kemana?"


"Mau menginap di rumah orang tua Nisa untuk sementara waktu," ucap Alvin


"Terserah kamu," hanya itu yang di ucapkan oleh Bu Hilya.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Alvin segera pergi. dia mengendarai mobil sendiri menuju ke rumah mertuanya.


Cukup lama mengemudi, akhirnya Alvin sudah sampai di rumah mertuanya. dia turun dari mobil dan langsung mengambil koper miliknya. Alvin menarik koper miliknya hingga di depan pintu masuk.


Tok tok


Alvin mengetuk pintu rumah itu. hanya beberapa menit menunggu, kini pintu itu terbuka.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Mah," ucap Alvin


"Waalaikum'salam, ayo masuk Nak Alvin!" ucap Bu Siti


Alvin masuk dengan menarik koper miliknya.


"Maaf Mah, Alvin boleh menginap disini?"


"Boleh Nak, Nisa pasti senang kalau Nak Alvin menginap disini."


"Tapi, apa Nisa sudah kembali?"


"Sudah, Nisa pulang sama Melda. Ayo Mamah antar ke kamar Nisa, sekarang Nisa tidur di kamar tamu."


"Iya Mah," ucap Alvin lalu dia mengikuti langkah Bu Siti.


Saat ini keduanya sudah ada di kamar yang di tempati oleh Nisa. Melda segera keluar kamar saat melihat kedatangan Alvin. begitupun Bu Siti ikut keluar kamar karena ingin membiarkan Alvin dan Nisa bicara berdua.


Alvin menutup pintu kamar lalu dia mendekati Istrinya yang sedang berbaring di atas tempat tidur. Alvin duduk di pinggiran ranjang. dia menatap perut Istrinya yang masih terlihat datar. dia mengusap perut itu dari balik pakaian yang di kenakan Istrinya.


Nisa membiarkan suaminya mengusap perutnya.


"Kamu marah sama Mas?" Alvin naik ke atas ranjang dan mulai memposisikan diri berbaring di sebelah Istrinya.


"Siapa yang tidak marah coba saat tahu suaminya mau menikah lagi," Nisa menatap ke sembarang arah. dia malas menatap wajah suaminya.


"Sayang, maafin Mas yah," Alvin memegang kedua tangan Istrinya dan menciuminya.


"Sebenarnya aku kecewa, tapi jika Mas Alvin bersungguh-sungguh minta maaf aku maafin. tapi itu ada syaratnya," ucap Nisa


"Apa itu? apapun syaratnya aku pasti akan menurutinya," kata Alvin


"Mas Alvin jangan menyentuhku saat aku hamil. walaupun hanya ini," ucap Nisa sambil menunjuk bibirnya.


"Tapi nanti aku tidak kuat loh."


"Ya sudah kalau tidak kuat itu dl," ucap Nisa lalu memiringkan badannya membelakangi Alvin.


"Malam ini Mas tidur dimana dong?"


"Di kamarku, kamar atas," ucap Nisa


"Baiklah, aku ke atas dulu mau membereskan barang-barangku," Alvin beranjak dari atas tempat tidur. dia keluar kamar dengan membawa kopernya.


*Kenapa Mas Alvin ikut tinggal disini? bagaimana pernikahannya? ah ngapain juga aku memikirkan itu," gumam Nisa


°°°*

__ADS_1


__ADS_2