Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Permintaan


__ADS_3

Alvin kembali ke kamar setelah di nasehati oleh Pak Alex.


Kalau ginih sih aku tidak bisa ngapa-ngapain. hidup di atur terus oleh Papah. sebaiknya aku tinggal saja di Apartemen. coba nanti bicara sama Mamah." batin Alvin


Di lain kamar terlihat Bu Hilya yang sedang mencoba meredakan emosi suaminya.


"Papah sabar dong" pinta Bu Hilya


"Gimana mau sabar Mah. anak kita sudah di luar batas. mungkin sebaiknya kita nikahkan saja Mah." ucap Pak Alex


"Nikah sama wanita itu? Mamah tidak setuju!"


"Sama Nisa Mah, anaknya Ahmad." kata Pak Alex


"Bukannya Nisa baru kuliah. dia juga mesantren. kalau nikah bagaimana dengan kuliahnya?" tanya Bu Hilya meminta penjelasan dari suaminya.


"Jadi ginih Mah, nanti Alvin sama Nisa nikah dan Nisa tetap kuliah dan mesantren. jadi setelah nikah Nisa pulang ke rumah ini hanya sesekali. mungkin sebulan sekali atau beberapa kali." jelas Pak Alex sambil memikirkan niatnya.


"Papah yakin? kok Mamah ragu yah kalau Ahmad setuju."


"Nanti Papah coba bicara sama Ahmad. semoga saja dia mau."


"Apa Papah yakin jika dengan menikah Alvin akan berubah. Mamah rasa dia akan tetap keluyuran seperti itu."


"Semoga saja berubah Mah. kita doakan saja yang terbaik."


"Amin Pah"


Keesokan harinya Pak Alex berkunjung ke pesantren milik pak Ahmad.


"Asalamu'alaikum" Pak Alex mengucapkan salam saat berada di depan pintu yang kebetulan tidak di tutup.


"Waalaikum'salam" jawab Pak Ahmad lalu segera beranjak dari duduknya.


"Eh Alex, ayo silahkan masuk." dengan ramah Pak Ahmad mempersilahkan Pak Alex untuk masuk.


"Terima kasih" Pak Alex tersenyum menatap sahabatnya itu. lalu dia berjalan masuk.


Kini Pak Alex dan Pak Ahmad sudah duduk saling berhadapan.


"Maaf Ahmad kalau saya mengganggu. tapi maksud kedatangan saya kesini untuk melamar Nisa untuk anak saya Alvin." ucap Pak Alex mengatakan niatnya.


"Melamar? bukankah perjanjian kita setelah Nisa lulus kuliah." Pak Ahmad terkejut mendengar lamaran dari Pak Alex.


"Tapi aku tak mau anakku mencari wanita lain. aku mau hanya Nisa yang jadi Istrinya."

__ADS_1


"Ini permintaan yang berat. tapi nanti aku coba bicara sama Istriku."


"Terima kasih Ahmad, aku berharap sekali denganmu." Pak Alex memegang erat kedua tangan Pak Ahmad.


"Sama-sama Lex." ucap Pak Ahmad


Setelah selesai mengatakan niatanya Pak Alex memilih untuk pulang karena masih ada urusan lain.


Sore ini Pak Ahmad sudah selesai mengajar. dia bergegas untuk pulang. perkataan Sahabatnya masih saja memenuhi fikirannya.


"Assalamu'alaikum" ucap Pak Ahmad di depan pintu rumahnya sambil mengetuk pintu itu.


"Waalaikum'salam" jawab Bu Siti dari arah belakang. kebetulan Bu Siti juga baru pulang dari pengajian.


"Eh Mamah juga baru pulang." ucap Pak Ahmad sambil menoleh ke belakang.


"Iya Nih Pah" jawab Bu Siti sambil mengambil kunci rumah yang ada di dalam tasnya.


Bu Siti langsung membuka pintu rumah itu. keduanya masuk ke dalam rumah.


"Eh tunggu Mah, kita bicara dulu! ada masalah penting yang akan Papah katakan." ucap Pak Ahmad sambil menahan tangan Bu Siti. karena Bu Siti hendak melangkah menuju ke kamarnya.


"Ada apa Pah?" tanya Bu Siti sambil menatap suaminya.


Pak Ahmad langsung mengatakan niat baik Pak Alex.


"Jadi begini Mah, tadi Alex datang ke pesantren. dan dia mengatakan ke Papah jika dia berniat melamar Nisa untuk Alvin." kata Pak Ahmad


"Melamar? secepat inikah?"


"Iya Mah, memang ini terlalu cepat menurut Papah juga. tapi kita juga tidak mungkin menolak."


"Lalu kalau Nisa menikah, bagaimana dengan kuliahnya?" tanya Bu Siti


"Mungkin Alex sudah mengaturnya Mah dia kan yang punya Universitas sekaligus pesantrennya." ujar Pak Ahmad menebak.


"Kalau gitu sih Mamah setuju Pah. lagian cepat atau lambat memang Nisa nikahnya sama Alvin. walaupun kita belum tahu akhlaknya itu gimana."


"Iya Mah, kalau kata Alex sih Alvin itu masih suka keluyuran. jadi dia ingin jika Alvin cepat-cepat di nikahkan."


"Mudah-mudahan Alvin bisa menerima Nisa yah Pah. dan juga mereka cocok." ucap Bu Nisa penuh harap.


"Amin Mah, kalau gitu nanti Papah akan hubungi Alex untuk mengatakan persetujuan kita. sekaligus meminta untuk mengatur pertemuan keluarga. biar Nisa dan Alvin juga bertemu terlebih dahulu." kata Pak Ahmad.


"Iya Pah, terserah Papah saja. Mamah hanya menurut." ucap Bu Siti

__ADS_1


Setelah selesai bicara, keduanya memilih pergi ke kamar untuk membersihkan diri.


Pak Ahmad sudah menghubungi Pak Alex untuk memberitahukan persetujuannya dan persetujuan Istrinya. Pak Alex sangat senang mendengar berita bahagia itu. dia langsung mengatakan kepada Istrinya.


"Mah" Pak Alex memanggil Istrinya sambil meletakan ponsel miliknya di meja.


"Ada apa Pah? kenapa Papah terlihat senang seperti itu?" tanya Bu Hilya


"Ahmad setuju untuk menikahkan anaknya Mah." ucap Pak Alex dengan senyum mengembang.


"Wah Alhamdulilah Pah." Bu Hilya berucap syukur setelah mendengar penuturan suaminya.


Alvin kebetulan baru pulang dari kantor. dia mendengar pembicaraan kedua orang tuanya.


"Menikah? siapa yang akan menikah Mah?" tanya Alvin yang baru datang.


"Eh sayang sudah pulang. ini Nak, Nisa mau di nikahkan sama kamu." ucap Bu Hilya kepada anaknya.


"Kok Alvin sih? Alvin tidak mau!" tolak Alvin lalu berlalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


"Alvin, pokoknya kamu harus mau. awas saja kalau kamu lebih memilih pacar jal*ngmu itu." teriak Bu Hilya dan masih terdengar oleh Alvin.


"Bodo amat" ucap Alvin dan terus melanjutkan langkahnya.


"Hais anak itu susah di atur." gumam Bu Hilya


"Sabar Mah, Alvin memang seperti itu orangnya."jawab Pak Alex sambil mengusap bahu Istrinya.


Alvin yang baru sampai di kamar langsung melempar asal tas kerjanya. dia duduk di pinggiran ranjang dan langsung merogoh kantong celananya. Alvin mengambil ponsel untuk menghubungi pemilik club yang biasa dia datangi.


Tut tut


Panggilan terhubung


📱"Hallo, bagaimana? apa wanita itu terlihat datang lagi ke club?" tanya Alvin dari balik telfon.


📱"Maaf Tuan Alvin, wanita itu tidak pernah datang lagi setelah malam itu. dan malam itu dia datang untuk pertama kalinya ke club ini." ucap pemilik club dari balik telfon.


📱"Haiiss" Alvin mengusap wajahnya kasar. "Ya sudah" setelah mengatakan itu Alvin langsung mematikan panggilan telfonnya begitu saja.


Sebenarnya Alvin masih penasaran dengan wanita cantik yang pernah dia tiduri di club itu. karena dirinyalah yang telah mengambil kesucian wanita itu. bukan maksudnya untuk bertanggung jawab. namun dia merasa terhina karena baru pertama kali dia di tinggal sedirian di kamar setelah mereka ber*cinta. biasanya dirinyalah yang suka meninggalkan para wanita.


°°°°


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Like, komen, rate bintang 5

__ADS_1


__ADS_2