Noda Di Balik Jilbabku

Noda Di Balik Jilbabku
Part.57


__ADS_3

Alvin sudah pulang dari restoran. dia ingin cepat-cepat sampai rumah biar bisa lanjut istirahat bersama Istrinya. kebetulan hari ini dia sedang libur kerja. namun tetap harus pergi karena ada klien penting yang mengajaknya bertemu.


Alvin menghampiri Istrinya yang sedang duduk sendirian di ruang keluarga.


"Sayang, kok kamu tidak menyambut kedatangan Mas sih?" tanya Alvin sambil mendudukan dirinya di sebelah Istrinya.


"Malas," hanya itu yang di ucapkan Nisa.


"Kamu kenapa? kok cuek?" Alvin menatap raut wajah Nisa yang terlihat malas menatapnya.


"Tadi habis ketemu klien apa habis mesra-mesraan sih?"


"Apa maksudmu?" Alvin tak mengerti dengan maksud yang di katakan oleh Istrinya.


Nisa mengambil ponsel miliknya lalu dia membuka pesan WA yang di kirimkan oleh nomor yang tidak di kenal. ternyata pesan itu sebuah foto dan video Alvin di restoran bersama Anita.


"Nih," Nisa memperlihatkan layar ponselnya.


Alvin langsung mengambil ponsel milik Istrinya. dia terlihat heran saat melihat foto dan video itu.


Siapa yang mengirimkan ini? apa ini jebakan agar aku dan Nisa berantem. sebenarnya siapa yang merekam?" batin Alvin lalu dia kembali memberikan ponsel itu kepada Nisa.


"Sudah jelas kan sekarang jika Mas Alvin itu ketemuan dengan wanita lain di luar sana. dan wanita itu adalah mantan calon Istri yang tidak jadi." ucap Nisa yang merasa cemburu.


"Sayang, Mas bisa jelaskan semuanya, kamu jangan marah yah." Alvin mencoba untuk membujuk Nisa agar tidak ngambek lagi.


Nisa diam tak menghiraukan perkataan suaminya.


"Sayang," Alvin kembali bicara dengan Istrinya. namun masih saja tetap diam.


"Baiklah, maafkan Mas karena sudah salah. tapi itu video saat Mas tidak sengaja menabrak Anita. dan tadi hanya membantu mengelap dres yang dia pakai. sebenarnya malas, tapi karena di tempat umum terpaksa Mas harus bersikap baik." ucap Alvin menjelaskan yang sebenarnya terjadi.


Nisa masih diam tak menanggapi perkataan suaminya.


"Baiklah kalau kamu masih marah tapi setidaknya Mas sudah jelaskan faktanya. Mas mau ke kamar dulu yah sayang. mau ganti pakaian dulu." setelah mengatakan itu Alvin berlalu pergi dari hadapan Istrinya.


Nisa hanya menatap sekilas kepergian Alvin. sebenarnya Nisa tidak begitu marah kepada Alvin. dia hanya takut jika Alvin akan berpaling kepada wanita lain. apalagi sebelumnya dia dan Anita itu sempat akan menikah.


°°°


Sore harinya, Nisa menghampiri Bu Siti yang sedang sibuk di dapur.


"Mah, biar Nisa bantu," ucap Nisa yang kini sudah berdiri di belakang Ibunya.

__ADS_1


"Tidak usah Nak, lebih baik kamu istirahat saja temani suamimu mumpung sekarang libur kerja."


"Tidak mau Mah," ucap Nisa menolak


"Kenapa? kamu sedang ada masalah dengan suamimu?"


"Tidak kok," jawab Nisa


Bu Siti tahu jika Nisa tidak sedang baik-baik saja.


"Nis, kamu jangan banyak fikiran loh karena sedang hamil. kalau ada masalah apapun, kamu ceritakan saja."


"Tidak ada masalah kok Mah," jawab Nisa


"Terus kenapa kamu terlihat seperti itu?"


"Hanya sedang kesal saja sama Mas Alvin," jawab Nisa


Bu Siti hanya tersenyum kecil. dia memaklumi jika mood wanita hamil itu berubah-ubah.


"Ya sudah, ini bantu potong-potong sayuran saja biar kamu tidak bete."


"Siap Mah," Nisa langsung mengambil pisau yang tergeletak di atas meja dapur. dia mulai membantu Ibunya memotong sayuran.


Karena masak berdua, akhirnya mereka lebih cepat beres memasak. setelah selesai masak, Bu Siti menyuruh Nisa memanggilkan Alvin untuk makan bersama mumpung masakan mereka masih hangat.


"Assalamu'alaikum, wah jam segini sudah mau pada makan nih," ucap Pak Ahamd


"Waalaikum'salam, iya nih Pah, ayo Papah ikut makan juga," ajak Nisa


"Nanti deh, Papah mau mandi dulu bentar," jawab Pak Ahmad


"Mamah juga mau mengantar Papah kamu dulu, kalian makanlah!" ucap Bu Siti yang kini membawa tas hitam milik suaminya. Bu Siti ikut suaminya ke kamar.


"Nanti saja deh makannya, nunggu Mamah sama Papah kesini," gumam Alvin


"Hm, enak-enak sih ini menunya. tapi kok aku mau sate padang yah." ucap Nisa sambil menatap makanan yang ada di depannya.


"Biar Mas beliin yah sayang," kata Alvin menawarkan diri.


"Wah boleh Mas, cepat yah jangan pakai lama!"


"Baik sayang," Alvin beranjak dari duduknya. dia ke kamar untuk mengambil uang dan kunci mobil miliknya. setelah itu di segera pergi untuk membelikan Istrinya sate padang.

__ADS_1


Alvin sudah sampai di rumah makan padang yang paling dekat dengan rumah orang tua Nisa. namun menu sate padang sedang kosong. dia mencari lagi ke tempat lain, namun belum buka. cukup lama berkeliling, akhirnya dia menemukan rumah makan padang yang ada menu satenya. Alvin segera memesan satu porsi sate padang. dia menunggu pesanannya sambil menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya. ternyata sudah satu jam lamanya dia pergi. bahkan waktu maghrib sudah lewat 15 menit.


Setelah membeli sate padang, Alvin memilih untuk mencari masjid terdekat. dia akan sholat maghrib dulu sebelum pulang karena takut tidak keburu.


Setelah selesai melaksakan sholat maghrib, Alvin segera pulang.


Kini Alvin sudah sampai di depan rumah. dia segera keluar dari dalam mobil dan buru-buru masuk ke dalam rumah.


Alvin melihat di ruang makan sudah kosong tidak ada orang. namun makanan masih tersaji di atas meja.


Hm, sepertinya Nisa dan yang lainnya sudah selesai makan malam." gumam Alvin lalu dia menaruh sate yang dia beli di atas meja makan.


Alvin mencari Nisa ke kamarnya. ternyata Nisa sedang membaca ayat suci Al_qur'an. Alvin melihat Nisa yang sudah selesai mengaji.


"Sayang, itu sate padang pesanan kamu ada di meja makan. maaf yah lama karena tadi Mas keliling dulu."


"Telat, aku sudah makan dan sudah kenyang," ucap Nisa


"Maaf, Mas keluar dulu mau makan," setelah mengatakan itu Alvin langsung pergi keluar kamar untuk makan malam. karena jujur saja dia sangat lapar.


Alvin sudah duduk di salah satu kursi yang ada di sana. dia menatap bungkusan sate yang dia beli.


Dari pada tidak di makan, mending aku saja yang makan dari pada mubadzir." gumam Alvin lalu mengambil bungkusan sate yang ada di atas meja.


Terlihat Nisa yang baru keluar dari dalam kamar. dia menghampiri suaminya yang kebetulan sudah selesai makan malam.


"Mas, mana sate milikku?" tanya Nisa


"Sudah aku makan, dari pada mubadzir tidak kamu makan," jawab Alvin


"Memangnya siapa yang tidak mau memakannya?" Nisa merasa bingung karena tadi dia tidak berkata jika dia tidak akan memakan sate miliknya.


"Tadi katanya sudah kenyang karena sudah makan malam,"jawab Alvin sambil beranjak dari duduknya.


"Astaga itu kan tadi, kalau sekarang aku mau memakannya. cepat belikan lagi yang baru!" tanpa rasa kasihan, Nisa menyuruh suaminya untuk pergi keluar lagi.


Astaga kelakuan Ibu hamil sukanya ngerjain orang," gumam Alvin namun masih terdengar oleh Nisa.


"Mas bicara apa? aku dengar loh," ucap Nisa kepada suaminya.


"Tidak kok, nanti Mas mau belikan lagi sate untukmu," ucap Alvin


"Jangan nanti dong, tapi sekarang!"

__ADS_1


"Siap sayang," Alvin melangkah menuju ku dapur untuk mencuci tangan di wastafel. setelah itu dia akan pergi lagi membelikan sate untuk Istrinya.


°°°


__ADS_2