
Gao duduk di sofa ruang tamu, sudah jam dua lewat, Gao duduk menatap laptop, kejadian hari ini membuat Gao kelelahan ditambah persentase besok membuat Gao harus mengerjakan laporan malam ini.
Biasanya Jia akan menemaninya tapi sekarang rasanya berbeda, Jia tidak lagi menemaninya dalam urusan ini.
"Humm!" Gao mengencangkan tubuhnya dan meregangkan badannya karena kelelahan, dia tampaknya sudah sangat lelah dari matanya yang memerah. "Lanjut besok aja yah."
Gao menutup laptop dan berjalan masuk ke dalam kamar, dimana ada Jia yang masih tidur disana, tanpa memikirkan apa-apa, Gao langsung tidur di samping Jia, tapi kali ini jaraknya agak jauh.
Entah sudah berapa lama mereka tertidur, Gao membuka mata hari sudah pagi, sudah tidak ada Jia disampingnya, Gao berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar.
Hari ini dia akan masuk agak siang karena persentasenya yang belum selesai di kerjakan, setelah mencuci muka, dia ke dapur dan mendapati Jia disana.
"Alea, mana?" tanya Gao pada Jia yang sedang mencuci piring bekas makan Gao kemarin yang memesan makanan online. "Sudah, berangkat."
Jia hanya membalas dengan anggukan kepala, Gao sudah membiasakan diri, biasanya Jia mencuci piring, dia akan memeluk Jia dari belakang dan menciumnya.
"Kamu kenapa sih?" tanya Gao meletakkan gelas bekas minumnya di meja. "Kamu berubah tahu gak, gak kayak biasanya."
__ADS_1
Jia mendelik, dia bahkan tidak menatap Gao sedikitpun. "Aku gak kenapa-napa, kok!"
"Sikap kamu berubah."
"Harusnya aku yang nanya, begini?" Jia ingin tertawa rasanya jika Gao sudah begini, berusaha memutar balikkan fakta yang ada. "Siapa yang membuat hubungan harmonis ini renggang, aku? Bukan! Tapi kamu kak!"
"Kita sudah bahas ini yah, Jia, dan kamu sudah tahu apa alasannya," ujar Gao yang membuat Jia menarik napas panjang.
"Aku udah gak menarik, kamu udah bosan, sudah sepuluh tahun, lalu kamu pikir pernikahannya itu gitu, bosan ganti lagi, kamu tuh suami bukan kekasih lagi yang putus, ganti lagi, gak sesimple itu konsepnya."
Gao menatap Jia dalam. "Gak kamu jelasin pun aku udah tahu jawabannya Jia, jangan mendoktrin aku dengan kata-kata kamu."
Jia membalikkan badannya dan enggan menatap Gao yang ingin mengatakan sesuatu.
"Jia dengerin aku dulu!" Jia tidak menjawab.
"Kalau suami kamu tuh ngomong ditatap dong mukanya," Gao menarik tangan Jia yang membuat Jia membalikkan badannya yang membuat Gao memegang badan Jia dan terdiam. "Badan Kamu dingin banget, Kamu sakit?"
__ADS_1
"Lepasin!"
Gao tidak menjawab dia langsung memeluk Jia yang membuat Jia langsung merasa hangat walaupun hatinya yang beku tidak mendapat efek apa-apa.
"Lepasin!"
"Kamu mau mukul, kamu mau marah silakan, tapi jangan lepasin dulu, kamu lagi kedinginan atau gimana sih ini," Gao meraih ponselnya dan menelepon dokter langganannya.
"Apasih peduli kamu!"
"Yah karena kamu istriku makanya aku peduli, coba bukan yah aku ga mungkin sekhawatir ini!" jawab Gao masih berusaha menghubungi dokternya.
•
•
•
__ADS_1
TBC
Assalamualaikum