
"Muka lo, kenapa Gao, kok kusut begitu, ini lagi kemeja sama muka sama kusutnya, duh General Manager kita ini," ujar Aaron teman kantor Gao yang mendatangi meja kerja Gao sembari membawa dua gelas kopi.
Aaron sendiri secara tidak langsung merupakan teman kerja Gao, tapi dia kadang mengambil porsi sebagai asisten dan sekretaris Gao jikalau ada pekerjaan yang harus di handle berdua.
"Ada masalah sama bini di rumah, hari ini dia aneh banget tahu gak, aneh bin ajaib dah, gak biasa-biasanya dia gak nyiapin baju dan sarapan, dan tahu apa alasannya? Dia sibuk, padahal kemarin-kemarin dia bisa loh," jawab Gao menutup laptopnya kesal. "Udahlah kita ngobrolnya diluar aja, aku belum sarapan ini, kau juga kan?"
Aaron mengangguk, mereka berdua berdiri dari duduk mereka setelah Gao menenggak kopinya sedikit, rencananya Gao memilih sarapan di dekat kantor saja karena akan ada meeting sebentar lagi, hari ini benar-benar aneh bagi Gao.
Sesampainya di cafe tempat mereka akan sarapan, Gao dan Aaron langsung memesan makanan saat mereka duduk di meja mereka.
"Lanjutin yang tadi, bini lo Napa? Ngambek?" ujar Aaron yang membuat Gao menghela napas panjang.
"Yah gitu, dia berubah dan ah pokoknya anehlah," jawab Gao yang membuat Aaron berpikir sejenak.
"Ini bukan karena dia denger obrolan kita semalam kan?" tanya Aaron yang membuat Gao terdiam.
Yah, Aaron adalah salah satu dari dua teman Gao yang mengobrol di cafe saat Jia mendengar obrolan mereka.
"Terus?"
"Yah, Jia sakit hati kali, semalam Lo ngomong gitu tentang pernikahan kalian, kayaknya Lo harus minta maaf, deh bro!" jawab Aaron yang membuat Gao tidak memperdulikannya.
__ADS_1
"So, salahnya dimana, aku kan dah mau cerai sama dia, aku udah bosan dan gak nyaman, salahnya dimana!?"
Aaron mendesah malas, rasanya dia ingin membenturkan kepala temannya ini ke tembok agar dia bisa peka sedikit tentang perasaan perempuan.
"Makanya lo tuh jangan kebanyakan kerja, Lo tahu kan kalau cowok tuh mikirnya pake logika tapi kebanyakan cewek tuh pake hati, ketika Lo ngomong sesuatu yang menurut Lo secara logika tuh bener, belum tentu si Jia nya sama, soalnya dia juga pasti cinta sama Lo, secara Lo suaminya!" jelas Aaron dengan sangat emosional sekali.
"Halah bacot, lagipula aku udah gak cinta sama dia, aku cuma risih kenapa dia berubah, dan biarlah lagipula bentar lagi kami bakalan cerai!" jawab Gao yang membuat Aaron tidak menjawab lagi.
Obrolan mereka terhenti saat makanan yang mereka pesan sudah ada di meja mereka, Aaron langsung menyantap makanannya dengan gemas, gemas karena sikap Gao tentunya.
"Gao?"
"Hm!"
Sementara itu di tempat lain, Jia sudah mengantarkan Alea ke sekolahnya, dia hendak pulang sebelum dirinya tidak sengaja berpapasan dengan seorang pria yang sangat dia kenali.
"Han? Astaga Han! Udah lama banget gak ketemu, kamu apa kabar?" tanya Jia menghentikan langkahnya.
"Jia? Wah udah lama banget yah, aku baik, kamu sendiri gimana?" jawab Pria yang Jia panggil dengan nama Han itu.
Han, adalah mantan teman kuliah Jia dulu, dia satu fakultas dengan Jia dan sekarang juga dia merupakan seorang designer pria untuk seni bangunan.
__ADS_1
"Baik kok, Han, lagi ngapain kesini?"
"Lagi nganterin anak ke sini, maklum Ji, aku kan Duda, kamu nganterin anak juga? Berarti anak kita satu sekolah yah?" jawab Han yang membuat Jia menatapnya.
"Duh turut berduka yah, Maaf waktu itu aku telat tahu kalau istri kamu meninggal," ujar Jia yang membuat Han tersenyum.
"Gapapa kali, btw kamu sibuk gak, aku ajak makan mau gak, dah lama juga gak ngobrol sapa tahu kita bisa kerjasama dalam urusan bisnis design kan," jawab Han.
Jia bingung, bagaimana dia harus menjawab tawaran Han kepadanya. "Gimana yah Han, aku kan udah punya suami yah gimana yah, gak enak rasanya berdua sama cowok lain, gitu."
"Kan suami kamu gak liat," jawab Han yang membuat Jia tersenyum.
"Bagaimanapun kan kesetiaan itu bukan tentang pasangan ataupun hubungan, soal pergi bersama orang lain juga harus izin suami, Han," jawab Jia yang membuat Han terkesan.
Jia sangat teguh dengan pendiriannya, bahkan Han penasaran, pria beruntung mana yang bisa memenangkan hati Jia.
•
•
•
__ADS_1
TBC