
"Dasar buaya, dia ngapain coba ngelakuin hal ini itu sampai bahas masa lalu, cih!" ujar Gao yang membuat Aaron senyum-senyum sendiri.
Sementara itu di meja Jia dan Han, mereka tampak asik mengobrol sedangkan Gao sibuk makan hati sendiri.
"Ah, Kamu Han, kamu inget aja, aku jadi malu," ujar Jia yang membuat Han tertawa.
Han kemudian tidak sengaja memegang tangan Jia yang membuat Jia melepas tangannya. "Eh Maaf, Gak sengaja, terakhir pegang tangan kamu pas kita drama musikal kan, masih ingat!"
TUK!
Gao menghantamkan sendoknya ke meja yang membuatnya mengambil gelas berisi minuman dan menyedotnya dengan sangat kuat sampai-sampai suara sedotan itu membuat Aaron mendelik ngeri.
"Sabar, nih makan!" Aaron kembali menyuapi Gao dengan dessertnya, sementara itu Gao masih mati-matian menahan kekesalannya. "Lo kenapa sih, lagipula kan katanya Lo udah gak cinta, kok emosi!?"
"Mikir Ron! Jia kan masih istriku masih aku biarin dia sama buaya darat sialan kayak dia, cih!" jawab Gao.
Jia tidak memperhatikan sikap Gao, karena memang meja mereka saling berjauhan walaupun begitu, suara Han dan Jia masih bisa di denger oleh Gao.
__ADS_1
"Ah iya, aku inget dulu kita pernah drama musikal, suara kamu bagus banget waktu itu Han, suara kamu masih bagus gak nih?" jawab Jia yang membuat Han tertawa.
"Hahaha! Kamu bisa aja, masihlah, kapan-kapan aku nyanyi yah buat kamu, sekalian mengenang masa lalu, duh indah banget masa kuliah kita yah," Han menaruh kedua tangannya di bawah dagu sembari terus menatap Jia.
"Huek! Mual aku do!" Gao membuang muka malas sembari terus mendengarkan obrolan mereka.
"Yaudah kita pergi aja yuk! Daripada Lo makan hati disini," ujar Aaron yang membuat Gao diam.
Gao tampak berpikir sejenak saat Aaron ingin berdiri, tetapi Gao langsung mendudukkannya. "Tunggu! Aku mau denger dia dulu!"
Aaron menyerah, dia agak bingung dengan sikap Gao yang aneh saat ini padahal seharusnya dia tidak harus cemburu karena mereka akan bercerai.
"Ringgo? Kayaknya dia udah jadi aktor loh sekarang, terakhir dia main series Suami-Suami Masa Kini, seru deh, nanti kamu nonton," jawab Jia.
Gao semakin panas saja mendengar obrolan mereka, apalagi Han seolah sengaja membicarakan masalah kedekatannya dengan Jia, jelas suami siapa yang tak kesal.
"Oh Ringgo udah jadi Aktor yah, dia orangnya lucu, selalu bilang, eh nanti kalau Jia dan Han nikah, wajib kondangan katanya, hahaha, sumpah momennya lucu banget dulu, ah yaudahlah masa lalu," Han menghela napas panjang sedangkan Jia hanya tersenyum.
__ADS_1
"Dasar jamet!" teriak Gao dalam hatinya menahan kesal, karena dia tak berani untuk berteriak secara langsung.
Tak lama kemudian, seorang pelayan datang ke meja Jia dan Han, mereka membawa makanan pesanan mereka tetapi ada yang berbeda dari yang mereka bawa.
"Maaf menunggu lama, ini yah pesanannya," ujar pelayan itu yang datang bersama dua orang lainnya.
Mereka tampak membawa dessert dan minuman yang dipesan tetapi ada juga sebuah kue coklat besar dengan dekor hati yang mereka bawa.
"Ini apa yah, saya gak pesen ini, Mbak," ujar Han yang membuat Jia juga bingung.
Pelayan itu tersenyum. "Mbak dan Masnya adalah pasangan ke empat belas hari ini, ini adalah kejutan valentine di tanggal empat belas February, silakan dimakan, gratis kok, semoga Mas dan Mbaknya langgeng yah."
"Uhuk!" Seketika Gao tersedak saat mendengarkan itu.
•
•
__ADS_1
•
TBC