Noktah Merah Buku Nikah

Noktah Merah Buku Nikah
BAB 26. Jangan Katakan Apapun


__ADS_3

"Kamu Gak usah ngurusin aku, lebih baik kamu pergi Andro, aku nggak mau berurusan sama orang kayak kamu, ini bukan urusan kamu ini, urusan aku," ujar Gilbert pada Andro.


Andro tersenyum, dia menatap Gilbert yang menatapnya tajam, kedua tatapan itu saling bersinggungan yang membuat keduanya memutus kontak tatapan.


"Kau itu sangat lucu Gilbert, bagaimana bisa aku tidak mengurusinya sedangkan dia adalah sepupuku, jelas aku tidak ingin dia terluka bukan? Lagipula menjadi pebinor itu bukan profesi yang bagus loh."


"Sudah kubilang bukan urusanmu!"


Gilbert mengambil kursi dia melemparkan kursi itu kepada Andro, yang membuat Andro langsung menangkisnya, sebuah perkelahian terjadi di antara mereka, Gilbert menendang perut Andro, membuat Andro menahannya sedangkan Andro yang terjatuh ke tanah langsung bangkit dan menyerang balas kepada Gilbert.


Melihat Gilbert lengah, membuat Andre segera bangkit kemudian mengunci tangan Gilbert dari belakang, sehingga kini posisi kepala Andro berada tepat di samping kepala Gilbert.


"Dengarkan aku ya, sebelum kau menjadi seorang pebinor, ada baiknya kau pikir-pikir dulu lah, karena apa, Jia adalah anak dari kakak ibuku, otomatis Jia adalah sepupuku dan aku tidak ingin membiarkan siapapun menyentuhnya dan itu termasuk dirimu!"

__ADS_1


Andro menghempaskan tubuh Gilbert ke lantai yang membuat Gilbert hanya diam saja, sementara Andro kemudian pergi meninggalkan Gilbert di sana, Gilbert semakin dendam tidak hanya kepada Gao juga menjadi dendam kepada Andro yang selalu saja mengusik rencananya.





Gao berjalan di ruangannya, dia sudah menikmati hari-hari biasanya bekerja di kantornya, terlepas dari semalam dia yang harus masuk rumah sakit.


"Hei! Pak Gao, sedang memikirkan apa?"


Mendengar suara itu membuat Gao mengangkat kepalanya, itu adalah suara dari dokter pribadinya yang menangani penyakitnya, ternyata sudah ada di ruangannya, Gao sengaja memanggil dokter tersebut untuk segera berkonsultasi dan menanyakan tentang apa yang dia katakan kemarin kepada Jia, karena memang Jia membawanya ke rumah sakit dan bertemu dengan dokter tersebut, dokter yang sama yang memberi tahu Jia tentang penyakit, Multiple Schlorosis yang diderita Gao.

__ADS_1


"Ah dokter Andre, tidak, tidak, Saya ingin menanyakan sesuatu, sewaktu kemarin istri saya menanyakan tentang penyakit saya kepada dokter, dokter menjawab saya menghadap penyakit apa?" jawab Gao langsung ke inti pertanyaannya.


Mendengar pertanyaan tersebut, dokter yang disinyalir bernama Andre tersebut terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa haruskah dia berbohong atau jujur kepada Gao bahwa dia sudah mengatakan hal yang sebenarnya kepada Jia.


"Saya tidak mengatakan apa-apa, saya hanya berbicara kalau kau butuh istirahat saja, itu saja kok emangnya kenapa kalau istrimu tahu tentang penyakit ini?" tanya Andre yang jelas berbohong.


Gao menghela napas panjang, dia mengetuk-ngetukkan jarinya pada meja kerjanya kemudian fokus menatap dokter pribadinya tersebut.


"Aku tidak ingin, anak dan istriku tahu tentang penyakitku, Aku hanya ingin mereka hidup senang tanpa beban, itulah alasanku ingin segera bercerai dari istriku, jangan sampai suatu hari nanti ketika penyakit ini, dia tidak akan bahagia."


"Astaga Gao, tapi kau masih bisa sembuh tidak perlu seperti ini penyelesaiannya kan?"


"Kemungkinannya kecil kan, dokter sendiri yang bicara kalau kemungkinannya kecil untuk sembuh aku hanya memilih jalan yang terbaik."

__ADS_1


"Meninggalkan istri dan anak itu bukan jalqn terbaik, kejujuran lah adalah jalan yang terbaik Pak Gao."


"Aku sudah memutuskan ini dengan baik dan Aku mohon sekali untuk Dokter menjaga rahasia ini," jawab Gao menatap Andre dalam.


__ADS_2