Noktah Merah Buku Nikah

Noktah Merah Buku Nikah
NMBN S2. Alea dan Lukanya


__ADS_3

"Mama!" Aston berlari ke arah Jia sembari menangis saat dia dan Alea sudah tiba di rumah.


"Loh, Alea, ini kenapa Aston kok nangis?" tanya Jia yang membuat Alea terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan ibunya.


"Tadi Aston, ketemu sama Papa, Ma tapi Papa gak ngenalin kita, Kakak juga jahat, dia bilang Papa itu bukan Papa kita," jawab Aston menjelaskan.


"Aston! Dia emang bukan Papa kita, Papa udah meninggal, kamu kenapa sih gak paham-paham," ujar Alea yang membuat Jia langsung mengelus kepala Aston.


"Udah yah sayang, kamu ke kamar dulu gih," Jia tersenyum kepada Aston yang membuat Aston memilih ke kamarnya meninggalkan Jia dan Alea disini.


Jia berdiri dari posisinya yang tadi menenangkan Aston, kini berhadapan dengan putrinya berusaha menatap putrinya itu.


"Alea, apa benar kamu ketemu sama Papa kamu?"


"Dia bukan Papa aku, Ma, dia bahkan gak kenal sama aku," jawab Alea yang membuat Jia terdiam. "Kalau dia gak kenal sama Aston, its oke dia kan gatau Aston lahirnya gimana, tapi aku anaknya, anak yang dia besarin, tapi dia malah gak kenal sama aku, udah aku bilang kan Ma, berhenti berharap kalau Papa bakal balik."


"Alea, kamu gak boleh gitu, siapa sih yang kalian temuin tadi?" tanya Jia kembali yang membuat Alea menghela napas panjang.


"Galih, Oke, memang wajahnya mirip Papa, entah kenapa aku ngerasa dia itu Papa yang hilang, aku udah berusaha Nerima dia kembali terlepas dari kejadian di Hari Ayah waktu itu, tapi dia gak kenal kan sama kita? Papa sengaja ngilang Ma, dia bukan Kecelakaan dia ngilang buat ninggalin kita!"


"Alea!"

__ADS_1


"Aku lebih seneng kalau tahu Papa aku udah meninggal daripada masih hidup tapi dia gak ngenalin anak-anaknya," jawab Alea yang membuat Jia terdiam.


Alea berjalan menuju kamarnya meninggalkan Jia di ruang tamu, Jia terduduk di ruang tamu itu menatap fotonya bersama Gao.


Entah kenapa, dia menemukan sosok Gao pada diri Galih, tapi bahkan Galih sendiri pun tidak mengingatnya sebagai pasangan dan hanya orang asing.



Beberapa hari setelah kejadian itu, tidak banyak yang berubah dari keluarga mereka, hanya saja ikatan yang terjadi antara Jia dan Gao masih sangat kuat sehingga Jia berusaha meyakinkan hatinya kalau Gao masih hidup.


Jia kini tengah berada di butik, sedang menatap lurus hiruk pikuk pelayan dan pembeli sebelum akhirnya Aston datang dan berjalan ke arahnya dengan keadaan lemas.


"Loh, Aston, kamu kenapa Nak?"


"Kepala aku, pusing."


Jia menjadi panik, dia mengecek badan Aston dan benar saja seluruh tubuh Aston saat ini sedang panas tinggi sehingga tak lama kemudian Aston terjatuh pingsan.


"Aston! Ya Allah Aston kamu kenapa?" Jia langsung mengangkat anaknya itu keluar dari butik menuju mobilnya. Saat sampai didalam mobil ternyata mobil Jia tidak bisa dinyalakan yang membuat Jia langsung membopong keluar Aston.


"Ya Allah, ini Taksi kemana sih!"

__ADS_1


Jia menunggu Taksi dipinggir jalan, tapi bukannya Taksi, didepannya malah sebuah motor berjenis sport dengan pengendara berjaket coklat membuka helm-nya.


"Kak Gao?"


"Loh kamu, bukannya yang direstoran itu, hah iya saya Galih bukan Gao, dan ini anak kamu?" tanya Galih melihat Aston digendong oleh Jia. "Dia kenapa?"


"Panasnya tinggi, Kak."


"Yaudah bawa saja kesini, saya antar kamu ke rumah sakit!" ujar Galih yang membuat Jia langsung naik ke motor, Galih kemudian mengendarai motornya meninggalkan area butik milik Gao menuju rumah sakit.





TBC


Assalamualaikum


Ayok Like!

__ADS_1


__ADS_2