
"Kamu kok sakit, gak bilang-bilang kakak sih, Jia, ini dingin loh," Gao meraih tangan Jia dan mengelusnya dalam kemudian meniupnya sembari terus memberi kesan hangat.
Jia terdiam menatap Gao sejenak, rasanya Gao ingin mendekap erat Jia kalau begini sedangkan Jia sendiri dia kebingungan atas sikap Gao kepadanya.
Gao selalu bersikap bahwa semua hal yang terjadi padanya itu adalah urusan Jia sendiri dan Gao tidak ingin tahu.
Tak lama kemudian suara pintu di ketuk membuat Gao beranjak membuka pintu dan ternyata itu adalah dokter yang di panggil Gao.
"Silakan masuk Tante, istri saya ada di dalam," ujar Gao saat melihat Dokter kandungan itu adalah Sela, sahabat dari mertuanya.
Sela mengangguk kemudian berjalan masuk ke dalam kamar untuk mengecek kondisi Jia yang membuat Jia tersenyum melihat Sela.
"Tante, Maaf yah Tante udah ngerepotin," Jia mencium tangan Sela kemudian duduk untuk memeriksa kondisi Jia.
Sela mengeluarkan peralatannya dan mulai memeriksa kondisi Jia, sedangkan Gao hanya berdiri sembari menunggu, Sela tampak memperlihatkan raut wajah yang sulit di tebak.
Sela perlahan tersenyum kemudian menyelesaikan kegiatannya, Jia menatap Sela bingung karena ekspresinya memang se-tidak tertebak itu.
"Kamu terakhir datang bulan, kapan, Jia?" tanya Sela yang membuat Jia terdiam.
__ADS_1
Jia bingung harus menjawab apa, rasanya dia lupa kapan dia terakhir datang bulan, Jia menatap dalam Sela penuh pertanyaan.
"Bulan lalu?"
"Yakin?"
Jia ragu sebenarnya, Sela tersenyum kemudian mengeluarkan sebuah testpack dari dalam tasnya.
"Kalau yang dari Tante liat kamu hamil dan usia kehamilan kamu sudah satu bulan loh, kalau kamu gak yakin, coba cek dulu, nanti ke rumah sakit buat cek detail."
Gao terdiam, hamil, Gao tidak tahu harus berekspresi apa, dibayangan Gao rasanya tidak karuan, Jia meraih testpack itu kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Bagaimana?"
•
•
•
__ADS_1
"Nah tuh, janinnya ada, kalau dari perkiraan Tante ini usia kandungannya sudah jalan Minggu ke-lima, jangan kaget begitu, memang biasanya kehamilan kedua tuh kita gak sadar eh tahu-tahu hamil, beda sama kehamilan pertama, dijaga yah kesehatannya, Gao jangan biarin istri kamu banyak gerak," ujar Sela membereskan semua peralatannya.
Kini mereka semua sudah ada di ruangan rumah sakit karena memang Gao dan Jia ingin kembali memastikan dan hasilnya masih sama.
Sela berjalan ke mejanya dan menuliskan resep obat untuk di tebus ke apotik yang membuat Gao segera mengambilnya.
Setelah berterimakasih, Gao dan Jia berjalan keluar, tidak ada percakapan diantara mereka sampai akhirnya Gao dan Jia tiba di apotik rumah sakit.
"Kamu tunggu disini, Kakak mau tebus obatnya dulu," ujar Gao berjalan ke apotik untuk menebus obat sementara Jia hanya bisa meratap sendirian.
Tak lama kemudian, Gao kembali menemui Jia dan mengajaknya pulang, disepanjang perjalanan pulang, tidak ada yang mereka obrolkan, bahkan tentang kehamilan ini membuat Jia dan Gao tidak berkomentar apa-apa, sesampainya di rumah, mereka kembali di buat kaget dengan banyaknya tempelan foto di pintu rumah mereka.
"Apa ini!?" Gao meraihnya satu dan melihat sebuah foto dirinya bersama seorang wanita yang Gao kenali.
•
•
•
__ADS_1
TBC