Noktah Merah Buku Nikah

Noktah Merah Buku Nikah
BAB 20. Menukar 10 Tahun Berharga


__ADS_3

Kini Jia sedang berada di rumah sakit saat membawa Gao ke rumah sakit untuk diperiksa, badan Gao sangat panas dan membuat Jia panik.


"Ya Allah, semoga Kak Gao gak kenapa-napa, kasian Alea nanti kalau tahu Papanya juga lagi sakit," ujar Jia masih setia berdoa dalam hatinya.


Tak lama kemudian dokter yang memeriksa kondisi Gao keluar dari dalam ruang pemeriksaan dan mengajak Jia untuk bicara empat mata.


Jia mengikuti langkah kaki dokter itu ke sebuah ruangan untuk mengambil hasil riset pemeriksaan, feeling Jia sudah benar-benar tidak baik sekarang, tapi Jia berusaha untuk selalu positif thinking akan hal ini.


"Dari data yang kami terima, suami Anda menderita Multiple Sclerosis," ujar Dokter tadi yang membuat Jia terkejut sendiri jadinya.


Jia pernah mendengar penyakit yang menyerang saraf ini tapi dia tidak tahu lebih dalam, Jia merasa bahwa semuanya sedang tidak baik-baik saja.


"Multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang. Multiple sclerosis dapat menimbulkan gangguan pada penglihatan dan gerakan tubuh," jelas Dokter tersebut. "Saat terjadi multiple sclerosis, sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan lemak yang melindungi serabut saraf (mielin). Hal ini menyebabkan gangguan komunikasi antara otak dan seluruh tubuh. Jika tidak segera ditangani, multiple sclerosis dapat menyebabkan penurunan atau kerusakan saraf permanen."

__ADS_1


Jia menatap serius dokter tersebut. "Dan yang menyerang suami saya dibagian saraf mana, Dok?"


"Kemungkinan besar Pak Gao terserang dibagian saraf penglihatan dan tulang belakang, memang ini masih diagnosa awal, tapi agar tidak parah, harap segera dilakukan penanganan lebih lanjut," jawab Dokter tersebut.


"Jadi, saya harus apa?"


"Untuk sekarang Kami baru bisa melakukan, Tes darah, dengan mengambil sampel darah pasien untuk diperiksa di laboratorium, untuk hal penanganan penunjangan lain seperti, Evoked potensial test, untuk merekam sinyal listrik yang dihasilkan oleh sistem saraf ketika merespons rangsangan dan MRI, yaitu pemindaian yang digunakan untuk melihat adanya kelainan di otak atau saraf tulang belakang, akan kami lakukan setelah adanya hasil dari darah tersebut," jawab Dokter itu menjelaskan.


Jia merasa bahwa semuanya semakin rumit, dia tidak menyangka penyakit yang akan menimpa Gao selangka ini.


"Tahap kedua? Jadi suami saya sudah pernah kesini sebelumnya?" tanya Jia yang merasa janggal, dia menatap dalam dokter itu yang tampak keceplosan.


"Maksud saya penanganan tahap kedua, kamu akan memberikan penunjang perawatan lain seperti obat-obatan, tapi kami mohon, untuk tidak membiarkan Pak Gao sendiri, karena gejala penyakit ini bisa saja menyerangnya."

__ADS_1


Dokter tersebut kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Jia yang sedang berdiri sendiri, angin malam di koridor rumah sakit itu menerpa wajahnya, dua belas hari lagi mereka akan bercerai tapi dia di tampar dua fakta.


Dia sedang hamil dan sanggupkah dia meninggalkan Gao dengan penyakitnya setelah mendampinginya selama sepuluh tahun lamanya.


Kembali lagi hadir dalam kondisi hati Jia, tidak ada yang bisa menghalangi hadirnya sebuah perceraian tapi itu bukan tentang ini, adalah masalah hati, nurani dan sedikit rasa cinta berujung simpati walaupun selalu di sakiti, sanggupkah Jia menukar sepuluh tahun berharga dengan kalimat bosan suaminya.


Tapi kali ini bukan itu pertanyaannya, sanggupkah dia membiarkan suaminya berjalan sendiri ditengah keterbatasan yang sedang dia miliki?




__ADS_1


TBC


KOMEN YANG BANYAK BIAR RAJIN UPDATE hiksss~


__ADS_2