
Pagi sudah menyambut, Gao sudah bersiap untuk pulang, sebelum dia pulang dia sarapan dulu bersama Jia dan juga Alea.
"Asik, ternyata Papa semalam tidur di sini ya, Aku kangen banget sama papa, aku sekolahnya mau diantar sama papa yah!"
Sesosok tubuh pendek tersebut keluar dari kamar dengan pakaian lengkap khas anak sekolah PAUD, dia adalah Alea, dia sangat gembira karena kehadiran dari Gao ayahnya, mereka semua duduk di meja makan dan sarapan bersama sementara Jia sibuk menyiapkan sarapan di dapur.
Sebenarnya Alea kemarin panas tinggi tapi pagi ini sudah membaik dan memaksakan untuk sekolah, feeling Jia benar, ternyata Alea hanya merindukan Ayahnya.
Gao tersenyum dan memangku Alea. "Iya sayang, papa juga senang banget bisa ketemu sama kamu lagi, iya nanti deh Papa nganterin kamu sekolah ya."
"Nggak bisa sayang, papa kamu lagi sakit, kasihan papa kamu, kalau harus nganterin kamu dulu ke sekolah, biar mama yah yang nganterin kamu."
Jia datang ke meja makan, dengan membawa sarapan mereka, Gao yang mendengar itu menatap Alea yang sedikit sedih karena dia tidak bisa diantar oleh Gao ke sekolah.
"Gapapa Jia, biar Kakak yang nganterin dia."
__ADS_1
"Tapi Kak, Kakak masih belum sehat Aku nggak tahu harus gimana ngebiarin Kakak nyetir mobil sendiri," tolak Jia khawatir.
"Kakak, sudah sehat kok, kamu percaya sama kakak."
Jia awalnya ragu, tapi melihat wajah sedih Alea, membuat dia akhirnya setuju apalagi Alea sudah merengek ingin diantar oleh Gao ke sekolah, karena dia sudah jarang diantar oleh Gao ke sekolahnya, setelah percakapan tersebut akhirnya mereka sarapan bersama, Gao sedikit terenyuh, sudah berapa lama dia tidak sarapan bersama dengan anak dan istrinya, dan ini untuk pertama kalinya lagi bagi Gao.
Setelah sarapan, akhirnya Gao pamit kepada Jia, Dia juga sekalian mengantar Alea untuk pergi ke sekolahnya, di sepanjang perjalanan, Alea selalu tersenyum, dia bahagia karena kali ini bisa diantar sekolah oleh ayahnya sendiri setelah sekian lama dia nggak diantar ayahnya.
"Papa tahu nggak, Cinta Pertama seorang anak perempuan itu adalah ayahnya kayak yang pernah aku ceritain dulu ke Papa," ujar Alea bahagia.
Gao melirik Alea, dia mengusap kepala Alea dengan tangan kiri sembari tangan kanannya menyetir mobil. "Ingat sayang, kenapa?"
Gao tersenyum dia kembali mengelus kepala anaknya, kemudian menghentikan laju kendaraannya, setelah berhenti kini kedua tangan Gao meraih pundak Alea, Dia memegang kedua pundak anaknya kemudian mengacungkan kelingkingnya.
"Papa akan datang, tapi kamu harus janji kamu harus menampilkan yang terbaik untuk Papa dan Mama besok ya."
__ADS_1
"Aku janji!" jawab Alea menautkan jari kelingkingnya kepada kelingking Gao.
Sementara itu di lain tempat, seorang pria sedang memandang sebuah kertas hasil lab seseorang, yah itu adalah hasil lab dari Gao, hasil lab yang menyatakan Gao menderita Multiple Schlorosis
"Ini adalah kesempatanku, untuk memisahkan Gao dan Jia."
Setelah mengucapkan itu, terdengar sebuah tepukan tangan. "Gilbert, rupanya kau masih tidak bisa move on dari Jia, setelah 10 tahun lamanya, aku kasihan padamu kau berencana menghancurkan kehidupan pernikahan orang lain ku sebut apa dirimu, Pebinor?"
Pria tersebut membalikkan badannya dia menatap pria lain yang baru saja berbicara dengannya, dan pria yang berbicara dengan itu adalah ternyata adalah Andro.
"Ini bukan urusanmu Andro!" jawab Gilbert menatap tajam Andro.
•
•
__ADS_1
•
TBC