Noktah Merah Buku Nikah

Noktah Merah Buku Nikah
BAB 33. Kamu Pemeran Utamanya


__ADS_3

Merelakan cintamu bahagia dengan orang pilihannya adalah jalan terbaik untuk bahagia karena hadirnya keikhlasan sebelum bahagia.


- Kang Batagor depan rumah



"Kamu, Gapapa, maaf yah saya berhenti tiba-tiba, tadi saya ngecek hp, ternyata ini hari ayah dan pentas seni anak saya, saya gabisa lanjut temenin kamu keliling, gimana, gapapa kan?" ujar Gao yang membuat Syifa terdiam sejenak.


"Ternyata Pak Gao beneran udah punya anak,* batin Syifa yang merasa sakit karena didepannya kini ada orang yang dia cintai, Syifa yang masih melamun tanpa sadar sudah dilaburkan oleh Gao.


"Syifa? Kamu Gapapa kan?" ujar Gao sekali lagi memastikan yang membuat Syifa tersadar dari lamunan dan batinnya.


"Eh Pak, Gapapa, lagian Anak Bapak lebih penting kan, lain kali aja liat-liatnya, Bapak pergi aja biar aku yang handle disini, aku udah paham kok tugasnya," jawab Syifa yang masih berusaha tersenyum.


"Beneran Gapapa? Saya jadi gak enak."


"Gapapalah, itu Istri dan Anak Pak Gao pasti udah nungguin kan? Pergi aja nanti telat," jawab Syifa yang membuat Gao tersenyum tali sebelum Gao pergi, Syifa segera menahan Gao. "Pak Tunggu!"


"Iya, kenapa?" jawab Gao membalikkan badannya dan melihat kembali ke arah Syifa.


Syifa mengulurkan tangannya menyerahkan ponsel Gao yang juga jatuh tapi lupa di bawa oleh Gao, disitu Syifa tidak sengaja menyalakan layar ponsel tersebut sehingga ia bisa melihat lock screen wallpapers milik Gao yang menampilkan foto dirinya bersama Jia dan Alea.


"Itu Istri Pak Gao, yah?"

__ADS_1


Gao tersenyum kemudian mengangguk dan menatap foto itu sejenak.


"Dia beruntung banget punya suami kayak, Pak Gao," ujar Syifa kembali.


Gao menatap Syifa kemudian melepas kacamata yang dia gunakan. "Saya yang beruntung, Syifa."


"Maksudnya?"


"Iya, dia adalah seorang wanita karir sekaligus ibu rumah tangga yang baik, dia bertanggung jawab pada pekerjaan dan karirnya juga bertanggung jawab atas anak dan suaminya, jarang ada wanita yang bisa mengambil dua peran sekaligus, dia yang menemani saya dari nol, dari banyaknya orang meragukan pernikahan kamu yang diawali dengan kemiskinan walaupun kami dari keluarga berada, istri saya selalu mengatakan untuk mandiri, karena tidak selamanya kita bergantung pada orang tua, karena dialah saya bisa menjadi Gao yang dikenal banyak orang," jelas Gao pada Syifa. "Tapi-"


"Tapi, kenapa Pak?"


"Tapi saya sudah mengecewakan dia, dia sudah bersusah payah selama bertahun-tahun diawal pernikahan kami, dan disaat dia sudah sukses dengan karir dan kehidupannya saya tidak ingin dia terbelenggu karena harus menerima kondisi saya nanti, saya tidak tahu sampai kapan saya akan berdiri dengan kaki saya sendiri, dan saya tidak ingin dia repot akan hal itu, dia berhak bahagia tanpa saya yang akan menjadi beban dia, dia sudah terlalu banyak susah, dia berhak untuk menikmati kerja kerasnya," jelas Gao pada Syifa. "Lah, malah jadi curhat."


"Gapapa Pak, saya minta maaf juga kalau ga sopan nanyanya, yaudah gih nanti telat loh Pak."


"Dia yang aku cinta, sangat mencintai istrinya, mana bisa aku menaikkan ego demi kebahagiaan pribadi."


- Flashback On


"Jia dan Gao itu sedang dalam ujung tombak pernikahan mereka beberapa hari lagi mereka akan bercerai," ujar Andro pada Syifa saat mereka dalam perjalanan menuju apartemen Syifa.


"Loh, bagus dong, aku ada kesempatannya untuk sama-sama Pak Gao, orang yang aku cinta."

__ADS_1


Andro menggelengkan kepalanya. "Kamu tahu gak alasan mereka bercerai."


"Ada orang yang sama seperti kamu, bedanya dia mencintai Jia, dia berusaha memisahkan Jia dan Gao dengan cara yang salah, dia memaksa seorang dokter memalsukan laporan kesehatan Gao, sehingga membuat Gao mengira bahwa dia mengidap penyakit berbahaya, ditambah Dokter itu sering menyuntikan cairan khusus yang membuat kesehatan Gao keliatan tidak baik, alasan inilah yang menjadikan Gao menggugat Jia, tidak ada tidak ada hujan, keretakan rumah tangga terjadi begitu saja, apakah kamu sanggup memisahkan mereka berdua juga, disaat keduanya dilukai oleh takdir yang sedang mereka jalani."


"Maksudnya, Kak Jia sama Pak Gao saling mencintai, karena tidak ingin Kak Jia repot, Kak Gao berpura-pura tidak Cinta lagi agar kak Jia tidak tau penyakitnya dan mereka bisa cerai."


"Kurang lebih begitu, saat kamu melihat mata Jia akan ada bayangan Gao disana sebaliknya Dimata Gao, ada Jia disana."


- Flashback Off


"Aku harus gimana?" ujar Syifa menatap wajahnya di cermin. "Gak Syifa, kamu gak boleh memisahkan orang yang ditakdirkan bersama."


Syifa meraih ponselnya kemudian menelepon Andro.


[Kak Andro, bagaimana rencananya aku bersedia ikut]





TBC

__ADS_1


Andro, Andre dan Syifa


Woah!


__ADS_2