Noktah Merah Buku Nikah

Noktah Merah Buku Nikah
BAB 27. Kendati Berat Melepaskan Cintamu


__ADS_3

Jia kini berjalan di area koridor kantor tempat kerja dari Gao, dia ingin bertemu Gao untuk mengabarkan bahwa di rumah ibunya akan ada acara keluarga yang mengharuskan dia datang bersama Gao, selaku suaminya.


Di saat dia berjalan menuju ruangan Gao, dia tidak sengaja berpapasan dengan dokter Andre yang baru juga menemui Gao, dalam kondisi tersebut membuat dia dan dokter Andre terdiam saling bertanya-tanya, Apa tujuan Jia ke sini, dan Apa tujuan dokter Andre juga ke sini.


Jia menghentikan langkahnya. "Dokter bukannya dokter yang kemarin nanganin suami saya ya?"


Ah, ah Iya benar, saya Andre, sebenarnya saya ada dokter pribadi dari Pak Gao, Wah salam kenal istrinya ya namanya, siapa Bu?" Andre berusaha menetralkan keadaan dengan memulai sesi perkenalan.


"Nama saya Jia, sebenarnya saya masih penasaran tentang penyakit suami saya, tapi saya lagi sibuk, saya boleh minta nomor dokter nggak Kalau sewaktu-waktu saya ingin bertanya sesuatu?" jawab Jia tersenyum.


Mendengar pertanyaan tersebut membuat dokter Andre terdiam, jelas dia masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, tentang sesuatu yang ditutup-tutupi oleh Gao dan tetap penyakit Gao yang dinilai sudah sampai pada taraf yang cukup berbahaya.


Dokter Andre terhenyak dari lamunannya. "Boleh Bu, Boleh, ini kartu nama saya kalau ibu butuh apa-apa atau mau telepon saya silakan!"

__ADS_1


Melihat itu membuat Jia tersenyum, Jia meraih kartu nama tersebut kemudian membacanya sejenak sebelum mengangguk pada dokter Andre, sebelum mereka berpisah dokter Andre, sempat menahan Jia dan mengatakan sesuatu yang sangat berbekas di kepala Jia.


"Bu Jia, jika sesuatu hal terjadi pada pernikahan ibu, mungkin bisa jadi ada sebuah alasan di balik itu, saya harap Bu Jia, bisa mempertahankan apa yang sudah menjadi milik Bu Jia."


"Maksud dokter Andre apa ya?"


"Ah tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi ya Bu, sampai ketemu lagi kalau ada apa-apa telepon saja," jawab Dokter Andre berjalan pergi.


Jia berdiri dan terdiam, dia tidak mengerti apa maksud ucapan dari dokter Andre kepadanya, mengenai tentang mempertahankan sebuah hal yang sudah menjadi miliknya dan sesuatu yang menjadi alasan, memang saat mengetahui penyakit dari Gao membuat Dia sedikit ragu untuk melakukan perceraiannya kepada Gao, tapi dia sama sekali tidak tahu bahwa ada suatu hal yang sedang Gao tutupi kepadanya dan mungkin bisa jadi akan dia ketahui tidak lama lagi.


Sesampainya di ruangan Gao, Jia langsung masuk dan mendapati Gao sedang terduduk lemas di kursinya.


"Kakak masih sakit yah?"

__ADS_1


Gao yang sedang memijat kepalanya tersebut mengangkat kepalanya dia menegakkan badannya saat mengetahui Jia sudah ada di hadapannya.


"Kamu ngapain ke sini, ah nggak kakak nggak apa-apa cuma pusing mikirin kerjaan," jawab Gao berbohong padahal badannya benar-benar lemas.


"Yakin?"


"Yakinlah, paling ini cuma masuk angin doang itu kayak kemarin kakak cuma kurang istirahat udah nggak apa-apa," jawab Gao berusaha mengalihkan topik mereka.


"Jangan nyepelehin, suatu penyakit Kak," jawab Jia balik.


"Iya, iya, kamu mau ngapain ke sini jia?"


"Aku cuma mau nyampein kalau di rumah Mama ada acara keluarga dan Mama nyuruh kita datang bareng Alea juga, aku harap kakak mau datang yah," Jia menatap Gao dalam.

__ADS_1


"Oke kakak bakal jemput kamu nanti, kamu infoin aja jam berapa nanti kakak bakal jemput kamu."


__ADS_2