
"Kalau begitu, aku permisi dulu ya Kak," Jia membalikkan badannya hendak pergi meninggalkan Gao.
Jia memilih pergi dari sana meninggalkan kau di ruangannya dan kembali melanjutkan kegiatannya yaitu mengurus butiknya dan juga menjemput Alea sekolah, tapi di saat ia ingin keluar dari ruangan tersebut langkahnya tiba-tiba terhenti saat ada sebuah pertanyaan tersorot di batinnya, tentang sebuah hal yang harus ditanyakan kepada Gao sekarang juga.
Jia membalikkan badannya, dia kembali menatap Gao yang masih menegakkan badannya dan duduk di kursinya.
"Kak, Aku boleh nanya sesuatu nggak sama kakak?"
"Kamu mau nanya apa aja, Kamu tanya aja Jia kalau kakak bisa jawab kakak bakal jawab kakak bakal jawab," balas Gao.
"Menurut kakak apakah bisa pernikahan kita dipertahankan?"
Sebenarnya itu yang ingin dikatakan oleh Jia kepada Gao, andai saja Jia memiliki keberanian untuk mengatakan hal itu tapi hal itu hanya terucap dalam hati Jia.
Yang tidak tersampaikan kepada Gao langsung, tentang apakah menurut Gao pernikahannya harus dipertahankan atau tidak, dan yang keluar dari mulut dia malahan.
__ADS_1
"Aku cuma mau ngingetin 11 hari lagi kita bakal cerai Aku harap kakak udah siapin ini baik-baik."
Gao menatap Jia sejenak, dia tersenyum kemudian menghela nafas panjang. "Kakak mengerti dia kamu tidak usah khawatir apapun keinginan kamu pasti akan Kakak turuti termasuk perceraian ini."
Mendengar itu sontak membuat Jia menggangguk, juga Jia kemudian berjalan meninggalkan ruangan Gao untuk melanjutkan kegiatannya lagi, Sementara Gao dia hanya terduduk di ruangannya melawan semua perdebatan di dalam hatinya dan semua kata-kata yang seolah bertanya apakah ini harus dilakukan atau tidak sama sekali.
•
•
•
"Loh tidak bisa begitu dong, Andre, ini sudah menjadi kesepakatan kita saya sudah membayar kamu untuk memalsukan segala laporan kesehatan tentang Gao, yang mungkin bisa berdampak buruk kepada pernikahannya."
Andre yang sedang terduduk di ruangannya tersebut menatap sosok pria yang juga duduk di hadapannya, dia menghela nafas panjang kemudian mengusap kepalanya.
__ADS_1
"Saya rasa ini sudah melanggar kode etik kedokteran saya, tidak hanya itu saya rasa hati nurani saya pun tidak bisa berbuat banyak, saya tahu rasanya pernikahan saya hancur bagaimana dan saya tidak ingin Gao merasakan hal yang sama hanya karena keegoisan kamu," ujar Andre melepas kacamatanya.
"Sudahlah Andre, kamu sudah berjalan sejauh ini kamu tinggal ikuti saja rencana saya kamu tinggal membuat sebuah laporan tentang penyakit Gao yang semakin parah, dan tinggal tunggu saja Gao menceraikan Jia yang membuat saya bisa merebut Jia dari tangan Gao.*
Andre menggelengkan kepalanya. "Tapi Gilbert, kamu mencintai dia tapi kamu lupa hakikat dari mencintai, mencintai itu tidak hanya tentang kita harus memiliki, tapi kita bisa melihat orang yang kita cintai bahagia dan kamu sadarkan, kalau bahagia Jia itu ada pada Gao dan bahagia Gao itu ada pada Jia."
"Tahu apa kamu tentang bahagia Andre, ikuti saja rencana saya dan semuanya akan selesai," bentak Gilbert memukul meja dihadapannya itu.
Gilbert berdiri, setelah mengatakan itu ia kemudian berjalan keluar dari ruangan kerja dari Andre, sementara itu tak jauh dari sana Ada sosok Andro yang mendengar sama percakapan itu dan entah ada rencana apa di kepala Andro, yang penting Andro memikirkan sebuah hal yang mungkin akan merubah sesuatu yang ada.
•
•
•
__ADS_1
TBC
Assalamualaikum