Noktah Merah Buku Nikah

Noktah Merah Buku Nikah
BAB 32. Bukan Bidadari Pengganti


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul dua malam, Andro berjalan di area bandara mencari sosok yang dia cari-cari, dia kesulitan mencari sampai akhirnya dia menemukan sosok tersebut.


"Syifa!" teriak Andro yang membuat Syifa menatap Andro kemudian berlari ke arah Andro sembari menarik kopernya.


Syifa yang merindukan sosok yang dia sudah anggap sebagai kakak itu langsung memeluk Andro sedangkan Andro membalas pelukannya.


"Kangen deh! Udah hampir sepuluh tahun yah gak ketemu," ujar Syifa pada Andro.


"Udah lebih kali, lagian kamu betah banget disana," jawab Andro mengusap kepala Syifa.


Syifa tertawa pelan. "Lagian disana lebih cuan, tapi tenang untuk beberapa bulan kedepan aku bakal di Indonesia karena aku udah approve pekerjaan sebagai sekretaris sementara di sebuah perusahaan, gajinya masih gede di luar negri sih, tapi sekalian healing kan, lagipula tahu gak kak."


"Tahu apa?"


"Aku bakal jadi sekretaris orang yang aku suka dari jaman aku kuliah di Indonesia," jawab Syifa dengan wajah gembira.


"Oh, Orang yang sering kamu ceritain yah, mau tahu dong namanya, kamu kan selalu bilang rahasia," Andro menarik koper Syifa kemudian mereka berdua berjalan menuju mobil Andro yang terparkir tidak jauh dari sana.


Perempuan dengan rambut coklat muda itu langsung membuka ponselnya dan memperlihatkan foto pria kepada Andro.


"Namanya Pak Gao, dia jadi Boss aku nanti, aku udah lama suka sama dia, berharapnya sih dia bisa PDKT sama aku," Andro sontak terdiam.


"Kamu emang kenal sama dia?"


"Kenal banget, dia dulu kating aku, suka bercandain aku, pokoknya dia baik banget, tapi aku gak pernah berani bilang cinta sama dia," jawab Syifa memanyunkan bibirnya.


"Kalau Dia udah nikah gimana?"


Syifa menghentikan langkahnya kemudian menatap Gao sejenak. "Pak Gao udah nikah?"

__ADS_1


Andro kembali diam, dia menatap wajah Syifa yang tampak kecewa. "Iya, dia udah punya istri dan anak, nama istrinya Jia."


"Jia? Kak Jia sepupu Kak Andro itu?" tanya Syifa berusaha memastikan yang membuat Andro kembali mengangguk.


Seketika badan Syifa lemas, Andro yang melihat itu langsung merangkul wanita tersebut dan menguatkannya.


"Itu Tandanya kamu harus melupakan dia."


"Tapi kan gak semudah itu, aku udah nunggu sepuluh tahun buat bener-bener Deket sama orang yang aku cinta, tapi dia malah nikah sama cewek lain."


"Kalian kan gaada hubungan apa-apa, dia menikahpun kan gajadi masalah," Andro berjalan lebih dulu dari Syifa.


Syifa mengangkat kepala. "Kak Andro kan gak pernah jatuh cinta, mana tahu rasanya orang yang kita cinta udah dimilikin orang lain."


Andro terdiam. "Kakak tahu rasanya Syifa, makanya kakak menguatkan kamu."


Setelahnya tidak ada percakapan lagi diantara mereka, hanya semilir angin malam yang membuat keduanya langsung buru-buru menuju mobil.



Hari ini adalah Hari dimana hari pertama Syifa bekerja menjadi sekretaris Gao setelah dirinya tiba di Jakarta tadi dini hari.


"Loh kamu, kamu Syifa kan, adik tingkat saya dulu," ujar Gao tersenyum kepada Syifa karena mereka sudah lama tidak bertemu.


Syifa mengangguk. "Iya Pak, kangen deh sama Pak Gao, udah sepuluh tahun gak ketemu."


"Saya juga kangen nih, iya udah lama yah, ternyata dunia sempit kita malah ketemu disini, bagaimana udah siap buat kerja hari pertama?"


Syifa kembali mengangguk dan berdiri dari duduknya. "Siap kok, Pak."

__ADS_1


"Bagus, kamu sudah ambil scedhule saya hari ini kan?"


"Sudah," jawab Syifa yang membuat Gao menaikkan jempolnya.


"Kamu makin cantik aja, maklum yah wanita karir dulu kan kamu polos banget," ujar Gao kembali.


"Pak Gao, bisa aja, gimana kalau hari pertama ini Pak Gao ngajak saya buat Keliling kantor ini, menurut jadwal kita sih, meeting terdekat nanti jam dua siang, mungkin Pak Gao ada waktu?"


Gao menatap Syifa kemudian menimbang-nimbang sejenak. "Boleh juga, mau mulai sekarang?"


Syifa menganggukkan kepalanya, keduanya kemudian keluar dari ruangan Gao menuju koridor lantai bawah untuk memperkenalkan Syifa pada seisi kantor, Syifa dan Gao tampaknya sangat asik mengobrol, kehadiran Syifa membawa Gao melupakan beban pikiran tentang pernikahannya untuk sesaat.


Disaat mereka berada di area kafetaria kantor, Syifa tidak sengaja menabrak punggung Gao, karena Gao berjalan didepannya, yang membuatnya menjatuhkan berkas yang dia pegang, Gao dengan sigap langsung membantu Syifa memungut berkas itu samlai akhirnya mereka berdua mengalami adegan yang begitu dekat.


Tak jauh dari sana ada, Jia yang berdiri menatap mereka bersama dengan Alea, Jia yang hendak menemui Gao untuk menonton pentas seni spesial Hari Ayah yang akan diadakan di sekolah Alea mendadak memutar badan.


"Ma, kok gajadi ketemu Papa?" tanya Alea pada Jia.


"Nanti Papa nyusul yah, dia ada kesibukan, kita duluan aja yah," jawab Jia yang tampak sadar berkaca-kaca karena melihat Gao tadi.


Sesampainya didalam mobil, Jia langsung menjalankan mobilnya menjauh dari kantor Gao. "Aku gak nyangka Kak, ternyata kamu memang sudah punya wanita idaman lain."





TBC

__ADS_1


Tipikal Sinetron banget, dikit2 salah paham


__ADS_2