
Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam, entah sudah berapa lama, Gao berada dalam posisinya, yaitu diam di ruang tamu apartemen tersebut duduk di sofa dan merenungi dirinya sendiri, setelah cukup lama merenungi dirinya sendiri dan bagaimana kedepannya, Gao akhirnya memilih masuk ke kamar untuk tidur, dia bersyukur Jia masih menganggapnya sebagai suami dan mengizinkannya tidur sekamar dengannya walaupun mungkin mereka sudah tidak baik-baik saja.
Sesampainya di dalam kamar, Gao melihat Jia dan Alea tidur di ranjang, hatinya tersenyum sudah lama dia tidak begini karena beberapa hari terakhir dia selalu bersikap cuek kepada Alea maupun Jia.
"Astaga kenapa hatiku malah sakit melihat ini?" batin Gao yang merasakan bahwa inilah sebuah keluarga yang sebenarnya yang diimpikan, inilah sebelum keluarga yang dia bangun sendiri selama 10 tahun dan dengan satu hari dia menghancurkannya begitu saja.
Gao memprospek dirinya sendiri, rasa-rasanya dia merasa tidak pantas untuk tidur di ranjang yang sama dengan Jia maupun Alea, sehingga membuat dirinya memilih mengambil bantal kemudian tidur di karpet yang ada di lantai.
__ADS_1
Sebelum tertidur, Gao duduk sejenak di lantai, dia menyandarkan punggungnya di ranjang yang dimana, di ranjang tersebut tertidur Jia dan Alea, dia kembali merenungkan nasibnya ditinggal Jia dan juga Alea, hidup sendiri menjadi seorang duda kedepannya.
"Apa aku kuat nanti, apakah aku bisa tapi jika aku bertahan, kasihan Jia dan Alea, Tidak Gao, kamu harus bisa, kamu harus bisa, kamu nggak boleh ngerepotin Jia maupun Alea kamu harus kuat dong!"
Gao berusaha menguatkan dirinya sendiri, entah apa yang ada di kepalanya Kau hanya terbayang satu alasan kenapa dia begitu kekeh ingin bercerai dari Jia.
Sejauh ini Gao memiliki satu alasan, dia tidak ingin memaksakan sebuah pernikahan ketika dia tidak bisa bertahan lagi dan ketika ini semua dijalankan dengan terpaksa dia takut kedepannya, Jia akan tersiksa dengan dirinya yang sudah perlahan tidak mencintai Jia lagi.
__ADS_1
Terdengar bodoh, bagaimana seorang pasangannya sudah menikah 10 tahun bisa mengalami kehilangan cinta berangsur-angsur padahal tidak ada yang berubah dari hubungan mereka kecuali bertambahnya usia hubungan mereka.
Tapi Gao punya satu alasan yang benar alasan yang tidak bisa diungkapkan, satu alasan yang menjadi alasan terbaik kenapa dia harus menceraikan Jia.
"Jia nggak boleh tahu, tentang penyakitku."
Setelah berbicara dengan hatinya sendiri, Gao memilih tidur di karpet tersebut memandang ke arah langit-langit berusaha memprospek kembali perasaannya, bahwa dirinya baik-baik saja dirinya akan tetap baik-baik saja apapun ke depannya, dia akan menjalaninya sendiri karena dia tidak ingin orang lain merasa terbebani olehnya ketika suatu saat dirinya akan benar-benar jatuh, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan orang pertama yang tidak ingin dia bebani adalah istrinya sendiri.
__ADS_1
Itulah mengapa dia memiliki alasan kuat untuk berpisah dari Jia, karena dia tahu bahwa kedepannya dia akan benar-benar tidak bisa berguna lagi, akan benar-benar tidak bisa menjadi suami secara seutuhnya lagi dan dia tidak ingin Jia merasakan hal itu dia ingin Jia bahagia.
Hanya itu keinginan dari Gao.