Noktah Merah Buku Nikah

Noktah Merah Buku Nikah
BAB 29. Day 4: Sampai Kapan Kita Berlari?


__ADS_3

Hari ini sudah memasuki hari ke-empat dari kesepakatan Empat Belas Hari kesepakatan perceraian mereka yang harus dijalani oleh Jia dan Gao.


Gao sendiri yang sudah keluar dari rumah sakit masih harus merasakan sakit yang dimana hal itu disebabkan oleh diagnosis salah dan Andre yang menyuntikkan cairan khusus kepada Gao, atas perintah dari Gilbert.


Gao kini duduk di ruang tamu rumahnya, sepi, sendirian sembari mempersiapkan diri untuk melepaskan seluruhnya, dia benar-benar harus menceraikan Jia, karena Jia berhak bahagia.


Sebenarnya ada acara keluarga di kediaman orang tua Jia, tapi Gao tidak bisa hadir karena kondisi kesehatannya, dan disaat itulah Andro hadir meleburkan lamunan Gao.


Belakangan ini Gao sangat suka menyendiri tapi terkadang dia merindukan putrinya, dia masih sangat yakin jika penyakit Multipleks Klorosis yang dia derita ini akan membebankan istri dan anaknya nanti.


Disaat Gao tengah duduk termenung, suara ketukan pintu membuat Gao berdiri, pria berdarah Chinese itu berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu.


"Andro?"


Gao sudah tahu kalau Andro adalah sepupu dari Jia, sehingga dia tidak seperti hari kebelakangan bersama Andro.


"Hari ini dirumah keluarga ada acara, kok Jia datang sendiri? Kamu kenapa gak ikut," tanya Andro masuk ke dalam rumah itu dan duduk di sofa.


Gao menggeleng, dia berjalan menuju dapur yang berseberangan langsung dengan ruang tamu sehingga dia masih bisa bersitatap dengan Andro.


"Jika ingin memisah jarak dengan istriku kan semua hal tentang kedekatan kami harus dihilangkan," jawab Gao memencet tombol mesin pembuat kopi miliknya.


Andro menghela napas sejenak, dia melirik kertas hasil pemeriksaan dari Gao, dia tahu itu palsu tapi dia tidak boleh mengungkapkannya sekarang.

__ADS_1


"Setelah kalian bercerai nanti, Jia mengatakan akan ke luar negri membawa Alea, apakah kamu sanggup?"


Gao tampak menunduk, hatinya hancur, dia masih berusaha tegar dihadapan Andro. "Sebenarnya aku tidak terlalu peduli, biarkan saja."


"Jika ada pria lain yang menawan hatinya? Bagaimana," tanya Andro menanggapi pernyataan Gao.


Gao tidak menjawab, dia tersenyum dan menghela napas panjang, sembari membawa kopi untuk Andro. "Kalau ada pria lain yang mencintainya yah bagus."


"Kamu bohong, Gao," jawab Andro mengambil gelas kopi itu kemudian meminumnya.


Hening, tidak ada lagi percakapan diantara mereka berdua, sebelum akhirnya Andro buka suara.


"Ganti bajumu, kita ke acara itu sekarang," ujar Andro yang membuat Gao menggeleng. "Kalian memang akan berpisah, tapi setidaknya bersikaplah sebagai suami sampai hari itu datang."


Gao menghela napas, dia beranjak berdiri kemudian berjalan menuju kamarnya untuk berganti baju, tak butuh waktu lama setelah berganti baju, Andro dan Gao kemudian berangkat menuju acara keluarga yang di adakan di kediaman orang tua Jia.


Gao menggeleng, awalnya Gao yang ingin bersikap dingin tidak bisa melakukan itu, ketulusan hati Jia tidaklah bisa Gao tolak.


Gao berjalan duduk di sebuah kursi ditemani Jia, Jia menatap Gao sekilas yang membuat Gao membuang wajah.


"Sisa sepuluh hari kak, gimana kondisi kakak?"


"Seperti yang kamu lihat, saya baik-baik aja," jawab Gao berusaha tidak peduli.

__ADS_1


"Kalau aku ingin kita tidak jadi bercerai bagaimana?" tanya Jia yang membuat Gao mendelik.


Gao menghela napas panjang kemudian membungkukkan badannya ke Jia. "Dengar yah Jia, saya tidak cinta sama kamu, daripada kamu tersiksa terus, lebih baik kamu terima kenyataannya bahwa kita harus berpisah."


Jia terdiam, sementara Gao, dia merasa sangat bersalah dalam hatinya karena mengucapkan itu.


"Sampai kapan kita terus begini kak?"


"Sampai kita berpisah, Jia, jangan berharap apa-apa lagi," jawab Gao.


Jia tersenyum, dia menatap Gao dengan tatapan tegar. "Baiklah jika itu keputusan kak Gao."


Jia berjalan menuju dapur belakang kediaman keluarganya lebih tepatnya di toilet, dia menatap wajahnya sendiri di cermin wastafel.


"Bagaimana dengan kondisi kamu nanti dan hagaimana dengan calon anak kita," batin Jia mengeluarkan sebuah testpack dengan dua garis biru.





TBC

__ADS_1


Kangen kalian huhuhu :)


Assalamualaikum


__ADS_2