NONA

NONA
Semakin gila


__ADS_3

"Kamu sudah kehilangan kesempatan saat memutuskan untuk menyakiti hatinya."


"Bukannya saya masih bisa kembali?"


"Iya, tapi, saat ini. Illona sudah tak sendiri."


***


Sofia tahu kalau atasannya ini punya kelakuan yang enggak ada normal-normalnya. Cuman yah, apa harus mereka maksud Sofia, Ares dan Illona berkencan di ruang meeting, lebih-lebih ia harus tetap tinggal dengan tampang bodoh seperti sekarang.


"Kamu tau enggak tampangnya Rico pas aku ke kantor tadi udah kayak mau nonjok tau, terus yah makin dongkol pas aku bagi-bagi bonus," katanya sembari mengusap pipi Illona lembut.


Sofia membatin, ini pasangan enggak kasihan apa sama jomlo-jomlo yang bisanya cuman kerja dan di kerjain macam Sofia ini. Kok malah asik menebar kemesraan.


Ares dan Illona makin tak peduli kalau masih ada Sofia di ruangan ini yang melihat bagaimana kelakuan mereka.


Dan mereka bahkan makin menjadi, tak peduli pada Sofia yang baru saja undur diri. Iyalah, gila kali Sofia tak sekuat itu. Bagaimana kalau iya mau ikutan kan repot. Jadi, demi kerang ajaib yang di puja Spongebob ia memilih mundur, enggak kuat lama-lama liat adegan begitu.


"Kita bisa cepet kan? aku ada meeting, abis ini kamu langsung ke ruanganku." yang di jawab dengan tindakan oleh Ares.

__ADS_1


***


Pria itu bergeming, mengusap sudut matanya yang berair. Dadanya sesak, pandangannya makin redup kala percakapan dengan Ysabelle seolah terputar terus menerus tanpa henti dan jeda.


Ia ingin kembali, memperbaiki kekacauan yang tak sanggup ia bayangkan sedalam apa luka itu ia buat dan sehebat apa duka itu ia tancap.


Ia ingin Illona kembali, ia mau Illona menerimanya meski ia tahu kesalahan itu terlampau berengsek untuk di maafkan begitu saja.


Ia mau Illona jadi rumahnya kembali, tak peduli seberapa banyak hal yang harus ia korbankan. Ia akan lakukan apapun, apapun kali ini.


Yang ia mau hanya Illona yang polos dan mencintainya.


Ia bisa bertahan sejauh ini karena sebuah janji yang menghancurkan semuanya, ia menyelamatkan hati lain tapi mengorbankan hati Illona yang dulu sekali ia jaga, tak boleh terluka barang sedikit pun.


Dan tatapannya makin mendung, kala Illona dan pria yang Ysabelle beri tahu bernama Ares kini tengah saling menyuapi ice cream lengkap dengan rona merah di pipi dan senyum bahagia.


Ysabelle benar, tak seharusnya ia kembali saat hati Illona telah termiliki dan seharusnya ia Ikhlas kalau memang kisahnya tak sampai bahagia. Tapi, hatinya, hatinya menolak untuk menyerah begitu saja. Ia tak mau semua ini cepat berakhir tanpa berjuang lebih.


Ia harus terus memupuk harapan dalam hati bahwa suatu hari nanti Illona akan kembali dan mereka saling memiliki, lagi.

__ADS_1


***


Illona bisa makin gila kala tubuh, otak dan hatinya menginginkan Ares lagi, lagi dan lagi.


Setelah sesi di ruang meeting yang membuatnya berdebar takut ketahuan lalu setelahnya pergi makan siang bersama dan menikmati ice cream di taman kota mereka berakhir di apartemen Ares saling berpelukan dengan perasaan puas.


Illona menyukai sensasi ini, sensasi yang membuatnya makin yakin untuk bertahan. Meski kadang hati jahatnya mengingatkan untuk tetap menjadi Illona sebelumnya, pada akhirnya ia kalah, sebab pesona dan pengertian yang Ares berikan tak main-main.


Illona merasa berkaca, sebab mereka memang sama-sama bejat. Tapi, harus Illona akui Ares lebih unggul darinya. Pria itu tetap baik pada keluarga yang membuang bahkan baru mengakui Ares setelah pria itu sukses seperti sekarang.


Hidup mereka sama-sama tak mudah, ada kalanya Illona melihat aura kecewa yang pria itu pancarkan saat kakak lelakinya datang bersama anak dan istri. Mungkin Ares ingin memiliki hal sama dengan sang kakak.


Dengan hati-hati ia sentuh mata, hidung lalu berlama-lama di bibir merah yang Illona tak mengerti, meski Ares adalah perokok aktif bibirnya tetap berwarna merah. Apa mungkin pria ini rajin pakai lipsbalm atau krim untuk memerahkan.


Sebelum kembali ikut terlelap Illona berujar lirih, "Tetaplah seperti ini," lalu ikut tertidur dengan memeluk erat, seolah Ares akan kabur esok hari.


***


***Sorry for typo...

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca💙💙💙***


__ADS_2