NONA

NONA
Kembali ke masalah masa lalu


__ADS_3

Illona mengerjap pelan, mengingat kembali, lalu pandangannya berubah tajam.


Pria itu di sini.


Tepat di samping ranjang miliknya, sembari memegang tangannya erat.


"Mau apa kamu?" tanyanya pelan, karena memang ia tak punya tenaga untuk mengamuk atau menampar pria itu.


"Aku mau jelasin..." Ibra menghela nafas berat, amat susah, sebab dadanya kian ngilu kala mengingat perjanjian antara dirinya dan Taka. "tapi aku juga lagi bingung, aku takut apapun yang aku ambil bakal bikin kamu sakit."


"Aku udah sakit dari lama, kamu cuman membantu aku memperparah," Illona enggan menatap netra coklat yang begitu ia kagumi.


Ia sedang menyiapkan apapun, apapun yang akan terjadi. Mungkin saja hatinya akan rusak lebih dari sebelumnya kan?


Ibra mencelos, menelan ludah susah payah. Ingin sekali ia tenangkan atau mungkin ia tebar janji seperti biasa. Sayang, Illona tak akan percaya begitu saja, semua akan percuma. Pembelaan, ungkapan perasaan tak akan bisa membuat Illona kembali percaya dan membuat mereka kembali bersama.


Ahh, Ibra benar-benar menikmati perannya dengan baik. Menjadi pengecut demi tak membuat Illona semakin tersakiti.


"Kamu mening pergi deh, aku males liat sama dengerin apapun penjelasaan kamu." kata Illona, ia tak nyaman harus saling diam seperti saat ini. Lalu membalik tubuhnya membelakangi Ibra.


Ia mau sendiri, sembari berpikir apa yang harus ia lakukan. Mempertahan atau melepaskan, karena sejatinya keduanya tak pernah menjadi pilihan paling baik.


Illona tahu Tuhan sedang marah padanya, membiarkannya dalam dosa besar yang berengseknya ia tanggung sendiri.


Sebab Illona sudah tahu, bayinya tak mungkin jadi alasan Ibra bertahan, ada bayi lain yang mesti pria itu pertanggungjawabkan.

__ADS_1


Juga bagian paling menyakitkan lainnya ia di khianati dua orang yang amat sangat Illona kagumi dan percayai.


Fransiska dan Ibra, Ahh ..., mereka berdua benar-benar membuat Illona tak habis pikir. Bagaimana bisa? atau mengapa harus mereka berdua? Illona mungkin akan terima bila Ibra memilih wanita lain, bukan wanita yang sudah berbagi apapun dengannya dari kecil. Ia anggap kakaknya sendiri.


Ibra kecewa, kecewa pada keadaan yang membuatnya sulit memilih, juga terluka karena Illona enggan mendengarkan penjelasan apapun dan lebih menyakitkan saat pilihan untuk mempertahankan nyaris tak ada.


Maka yang Ibra lakukan adalah memilih menunggu Illona tidur sembari mengingat dengan baik, wanita seperti apa yang sudah ia sakiti dengan hebat, sudah memberinya segala, ahh ..., ia benar-benar sedang menikmati rasanya bersalah secara perlahan.


***


Bayi itu di gugurkan.


Dan Illona nyaris memilih ikut pergi di banding terpaksa bertahan.


Tidak ada Ibra.


Juga tidak ada kedua orangtuanya yang seharusnya mendukung.


Illona sendirian, dengan kesakitan amat dalam, juga beberapa pemikiran yang membuatnya tak mampu menatap dengan benar.


Ada persetujuan ayahnya dan Ibra dalam menghilangkan bayinya.


Mereka tak memberi tahu dari awal, tidak ada cela untuk Illona berbicara.


Semua terasa amat cepat, kala segumpal daging yang belum terbentuk keluar dalam dirinya dengan keadaan tak semestinya.

__ADS_1


Illona bahkan kehilangan kesadaran sesaat bayi itu di keluarkan.


Lalu, saat sadar semua sudah tak lagi sama.


Juga kata-kata Ibra yang membuat nya nyaris gantung diri.


"Kamu punya segalanya Ita, aku yakin kamu akan baik-baik saja, sama seperti sebelumnya." Ibra menatap datar, menarik nafas dalam juga tatapan penuh angkuh itu membuat Illona sadar. Ibra tak merasa kehilangan sama seperti dirinya. Jadi, tatapan menyesal tadi itu apa? apa mungkin Illona salah lihat, ya, mungkin benar Illona salah menilai pria itu. pria baik yang dulu sekali ia beri segalanya, pria dengan tatapan paling lembut yang membuatnya jadi manusia bodoh. Ia kira Ibra menginginkan bayi itu nyatanya tidak sama sekali.


Ya ..., jelas saja Ibra juga menyetujui bukan? membuang anak yang bahkan tak tahu apa-apa. Membiarkan Illona menanggung semuanya sendiri.


"Kita masih sama-sama kuliah, tapi aku memilih Siska, dia tak punya siapa-siapa. Lebih-lebih dia juga mengandung." Lalu pria itu pergi tanpa sempat Illona berikan cacian atau tamparan.


Apa Ibra lupa bahwa hatinya yang baru saja hancur sekarang sudah berkeping tak bersisa.


Memilih Fransiska katanya? karena mengandung? apa pria itu hilang ingatan saat mengatakan itu semua. Bukankah sebelumnya ia juga mengandung. Sebelum anak itu di gugurkan atas izin sang ayah. Apa Illona sedang melakukan sinetron terbaru dengan judul dan cerita amat mengenaskan?


Dan Illona makin di rundung pedih kala ibu atau ayahnya seolah tak peduli. Mereka berdua memilih pergi berlibur berkeliling Jepang bersama teman-teman yang Illona anggap bagai setan.


Ibra bilang ia punya segalanya kan tadi? coba lihat apa yang Illona punya sekarang?


"Kamu salah, aku bahkan enggak punya siapa-siapa buat di jadiin sandaran. Kamu itu satu-satunya, makanya kenapa aku beri segalanya. Aku yang salah, bodoh, naif dan lupa diri, aku cinta kamu setulus hati tapi nyatanya kamu enggak." katanya sembari mengusap kasar air mata yang tak mau berhenti turun.


***


Sorry for typo...

__ADS_1


Terima kasih sudsh membaca 💙💙💙


__ADS_2